Dientry oleh Risda Hutagalung - 10 April, 2019 - 260 klik
Tampilkan Iptek Mikrohidro di Talkshow IEFE 2019, BLI KLHK Ajak Semua Pihak Jaga Hutan

BP2LHK Makassar (Makassar, April 2019)_Berpartisipasi di 11th Indogreen Environment and Forestry Expo (IEFE) 2019, Badan Litbang dan Inovasi (BLI) menampilkan berbagai Iptek dan inovasi yang dihasilkan. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berbasis partisipasi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan hutan, salah satunya.    

Hadir sebagai narasumber dalam talkshow di IEFE 2019, Sabtu (6/4/2019), Ir. Hunggul Yudono, M.Si, inovator PLTMH berbasis partisipasi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan hutan ini mengajak semua pihak untuk tetap menjaga dan melestarikan hutan.

Baca juga: Pemda Bulukumba Akan Mereplikasi PLTMH Berbasis Partisipasi Masyarakat Menjaga Hutan, Inovasi Litbang KLHK

Kepada para undangan dan pengunjung, Hunggul, peneliti Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Makassar ini mengatakan, PLTMH tersebut telah memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar hutan. Dengan menjaga dan melestarikan hutan untuk tetap menghasilkan air, mereka yang sebelumnya tidak mendapatkan fasilitas listrik di kampungnya, telah menikmati fasilitas listrik.

Karaeng Saleh, salah satu tokoh masyarakat Kampung Na’na, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan yang menjadi saksi kesuksesan PLTMH di daerahnya turut hadir dan menyampaikan testimoninya pada talkshow tersebut.

“Sebelum adanya teknologi mikrohidro ini kami menggunakan lampu pelita agar dapat melihat, tapi setelah adanya PLTMH dari BP2LHK Makassar kami sekarang dapat melihat dan menggunakan listrik untuk memenuhi kebutuhan kami di Kampung Na’na,” kata Karaeng Saleh.

“Oleh karena itu, kami di Kampung Na’na akan menjaga hutan dengan sebaik-baiknya karena kami sadar sumber cahaya kami berasal dari hasil hutan yang melimpah pada kampung kami. Saya benar-benar mengucapkan terima kasih kepada Pak Hunggul dan tim atas PLTMH ini,“ tambah Karaeng Saleh.

Baca juga: Ekspedisi Membawa Terang ke Tanah Sumba

Menutup talkshow bertema “Kiprah BLI: Teknologi Mikrohidro dan Anoa Breeding Center dalam Konservasi SDA dan Ekosistem” tersebut, Sekretaris BLI, Dr. Ir. Sylvana Ratina, M.Si menyampaikan bahwa begitu banyak peran BLI melalui hasil litbang.

“Kita punya 20 satker kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Lingkungan Hidup yang telah begitu banyak memberikan banyak manfaat  kepada masyarakat,” kata Sylvana.

Selain teknologi mikrohidro, di satu stand BLI, BP2LHK Makassar juga memaperkan Iptek dan inovasi lain seperti Kompor Biomassa, ATHUS (Alat Takar Hujan Sederhana ), Isomik MK1, dan Makat Mikrohidro. Apa yang dipamerkan selama 4 hari, 4 - 7 April 2019 tentunya menarik perhatian pengunjung yang datang dari berbagai kalangan. Bukan hanya orang dewasa, para siswa dan mahasiswa juga tertarik dengan Iptek yang dipamerkan.

Indogreen Environment and Forestry Expo  adalah pameran kehutanan dan lingkungan hidup terbesar di Indonesia. Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, H. M. Syukur Sakka mengungkapkan, terdapat 101 perusahaan yang ikut serta dalam pelaksanaan IEFE 2019 ini, yang berasal dari instansi pemerintah pusat, daerah, dan para pegiat lingkungan.

“Event pameran terbesar ini untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap pentingnya hutan untuk pelestarian lingkungan, bagaimana mengelola hutan, mengambil manfaat tanpa merusak hutanya,” jelasnya.

Baca juga: Giatkan Partisipasi Masyarakat Menjaga Hutan, Mikrohidro BP2LHK Makassar Dukung Pencapaian Nawacita

Mengambil tema “Integrasi dan Sinergi Industri Pada Sektor Kehutanan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”, IEFE 2019 diharapkan semakin mendekatkan impian Indonesia menjadi “champion” dalam perdagangan produk kayu legal dan hasil hutan bukan kayu di pasar global. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono, saat membuka IEFE 2019 mewakili Menteri LHK di Celebes Convention Center Makassar (4/4/2019).

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya kota Makassar sebagai tuan rumah IEFE 2019. Dirinya menuturkan bahwa Pemerintah Sulawesi Selatan sangat terbuka untuk mendukung program-program KLHK seperti ini, khususnya terkait upaya rehabilitasi hutan dan lahan di Sulawesi Selatan yang menjadi target terbesar di tahun ini.***IKI