Dientry oleh Risda Hutagalung - 19 July, 2019 - 410 klik
UPTD Kebun Raya Samosir dan Arboretum Aek Natonang Eksplorasi Tumbuhan di KHDTK Aek Nauli

Balai Litbang LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Juli 2019)_Dalam rangka pengembangan, Senin (15/7/2019) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebun Raya Samosir dan Arboretum Aek Natonang melakukan eksplorasi ke Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli. 11 orang tim eksplorasi yang dipimpin Kepala UPTD, Elman Silalahi, SP. diterima Kepala Seksi Data, Informasi, dan Kerjasama Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Aek Nauli, Ismed Syahbani, S.Hut. 

“Ini adalah eksplorasi ke-4 yang kami lakukan di KHDTK (Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus) Aek Nauli, sebelumnya kami sudah mendapatkan jenis sampinur, agathis, dan pinus. Kali ini kami kami coba untuk esplorasi jenis cemara, salagundi, dan rukam. Nantinya jenis-jenis tersebut akan kami tanam sesuai dengan plotnya. Walaupun belum didesain secara resmi, sudah tergambar di (bagi) kami di daerah mana plot tanaman tersebut dibuat,”  kata Silalahi saat diskusi sebelum ke lapangan. 

Kepada tim Aek Nauli, Elman menyampaikan bahwa kebun raya yang dibangun adalah seluas 105 ha, sehingga perlu banyak koleksi tanaman. Tujuan eksplorasi ini adalah untuk mengambil jenis-jenis tumbuhan tertentu yang ada di KHDTK Aek Nauli. Jenis-jenis tersebut akan menjadi tambahan koleksi tanaman di Kebun Raya Samosir dan Arboretum Aek Natonang. 

Silalahi juga menyampaikan bahwa tanaman macadamia yang dulu diberikan oleh BP2LHK Aek Nauli untuk menjadi koleksi kebun raya, sekarang sudah tumbuh dengan baik. 

“Terima kasih untuk Kepala Balai Litbang LHK Aek Nauli yang dulu sudah memberikan kami macadamia. Dari 10 tanaman yang diberikan, 7 batang pertumbuhannya bagus sekali,” ungkap Silalahi. 

Menanggapi hal tersebut, Ismed menyampaikan bahwa memang penanaman macadamia sekarang sudah digencarkan untuk rehabilitasi hutan dan lahan, sehingga menjadikan macadamia sebagai koleksi kebun raya adalah pilihan yang tepat. 

“Macadamia tersebut berniai ekonomis tinggi, namun harus serius dirawat supaya pertumbuhannya selalu bagus. Jadi sekitar 5 tahun lagi sudah mulai berbuah,” kata Ismed. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Sarana Penelitian, Dimpu J. Panjaitan, S.Hut yang turut mendampingi, menjelaskan bahwa KHDTK Aek Nauli yang luasnya 1.900 ha memang didominasi oleh pohon pinus, namun banyak juga tumbuhan lain yang bisa dieksplorasi. Butuh berkali-kali eksplorasi agar potensinya bisa terdata dan didapatkan semua, karena KHDTK Aek Nauli adalah tipe hutan yang cukup lengkap.

“Pohon cemara, kami punya koleksinya di Arboretum yang sudah tumbuh besar. Kalau pohonnya di hutan KHDTK Aek Nauli sepertinya sudah tidak ada. Sedangkan rukam dan salagundi, kami juga ada koleksinya, yang rukam baru dikembangkan,“ kata Panjaitan. 

Menurut Panjaitan, untuk yang masih alami masih ada beberapa batang di hutan. “Nanti silakan saja dilihat langsung bersama petugas kami. Termasuk jenis lain nanti bisa juga dilihat, mulai dari pinggir jalan sampai nanti di ketinggian sekitar 1.400 mdpl,” pungkas Panjaitan menambahkan.***MB