|
3 hasil penelitian Badan Litbang Kehutanan
dalam 102 Inovasi Indonesia yang paling prospektif tahun 2010
3 hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan masuk dalam 102 Inovasi Indonesia yang paling prospektif tahun 2010, yaitu:
1. Pemanfaatan Limbah Batang Sawit sebagai Alternatif Bahan Baku Industri Perkayuan
2. ATHUS: Alat Penakar Hujan Sederhana untuk Mendukung Sistem Peringatan Dini Banjir
3. Bioinduksi: Teknologi Rekayasa Produksi Gaharu dengan Induksi Jamur Fusarium
Artikel sejenis lainnya di: Berita
Pusat Litbang Hutanan Tanaman Badan Litbang Kehutanan mengadakan Lolakarya Nasional Tanaman Obat
Indonesia adalah negara megabiodiversity yang kaya akan tanaman obat yang sangat potensial untuk dikembangkan, namun belum digarap secara maksimal. Kekayaan alam tumbuhan di Indonesia meliputi 30.000 jenis tumbuhan dari total 40.000 jenis tumbuhan di dunia, dimana 940 jenis diantaranya merupakan tumbuhan berkhasiat obat (jumlah ini merupakan 90% dari jumlah tumbuhan obat di kawasan Asia). Berdasarkan hasil penelitian, dari sekian banyak jenis tanaman obat, baru 20-22 % yang dibudidayakan, sedangkan sekitar 78% diperoleh melalui pengambilan langsung (eksplorasi) dari hutan. Potensi tanaman obat di Indonesia, termasuk tanaman obat kehutanan, apabila digarap dengan baik, akan sangat bermanfaat dari segi ekonomi, sosial-budaya, maupun lingkungan, bagi negara dan masyarakat.
Pada tanggal 18 Mei 2010 telah diselenggarakan Sosialisasi dan Konsultasi Publik Rencana Kegiatan REDDI-Readiness Program FCPF (Forest Carbon Partnership Facility) di Manggala Wanabakti, Jakarta, yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait. Berbagai saran/masukan dan tanggapan telah berusaha diakomodir sebagaimana tertuang dalam dokumen terlampir. Partisipasi aktif segenap pihak terkait sangat diharapkan untuk kelancaran proses readiness tersebut, sehingga diharapkan Indonesia dapat siap pada tahapan implementasi penuh skema REDD pasca 2012.
27 Mei 2010, dua profesor riset Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Kehutanan yaitu Prof.Ris. Gustan Pari dan Prof.Ris Pratiwi, akan dikukuhkan di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.
Artikel sejenis lainnya di: Berita
Menggunakan sistem silvikultur yang seragam pada suatu IUPHHK yang terfragmentasi ternyata menghasilkan nilai manfaat yang rendah , baik dari aspek teknis, produksi, sosial dan ekonomi. Hasil penelitian Badan Litbang Kehutanan membuktikan bahwa nilai manfaat tersebut dapat ditingkatkan berkali lipat jika dalam suatu IUPHHK menggunakan beragam sistem silvikultur, atau diistilahkan dengan Multisistem Silvikultur dalam pengusahaan kawasannya.
Artikel sejenis lainnya di: Hasil-hasil Penelitian