KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita LHK
Posted by lusi - 27. July 2017 - 678 klik

KIKIGAKI: Membangun Karakter Melalui Subjek Lingkungan

Jakarta, Biro Humas Kementerian LHK, Rabu, 26 Juli 2017. Kehidupan sehari-hari manusia dan akar budayanya sangat terkait erat dengan sumberdaya alam di sekitar tempat mereka hidup. Mereka memanfaatkan sumberdaya alam seperti lahan sawah, lading, hutan, dan laut yang berada di sekitarnya untuk penghidupan dan pekerjaan mereka sehari-hari. Selama proses pemanfaatan sumberdaya alam tersebut diiringi dengan tumbuh dan berkembangnya kearifan dan atau pengetahuan lokal dan cara pandang dan berpikir yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di Jepang, para generasi tua yang menjaga dan mewariskan kearifan lokal tersebut disebut ‘meijin’.

Para meijin umumnya bekerja sebagai petani, pengrajin, atau nelayan. Setiap tahun, sekitar 100 meijin dipilih dan menerima penghargaan dari berbagai lembaga dan organisasi di lingkungan Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang. Para meijin tersebut kemudian dilibatkan sebagai narasumber dalam program ‘Kikigaki Koshien’ yang diikuti oleh 100 orang siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan sudah berjalan 15 tahun di Jepang.

Kikigaki’ adalah satu metode untuk menggali dan mendokumentasikan perjalanan hidup sesorang melalui dialog secara tatap muka langsung menghubungkan model kehidupan sebelum 1960-an di Jepang dengan masa sekarang dan akan datang. Siswa di Jepang akan pergi ke kampung-kampung untuk belajar tentang nilai-nilai yang ada di pedesaan dari jaman dulu sampai sekarang.

Kikigaki ingin menggali kemungkinan kerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan seperti pemilihan meijin dari tokoh Kalpataru, potensi SMK Kehutanan yang bisa dikerjasamakan, atau mengadopsi kearifan dari meijin.

Wakil Ketua i-i Network Jepang Motoko Shimagami dari EHIME University yang didampingi Dr. Soeryo Adiwibowo Penasehat Senior Menteri Kehutanan saat bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, di Jakarta (26/07/2017) menyatakan bahwa banyak kemiripan negara Jepang dengan Indonesia. Sehingga sejak tahun 2012, mulai dikembangkan kegiatan Kikigaki di Indonesia yang berbasis di Bogor, Sulawesi Tengah dan Kalimantan Tengah. “70% dari luasan Jepang adalah hutan sama dengan Indonesia, pola hidupnya pun sama dengan Indonesia”, ungkap Motoko.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri LHK menjelaskan bahwa sama halnya dengan program Kikigaki, Kementerian LHK juga punya obsesi untuk generasi lingkungan di Indonesia yaitu Saka Wanabakti dan Saka Kalpataru, kader konservasi, jurnalis cilik lingkungan, dan punya agenda untuk membuat polisi lingkungan untuk membantu pemerintah dalam pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup di masa yang akan datang.

Menanggapi tawaran kerjasama tersebut, Menteri Siti yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian LHK Bambang Hendroyono, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengambangan SDM LHK (BP2SDM) Helmi Basalamah, Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Putera Parthama, Staf Khusus Menteri Bidang Koordinasi Jaringan LSM dan Analisis Dampak Lingkungan Hanni Adiati, dan Kepala Biro Humas KLHK Djati Witjaksono Hadi, menyarankan untuk mencari bentuk kerjasama yang pas bukan hanya dengan SMK Kehutanan tapi juga di luar SMK Kehutanan. “Konsep kegiatan Kikigaki akan dipadukan dengan kegiatan yang telah ada di Indonesia, dengan format yang akan dibahas lebih lanjut oleh BP2SDM, dan jika diperlukan dapat menggunakan laboratotium lapangan Bogor dan Aek Nauli”, pungkas Siti.