Dientry oleh Master Administrator - 01 March, 2019 - 3598 klik
Leilem, Tanaman Pangan dan Berkhasiat Obat dari Sulawesi Utara

BP2LHK Manado (Manado, Februari 2019)_Leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm et Binn) merupakan salah satu tanaman endemik Sulawesi Utara. Leilem diketahui mengandung nutrisi penting  untuk meningkatkan imun tubuh, berpotensi sebagai suplemen makanan, dan juga potensial sebagai antioksidan alami.

“Berdasarkan hasil analisis pada 100 gram sampel daun leilem, terdapat 389,23 mg Vitamin C, 435,97 mg Vitamin E, dan 32,89 mg kalsium dengan kandungan kalori 349,22 kkal. Identifikasi nutrisi yang terkandung oleh daun leilem menambah nilai manfaat dari spesies ini, tidak hanya untuk menghilangkan rasa lapar tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka,” ungkap Lis Nurrani, S.Hut, M.Sc, Peneliti Muda Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado.

Penelitian yang dilakukan oleh Lis, terdiri atas 2 elemen kunci. Pertama, memperkirakan nilai manfaat leilem berdasarkan pada pola pemanfaatan yang telah dilakukan oleh masyarakat. Kedua, mengidentifikasi prospek keanekaragaman hayati tanaman ini dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Temuan ini dapat digunakan untuk meyakinkan masyarakat agar tetap konsisten mengkonsumsi tanaman ini. Diharapkan ini juga akan menggugah orang lain untuk tertarik mengonsumsi spesies lokal ini, yang nutrisinya tidak kalah dengan sayuran komersial dengan harga lebih terjangkau.

“Beberapa alasan yang diungkapkan masyarakat mengenai preferensi mereka mencampurkan daun leilem pada daging adalah untuk membangkitkan rasa gurih pada masakan daging, membuat daging lebih empuk, menghilangkan bau amis pada daging/ikan dan juga membuat masakan terasa lebih lezat dan sehat,” tambah Lis.

Ir. Dodi Garnadi, M.Si., Kepala BP2LHK Manado menyampaikan,“Beberapa rekomendasi kebijakan dari penelitian ini adalah membumikan leilem sebagai kuliner khas Sulawesi Utara melalui kreasi masakan, khususnya masakan halal; serta mendorong budidaya tanaman leilem dan mengedukasi masyarakat terkait nilai manfaat daun leilem.” Leilem diketahui mengandung senyawa fenolik, kandungan vitamin C yang tinggi dan vitamin E. Ini merupakan indikator kuat bahwa daun leilem potensial dijadikan sebagai antioksidan alami, dapat mengurangi resiko penyakit jantung coroner dan kanker.

Bagi masyarakat Sulawesi Utara, leilem sangat bermanfaat sebagai bahan pangan, penyedia obat tradisional serta dimanfaatkan pula sebagai tanaman hias, pagar hidup dan pembatas disekitar pekarangan rumah. Leilem juga dimanfaatkan sebagai bahan pelengkap masakan tradisional yang berbahan dasar daging seperti babi, ayam, ikan, tikus hutan dan daging hasil buruan lainnya. Masakan tradisional tersebut sering disebut “ba leilem, ayam leilem” dan lain sebagainya tergantung bahan utamanya. Selama ini daun leilem dipetik liar dari kebun-kebun masyarakat dan ada juga yang telah diperjualbelikan di pasar-pasar tradisional dan beberapa pasar modern yang ada di Sulawesi Utara dengan harga yang relatif terjangkau.

Selain itu, sebagian masyarakat adat juga memanfaatkannya sebagai obat tradisional. Beberapa penyakit seperti gangguan pencernaan seperti cacingan, maag, sariawan, mangi pada balita, sakit perut, diobati dengan leilem. Masyarakat juga menggunakannya untuk mengobati hewan peliharaan yang mengalami gangguan pencernaan.

Leilem (Clerodendrum minahassae) dapat ditemukan dan tumbuh dengan baik di lokasi penelitian yang berada dalam variasi ketinggian 1 - 1,324 mdpl, yaitu Tomohon (700 - 800 mdpl) dan Kauditan (0 - 240 mdpl). Leilem merupakan salah satu tanaman endemik lokal yang masuk dalam genus Clerodendrum. Dimana genus ini telah dimanfaatkan secara luas untuk mengobati berbagai macam penyakit melalui pengobatan tradisional oleh masyarakat adat di seluruh dunia. Oleh karenanya banyak ilmuwan di dunia mengerahkan perhatian khusus untuk mengeksplor pemanfaatan, mengidentifikasi kandungan senyawa yang dimiliki serta aktivitas biologi dari genus ini.*(LN).

Dokumentasi                       : Lis Nurrani

Informasi lebih lanjut:

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado
Jl. Raya Adipura Kel. Kima Atas, Kec. Mapanget, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Indonesia)

Email :
publikasi.bpkmdo@yahoo.com
bp2lhkmanado@gmail.com
bpk_mdo@forda-mof.org
Website :
www.manado.litbang.menlhk.go.id
www.balithut-manado.org
E-Jurnal :
http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JWAS