Dientry oleh Rizda Hutagalung - 24 January, 2019 - 1856 klik
Pacu Motivasi Peneliti, Kepala BLI: Mental “Be Number One” Penting untuk Berprestasi

BLI (Bogor, 23/01/2019)_Berbagi pengalaman saat berdialog dengan jajaran Pusat Litbang Hasil Hutan (P3HH), Rabu (23/01/2019) di Bogor, Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI) menegaskan, mental “be number one” menjadi nomor satu itu penting untuk berprestasi.

“Pengalaman saya dalam berkompetisi, niat dari awal, harus jadi nomor satu, be number one. Hal itu akan membentuk pikiran positif dengan sendirinya. Saya selalu ingin jadi nomor satu, karena serius, pasti hasilnya bagus, paling tidak menjadi nomor dua atau tiga, tidak jauh-jauh dari target,” kata Kepala BLI, Dr. Agus Justianto memotivasi peneliti dan jajaran P3HH lainnya untuk terus berkarya.

“Kita juga harus jadi orang yang extraordinary (luar biasa dan melampaui batas) karena ini eranya kompetisi, supaya kita jadi champion (juara),” tambah orang nomor satu di BLI ini.

Baca juga: Jadilah Peneliti Keren, untuk Hadapi Era Industri 4.0

Menurut Agus, mental juara seperti ini penting dimiliki, agar BLI dikenal oleh semua orang karena hasil kerja dan karya-karyanya yang membanggakan. Agus mengatakan, sebagai orang yang baru pertama bekerja di BLI, beliau melihat BLI seperti harta karun, dan semua orang mengakui itu, termasuk menteri.

“Sekarang, apapun isu bisa terkait dengan litbang, ibu Menteri pasti minta second opinion dari kita (BLI),” kata Agus yang sangat terbantu dengan adanya forum-forum peneliti, dimana beliau dapat berinteraksi langsung dan kapan saja dengan para peneliti membahas isu-isu strategis terkait lingkungan hidup dan kehutanan sebagai laporan yang disampaikan kepada menteri.

“Ibu Menteri (LHK) sangat bangga dengan BLI. Banyak prestasi dan capaian BLI, salah satunya AIKO (Alat Identifikasi Kayu Otomatis), semua mengakui bahkan menteri turut mempromosikannya pada setiap kesempatan. Bersama Menteri, kita juga sedang membahas terkait legalitasnya, AIKO didorong segera dipakai secara massal,” kata Agus mengapresiasi jajaran P3HH.

Selain itu, menurut Agus, Xylarium Indonesia yang dikelola P3HH yang menjadi nomor satu di dunia juga prestasi yang membanggakan bagi Kementerian LHK. “P3HH adalah salah satu (satuan kerja) yang saya banggakan. Saya menganggap P3HH ini adalah champion di BLI,” tambah Agus yang didampingi Sekretaris BLI.

Baca juga: Kepala Badan Challenge Peneliti Rumuskan Inovasi

Untuk itu, Agus terus mendorong peneliti untuk selalu berinovasi memberikan sumbangan kepada masyarakat, karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, salah satunya terkait limbah hutan.

“Harta karun di P3HH ini masih banyak yang perlu digali, salah satunya tentang limbah hutan. Tolong teman-teman peneliti mengaitkannya dengan circular economy. Saya yakin bahwa apa yang sudah kita lakukan adalah bagian dari circular economy yang sekarang jadi isu aktual di tingkat global. Menurut saya, informasi ini harus dikemas dengan baik karena banyak hal yang sudah kita lakukan, tapi tidak terdengar karena kurang promosi,” kata Agus.  

Sebagai informasi, circular economy merupakan sistem ekonomi ramah lingkungan yang sudah banyak diterapkan di Eropa. Tujuannya untuk mempertahankan nilai sebuah produk agar dapat digunakan berulang-ulang tanpa menghasilkan sampah melalui cara mendaur ulang (recycling), dan penggunaan kembali (reuse). Terkait ini, paradigma pengelolaan sampah yang hanya menekankan kepada aspek sanitasi, harus diubah menjadi pengelolaan sumber daya yang bertujuan pada pembangunan berkelanjutan, untuk menyediakan sumber daya alam energi serta menghindari bencana ekologis akibat perubahan iklim dan polusi.

Kepada seluruh jajarannya di lingkup BLI, Agus juga berpesan agar mengawal proses pengambilan keputusan di kementerian. “Ini perlu saya ingatkan, karena selalu ada pemikiran bahwa peneliti selalu dilibatkan di awal, namun proses pengambilan keputusan sangat dinamis,” kata Agus.

Baca juga: Strategi Menghadapi Era Disrupsi

Lebih lanjut, Agus mencontohkan, menteri kalau mau memberikan sambutan, minta masukan dari semua eselon satu. “Sebagaimana diketahui, arahan menteri tentunya bisa memperkuat proses pengambilan keputusan atau menjadi bahan untuk penyusunan regulasi yang baru. Oleh karena itu, kita harus cepat merespon. Momentumnya harus dimanfaatkan dengan baik,” pesan Agus yang punya visi menjadikan BLI sebagai policy think-tank di Kementerian LHK ini.

Menutup arahannya, Kepala BLI membagikan kunci keberhasilan yang selalu beliau pegang untuk bisa menjadi nomor satu, yaitu 5K: Kemauan, Kemampuan, Kesempatan, Kedisiplinan dan Kehendak Tuhan.***RH