Dientry oleh Dyah Puspasari - 14 August, 2019 - 208 klik
P3HH Bidik Generasi Milenial sebagai Agen Diseminasi Iptek dan Inovasi Pengolahan Hasil Hutan

P3HH (Serpong, Agustus 2019)_Generasi milenial sebagai generasi yang tumbuh berkembang di ruang dinamis teknologi informasi, mempunyai potensi besar sebagai ujung tombak penyebaran informasi. Menyadari itu, Pusat Litbang Hasil Hutan (P3HH) mulai membidik mereka untuk menjadi agen diseminasi iptek dan inovasi pengolahan hasil hutan.

Melalui talkshow bertajuk “Iptek Pengolahan Hasil Hutan”, P3HH mengundang lebih dari 125 generasi milenial yang berasal dari sekolah Adiwiyata dan perguruan tinggi di Tangerang Selatan. Menghadirkan 5 narasumber dari 4 kelompok peneliti lingkup P3HH dan 1 mitra P3HH yaitu PT. Wijaya Sentosa, para milenal tersebut diajak mengenal berbagai produk unggulan pengolahan hasil hutan yang dihasilkannya.

Talkshow digelar dalam rangkaian Festival Tropical Forestry and Environment Research Badan Litbang dan Inovasi (BLI) di Pusat Penelitian dan Pengembangan Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL), Kawasan Puspiptek Serpong, Selasa (13/8). Dipandu secara interaktif oleh peneliti P3HH yaitu Deazy, MSc dan Esti, S.Hut, segenap peserta sangat antusias menyimak dan juga berinteraksi dalam talkshow tersebut.

Baca juga: Media Dialog dan Festival Tropical Forestry and Environment Research

Yuniawati, S.Hut, M.Si., dari Kelti Keteknikan Hutan dan Pemanenan Hasil Hutan menyampaikan bahwa telah dihasilkan beragam iptek bidang keteknikan dan pemanenan hasil hutan. “Iptek unggulan kami banyak diminati pelaku usaha, diantaranya Wesyano, Faktor Eksploitasi (FE) dan Tree Length Logging,” jelas Yuniawati sambil memperagakan penggunaan alat pengukur diameter pohon Wesyano.

Pembicara lainnya, Prof. Djarwanto menjelaskan inovasi unggulan dari Kelti Biologi dan Pengawetan Hasil Hutan diantaranya adalah Xylarium Bogoriense, alat pendeteksi kayu otomatis, pengelompokan kayu perdagangan Indonesia, teknologi pengawetan kayu, teknologi pemanfaatan jamur dan teknologi pemanfaatan serangga.

“Xylarium Bogoriense dibangun sejak tahun 1914, merupakan Xylarium terbesar di dunia dengan jumlah spesimen lebih dari 193.000 specimen,” kata Djarwanto.

Dari Kelti Pemanfaatan Hasil Hutan, Jamaludin Malik, S.Hut, M.Sc, Ph.D memberikan informasi tentang pemanfaatan limbah batang sawit, perekat kayu dari ekstrak kayu merbau, dan produk bambu lamina. “Limbah batang sawit hasil peremajaan dapat diolah menjadi produk yang bernilai tinggi di pasar lokal maupun internasional seperti produk kayu lapis dan flooring,” ungkap Jamal.

Totok Kartono Waluyo, M.Si., dari Kelti Pengelolaan Kimia, Energi dan Hasil Hutan Bukan Kayu menyampaikan iptek tentang arang terpadu, bioenergi, taxus sumatrana dan porang. Menurut Totok, iptek yang paling banyak diminati masyarakat adalah arang terpadu.

“Arang terpadu merupakan paket Iptek yang terdiri dari 3 buah teknologi yaitu pembuatan arang, pembuatan asap cair (cuka kayu/wood vinegar), dan arang kompos bioaktif (arkoba)” jelasnya.

PT. Wijaya Sentosa merupakan mitra kerja sama P3HH yang secara aktif dan berkomitmen mengaplikasikan iptek yang dihasilkan P3HH untuk mendukung kegiatan usahanya. “Kami merasakan secara nyata bahwa aplikasi iptek dan inovasi sangat membantu perusahaan dalam pengelolaan sumber daya hutan secara tepat dan berkelanjutan,“ jelas Andi, perwakilan PT. Wijaya Sentosa dalam paparannya.

Kepala P3HH, Dr. Dwi Sudharto yang hadir dalam talkshow tersebut mengharapkan kegiatan semacam ini dapat dioptimalkan sebagai media untuk berdialog dengan para generasi muda. Mereka sebagai generasi penerus sudah seharusnya diberi pemahaman lebih, bahwa sumber daya alam harus dikelola dengan bijak melalui pemanfaatan teknologi karya anak bangsa. Generasi milenial harus menjadi SDM unggul untuk dapat mewujudkan Indonesia maju, sejalan dengan tema HUT RI ke-74.

Dalam rangkaian festival ini, selain talkshow, P3HH juga memamerkan produk-produk iptek dan inovasinya di booth pameran. Para milenial selain mendapatkan informasi dalam talkshow, secara langsung juga dapat mengamati beberapa produk yang dipamerkan.*(T)