Dientry oleh Risda Hutagalung - 04 July, 2019 - 311 klik
Peneliti BP2LHK Banjarbaru dan Tim WWF Ajari Petani Teknik PLTB dan Pengolahan Bahan Organik

BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, Juli 2019)_Kepada petani di Desa Sebangau Mulya, peneliti BP2LHK Banjarbaru bersama tim WWF Kalimantan Tengah mengajarkan teknik pertanian tanpa bakar atau yang dikenal dengan istilah Penyiapan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) pada 11-13 Juni 2019 lalu. Selain itu, petani juga diajari bagaimana mengolah bahan organik menjadi kompos dan pelet pakan. Kegiatan tersebut digagas WWF sebagai program untuk mendukung praktik-praktik PLTB.

“Desa Sebangau merupakan salah satu desa yang ada di sekitar Taman Nasional Sebangau. Harapannya bila masyarakat sekitar Taman Nasional ini terbiasa dengan sistem PLTB, resiko terjadinya kebakaran lahan yang dipicu karena kelalaian dalam penyiapan lahan dengan membakar dapat diminimalisir,” kata Marianus saat ditemui di kantornya beberapa waktu pasca pelatihan.

Pada pelatihan yang dihadiri kepala desa, kelompok tani, pengurus karang taruna dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) ini, Marinus menyampaikan teori terkait kelebihan penyiapan lahan tanpa bakar. Tidak hanya teori, semua peserta diajak Marinus untuk mempraktikkan langsung di lapangan, agar mereka semakin mengerti.

Beriringan dengan praktik teknik PLTB tersebut, juga dilakukan pengolahan bahan organik. Para peserta dilatih mengolah gulma lahan gambut, limbah pertanian menjadi kompos, media tanam dan pelet pakan.

“Gulma yang otomatis harus dibabat dalam penyiapan lahan, tidak dibiarkan begitu saja, namun dimanfaatkan untuk sesuatu yang bernilai ekonomis, yaitu menjadi kompos, media tanah dan juga pelet pangan. Kebakaran dapat dicegah, masyarakat dapat untung dari hasil pengolahan gulma. Ini tentu sangat efektif dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar Taman Nasional Sebangau,” kata Marinus. 

Semua peserta antusias dan menyambut baik pelatihan PLTB dan pengolahan bahan organik ini.  Bahkan pengolahan bahan organik, rencananya akan dijadikan sebagai salah satu bisnis baru Bumdes. Ketika ditanya, apakah masyarakat mau menerapkan teknik PLTB ini di lahan pertanian mereka? Hampir semua peserta bersedia mempraktikkannya di lahan mereka. 

Pada kesempatan ini Bumdes juga memperoleh bantuan mesin multifungsi dari WWF, yakni satu mesin untuk mencacah bahan organik (chopper), mesin penepung (diskmill) dan mesin cetak pelet pakan (pelleting).***