Dientry oleh Risda Hutagalung - 16 May, 2019 - 347 klik
Jajaki Kerja Sama, Delegasi Chinese Academy of Forestry Berkunjung ke Badan Litbang dan Inovasi KLHK

BLI (Bogor, Mei 2019)_Dalam rangka menjajaki peluang kerja sama, delegasi Chinese Academy of Forestry (CAF) Beijing, China berkunjung ke Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Kamis (16/5/2019) di kampus BLI Gunung Batu, Bogor.

Pada kesempatan ini, President and Professor on Forest Ecology – CAF, Prof. Liu Shirong yang didampingi lima delegasi lainnya ini berharap, kunjungan pertama ini bisa menjadi dasar hubungan baik antara CAF dan BLI.

“CAF sangat terbuka untuk melakukan kerja sama dengan BLI dan ingin meningkatkan kualitas kerjasama dengan Indonesia seperti dengan APFnet atau pertukaran pelajar,” kata Prof. Liu kepada para pejabat dan peneliti BLI yang hadir dari berbagai keahllian atau kepakaran. 

Dalam paparannya seputar kegiatan CAF, Prof. Liu juga mengulas beberapa kerja sama terkait kehutanan antara China dan Indonesia yang telah ada. Sumber daya genetik hutan yang dilaksanakan di bawah payung APFORGEN yang diketuai oleh Prof. Zheng Yongqi dari Research Institute of Forestry, CAF, salah satunya. Selain itu juga ada kerja sama tentang penilaian keanekaragaman hayati genetik spesies Dalbergia Asia-Pasifik dalam Proyek NFSC-CGIAR yang dilaksanakan oleh CAF dan Biodiversity International.

Kerja sama lainnya, pengembangan C&I dalam proyek INBAR-ISO tentang standar dan terminologi rotan yang melibatkan Institut Kehutanan Subtropis. Legalitas kayu dalam VTLA Indonesia dan skema verifikasi China, seperti proyek InFIT-EFI-NFGA; serta Simposium China-Indonesia tentang rantai pasokan hijau yang akan diadakan di Guangzhou, Juni 2019 mendatang juga disampaikan dalam paparannya.

Sebelumnya, di awal acara, mewakili Kepala BLI, Kepala Pusat Litbang Hutan, Dr. Kirsfianti Ginoga dalam paparannya menghighlight berbagai capaian BLI sampai saat ini. “BLI telah memiliki 24 proyek kerja sama dengan lembaga luar, salah satunya dengan APFnet,” kata Kirsfianti.

Setelah sesi paparan oleh kedua belah pihak, acara dilanjutkan dengan diskusi seputar bidang-bidang penelitian dan pengembangan yang memungkinkan untuk dikerjasamakan, salah satunya tentang rehabilitasi hutan dan lahan.

Terkait xylarium yang dikemukakan Kepala Pusat Litbang Hasil Hutan, CAF sangat terbuka terkait pertukaran spesimen kayu, selama saling menguntungkan. Demikian juga dengan penelitian kualitas udara, air dan tanah. Menurut Prof. Liu dan tim, itu bisa dikerjasamakan mengingat China juga melakukan penelitian yang serupa.

Sebagai tindak lanjut pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat segera menyusun nota kesepakatan yang menjadi dasar untuk perjanjian kerja sama penelitian dan pengembangan nantinya. Setelah ditutup dengan penyerahan cinderamata oleh Kepala Pusat Litbang Hutan kepada Prof. Liu, acara dilanjutkan dengan field trip ke Hutan Penelitian Gunung Dahu.

Lima delegasi CAF yang mendampingi Prof. Liu, yaitu Prof. Jiang Zeping (Director of Research Institute of Forest Ecology Environment and Protection, CAF and Professor on Forest Ecolocy and Management); Prof. Chai Daoxiong (Director of Experimental Center of Tropical Forestry, CAF and Professor on Silviculture/Forest Operation); dan Prof. Wu Bo (Deputy Director of Institute of Desertification Studies, CAF and Professor on Lanscape Ecology/Arid Ecosystem Management).

Dua lainnya, yaitu Prof. Li Diqiang (Professor on Nature Conservation, Research Institute of Forest Ecology, Environment and Protection, CAF); dan Ms. Chen Yujie (Acting Direction, Division of International Cooperation, CAF).***RH