Dientry oleh Risda Hutagalung - 03 July, 2019 - 570 klik
Temukan Iptek Pengendali Erosi Jurang yang Murah, Balitek DAS Latih Masyarakat Mengimplementasikannya

Balitek DAS (Karanganyar, Juni 2019)_Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) terus berusaha untuk menghasilkan Iptek yang bermanfaat dan adaptif bagi masyarakat. Salah satu Iptek yang dihasilkan adalah pengendali erosi jurang kecil dengan bahan yang sederhana dan mudah diperoleh masyarakat, yaitu bambu. 

"Kami sudah menemukan teknologi pengendalian erosi jurang yang murah. Sekarang tinggal implementasinya. Saya harap teknologi ini nanti dapat diadopsi oleh para peserta semua," kata Ir. Gunawan Hadi Rahmanto, M.Si., Kepala Balitek DAS saat memberi sambutan dan membuka acara Pelatihan dan Pengenalan Bangunan Konservasi Tanah Pengendali Jurang di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Kamis (20/6/2019) lalu. 

Hal ini penting menurut Gunawan mengingat erosi jurang menjadi masalah bagi masyarakat karena kurangnya informasi dan pengetahuan masyarakat untuk mengendalikan erosi jurang. “Adanya pelatihan ini diharapkan bisa memberikan informasi, edukasi, dan bekal kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa menangani erosi jurang secara swadaya," harap Gunawan. 

Gunawan menyakinkan masyarakat bahwa Iptek yang dikenalkan kepada masyarakat pada kegiatan ini adalah Iptek yang adaptif bagi masyarakat karena menggunakan bahan yang mudah diperoleh masyarakat, yaitu bambu. Dengan demikian, Iptek ini diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat. Selama ini banyak yang berpikir bahwa untuk mengendalikan erosi jurang memerlukan biaya yang mahal, sehingga terjadilah pembiaran yang berpotensi menyebabkan terjadinya jurang besar dan merugikan masyarakat sekitar. 

Kegiatan pelatihan dan pengenalan bangunan konservasi tanah pengendali jurang ini dilaksanakan dalam satu hari dan diikuti oleh masyarakat pada Sub DAS Naruan di Desa Wonorejo dan Wonokeling Kabupaten Karanganyar dan Desa Bubakan Kabupaten Wonogiri. Materi kegiatan tersebut diberikan dalam bentuk teori dan praktik oleh Tim Peneliti dan Teknisi Balitek DAS yang tergabung dalam proyek APFnet. 

kegiatan ini dilakukan karena di daerah hulu DAS serta batas antar kepemilikan lahan di wilayah Kabupaten Karanganyar dan Wonogiri berpotensi besar terjadinya jurang. Apabila jurang tersebut tidak ditangani sedini mungkin akan mengakibatkan masalah ekologi yang secara tidak langsung akan menyebabkan kerugian pada masyarakat, seperti adanya sedimentasi, pendangkalan waduk, kekurangan air pada musim kemarau, atau banjir pada musim hujan.***DY

 

Informasi Lebih Lanjut:

Balai Litbang Teknologi Pengelolaan DAS (Balitek DAS)

Website : http://dassolo.litbang.menlhk.go.id

Jl. Jend. A. Yani Pabelan Kotak Pos 295, Surakarta 57012, Telp.  0271 - 716709, Fax.   0271 – 716959