Dientry oleh Rizda Hutagalung - 13 March, 2019 - 1581 klik
Kenang Pahlawan Rimbawan, Menteri LHK Apresiasi Kerja Keras Jajarannya

BLI (Bogor, Maret 2019)_Sebagai rangkaian peringatan Hari Bakti Rimbawan Tahun 2019, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali mengadakan Renungan Suci Rimbawan di kampus Badan Litbang dan Inovasi (BLI), Gunung Batu, Bogor, Rabu (13/3/2019). Dalam sambutannya, Menteri LHK, Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc mengapresiasi dedikasi pahlawan rimbawan yang gugur dan hilang dalam tugas, serta kerja keras jajarannya saat ini yang ditunjukkan melalui prestasi yang telah dicapai. 

“Kita tahu, kita paham dan merasakan serta mengalami bahwa tugas dalam menjaga hutan, kelestarian hutan dan pembangunan lingkungan dan kehutanan yang berkelanjutan mengandung resiko sangat tinggi bagi keselamatan jiwa, terutama para rimbawan yang berada di garis depan yang bertugas langsung di dan ke lapangan,” kata Menteri Siti.

Baca juga: Renungan Suci, Momentum Kontemplasi Perjuangan Pembangunan Kehutanan

“Namun tantangan itu tidak menyurutkan langkah kita untuk terus merajut prestasi, seperti yang disampaikan pelaksana tugas Kepala BLI tadi, bahwa sudah banyak prestasi dari Badan (BLI) ini. Terima kasih BLI dan seluruh jajaran KLHK, yang sampai akhir 2018 sudah meraih 96 prestasi. Kita niatkan bahwa tugas mulia yang kita lakukan adalah bentuk ibadah kita kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tambah Menteri Siti. 

Menurut Menteri Siti, peringatan Hari Bakti Rimbawan tahun 2019 ini kembali mengingatkan para rimbawan untuk senantiasa bekerja keras dalam pelaksanaan tugas tata kelola sumber daya alam agar kelestarian alam dan lingkungan tetap terjaga, memberikan manfaat bagi masyarakat untuk peningkatan kesejahteraannya, juga untuk generasi mendatang. 

“Dalam kaitan ini, maka sembilan nilai dasar rimbawan yaitu jujur, tanggung jawab, disiplin, ikhlas, visioner, adil, peduli, kerjasama dan profesional, menjadi sangat relevan sebagai jati diri, semangat dan energi gerak pengabdian rimbawan,” kata Menteri Siti di hadapan jajarannya dan para undangan yang hadir. 

Baca juga: Menteri LHK Amanatkan Lima Hal dalam Renungan Suci Rimbawan 2018 


Kepada keluarga para pahlawan rimbawan yang hadir, Menteri Siti juga mengucapkan terima kasih atas kehadirannya dan untuk sumbangsih almarhum kepada negara. 

“Insyaallah amal-amal sholeh almarhum akan menghantarkan almarhum ke tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga acara Renungan Suci ini mendapatkan ridho Allah SWT,” kata Menteri Siti menutup sambutannya. 

Selanjutnya, didampingi pelaksana tugas Kepala BLI dan para pejabat tinggi madya KLHK lainnya, Menteri Siti meletakkan karangan bunga di Tugu Rimbawan dan menyampaikan santunan kepada keluarga pahlawan rimbawan yang gugur dan hilang. Tak lupa, Menteri LHK juga melakukan foto bersama para sesepuh pensiunan KLHK. 

Sebelum kembali ke Jakarta, Menteri Siti dan rombongan sempat meninjau Bank Sampah Unit (BSU) Cendana, milik Dharma Wanita Persatuan BLI, yang lokasinya masih satu area dengan tempat Renungan Suci berlangsung. Menteri Siti mengapresiasi keberadaan BSU Cendana tersebut.     

Baca juga: Renungan Suci Rimbawan: Introspeksi Diri dan Kontemplasi Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 

Sebelumnya, pelaksana tugas Kepala BLI, Ir. Herman Hermawan, MM dalam laporannya kepada Menteri LHK, menyampaikan bahwa beberapa hasil litbang telah mendapatkan sambutan hangat dari berbagai pihak. Beberapa diantaranya adalah penetapan 8 satker BLI sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI), lembaga induk terbaik dalam pengembangan PUI, peresmian International Tropical Peatland Centre (ITPC) oleh Menteri LHK, terbentuknya Komite Penelitian dan Pemantauan Merkuri (KPPM) Nasional, dan penetapan Xylarium Bogorienses sebagai koleksi kayu nomor 1 di dunia, serta AIKO sebagai alat identifikasi kayu otomatis. 

“BLI juga melakukan pengembangan aren untuk bioethanol dan produk turunan lainnya, penangkaran anoa, rusa dan kura-kura leher ular rote, budidaya gaharu, pengelolaan hutan rawa gambut, varietas unggul dan bioteknologi tanaman, wisata ilmiah di KHDTK, arboretum dan demplot hutan penelitian, serta berbagai publikasi jurnal ilmiah terakreditasi nasional dan internasional yang sudah diapresiasi para pihak. Selain itu, baru-baru ini salah satu peneliti BLI mendapat penghargaan sebagai aparatur sipil negara inspiratif nasional,” kata Herman.***RH