Dientry oleh Rizda Hutagalung - 16 November, 2018 - 326 klik
Perhatian untuk Konservasi Anoa di ABC BP2LHK Manado Terus Mengalir dari Berbagai Kalangan

BP2LHK Manado (Manado, November 2018)_Prestasi demi prestasi yang ditorehkan Anoa Breeding Centre (ABC) Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado dalam melestarikan anoa (Buballus. sp), salah satu satwa endemik Sulawesi selalu menarik perhatian berbagai kalangan, baik pemerhati dunia konservasi maupun masyarakat umum untuk berkunjung.

Kali ini, Rabu (14/11/2018), rombongan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo berkunjung ke ABC BP2LHK Manado. Rombongan yang terdiri dari beberapa anggota DPRD yaitu Manaf Hamzah, S.Ag, M.Pd, Chamdi A.T Mayang, SE, M.Si, Hj. Adriana M. Machmoed, S.Si serta Ir. Wasito Somawiyono melakukan kunjungan ke ABC BP2LHK Manado dalam rangka studi banding tentang konservasi lingkungan dan satwa langka di Provinsi Sulawesi Utara.

“Kami sangat menaruh perhatian dengan konservasi satwa langka terutama yang ada di Provinsi Gorontalo, yaitu anoa dan babirusa. Oleh karenanya kunjungan ini merupakan referensi bagi kami untuk membuat Perda yang melarang perburuan satwa liar terutama anoa dan babirusa,” kata Manaf Hamzah kepada Diah Irawati Dwi Arini, S.Hut, M.Sc, peneliti ABC BP2LHK Manado, yang mendampingi.

Pada hari yang sama, kunjungan kedua datang dari Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) Ditjen KSDAE Kementerian LHK. Di sela-sela kegiatan “Sosialisasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Panas Bumi dan Karbon” di Provinsi Sulawesi Utara, tim yang terdiri dari Toni Anwar, S.Hut, MT, Anton Eko Satrio, S.Hut, M.Sc, Eka Susanti, S.Hut, M.Si serta, Titi Setyawati, S.Pi, MP menyempatkan diri mengunjungi ABC BP2LHK Manado.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPRD Provinsi Gorontalo serta tim dari Direktorat PJLHK Ditjen KSDAE Kementerian LHK memantau perkembangan anoa di ABC Manado yang pada tanggal 25 Juli 2018 lalu telah melahirkan 1 ekor bayi anoa betina. Dengan kelahiran tersebut, sekarang anoa yang ada di ABC berjumlah 10 ekor.

Kunjungan kerja tersebut dilanjutkan dengan meninjau Persemaian Permanen Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Tondano dan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara.***Julianus Kinho