Dientry oleh B2P2BPTH Yogyakarta - 17 June, 2021 - 553 klik
Nilai Tambah Limbah Pengolahan Nyamplung

" Limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan biofuel nyamplung cukup banyak dan hampir semua limbahnya dapat dimanfaatkan, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah "

[FORDA] _Selain sebagai penghasil bioenergi, tanaman nyamplung ternyata memiliki beragam manfaat lainnya. Bahkan limbah pengolahan minyaknya ternyata sangat potensial untuk dimanfaatkan dan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Prof. Dr. Ir. Budi Leksono, MP dalam buku “Kumpulan Pemikiran 17 Profesor Riset untuk Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan” mengatakan, limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan biofuel nyamplung cukup banyak dan hampir semua limbah dapat dimanfaatkan, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah.

“Limbah dan produk dari pemanfaatannya antara lain, pertama adalah cangkang/tempurung buah untuk briket arang, arang aktif, nano arang dan asap cair (anti hama, pengawet, pupuk cair). Kedua adalah bungkil hasil pengepresan biji sebagai pakan ternak dengan kandungan protein kasar tinggi dan bioetanol,” jelas Peneliti pada Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan ini dalam tulisannya. 

Kandungan protein kasar bungkil nyamplung dua kali lipat dibanding bekatul. Hal ini terbukti dari hasil analisis di Laboratorium Biokimia Nutrisi Bagian Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan UGM. Hasilnya menunjukkan bahwa kandungan protein kasar pada bungkil biji nyamplung sangat tinggi yaitu sebesar 21-23%. Lebih tinggi dari bekatul (11-13%) dan biasa digunakan sebagai konsentrat pakan ternak. Sehingga secara teori, bungkil telah memenuhi syarat untuk pakan ternak.

Sebagai uji coba, Prof. Budi juga telah melakukan penelitian pada ternak kambing yang mengonsumsi pakan ternak dari bungkil biji nyamplung. Hasilnya menunjukkan terjadi peningkatan berat badan yang signifikan, hampir 200 gram per hari. Selain itu, badan kambing makin sehat, cepat gemuk serta usia panen kambing makin singkat, cukup 3-4 bulan saja.

Namun demikian menurutnya, sebagai pakan ternak, bungkil biji nyamplung tersebut perlu diolah menjadi ‘burger’ pakan ternak yang terfermentasi sehingga bisa tahan lama dan bergizi. Hal ini dapat mengatasi kekurangan hijauan ternak pada musim kering. Sebagai informasi, teknologi tepat guna tersebut telah ditransfer kepada Kelompok Tani Setya Kawan di Desa Patutrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Pemanfaatan limbah nyamplung yang ketiga adalah pemanfaatan getah (gum) yang merupakan limbah cair proses pemisahan minyak dengan getah (degumming) yang mempunyai kandungan resin kumarin tinggi, yang potensial sebagai bahan baku obat, kosmetik, bahan flouresensi pada industri tekstil dan kertas. Yang terakhir adalah gliserol, sebagai limbah akhir dari proses transesterifikasi dapat digunakan untuk bahan sabun.

Sebagai informasi, saat ini industri pemanfaatan minyak nyamplung (yang dikenal dengan nama Tamanu oil) selain untuk bioenergi, juga telah berkembang menjadi industri obat dan kosmetik herbal dengan harga yang cukup tinggi. Hal ini karena Tamanu oil mempunyai berbagai khasiat seperti anti-peradangan, antiinflamasi, anti-aging, anti-bakteri, antiseptik dan anti-oksidan.

Khasiat tersebut membuat Tamanu oil banyak digunakan untuk menyembuhkan luka dan infeksi pada kulit, dan mempercepat pertumbuhan jaringan baru yang sehat. Hal ini mempercepat penyembuhan luka dan sifat anti-oksidannya meningkatkan penampilan yang diremajakan dengan menghaluskan tampilan kerutan.

Tamanu oil juga dapat meningkatkan sirkulasi darah, sifat ini mencegah dan menghilangkan munculnya memar. Selain itu, sifat anti-bakteri membuatnya bermanfaat untuk praktik kebersihan dan untuk mengatasi dermatitis, infeksi psoriasis, ruam kulit, dan bau badan. Tamanu oil juga mengatur produksi minyak kulit dan membantu meningkatkan kejernihan kulit, serta sangat baik merangsang produksi kolagen, sehingga berguna untuk perawatan wajah, leher, dan area kulit kering dan area yang terus mengalami kekeringan, seperti kaki dan siku.***(mna)

-------------------

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BIOTIFOR YOGYA):

Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun, Kec. Pakem, Kab. Sleman, Yogyakarta (Indonesia)

Telp. (0274) 895954; 896080 Fax. (0274) 896080

Email                : breeding@biotifor.or.id

Website            : www.biotifor.or.id

Instagram         : https://www.instagram.com/biotifor_jogja

Facebook          : www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294

Youtube             : http://youtube.com/c/BiotiforJogja

E-Journal           : http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index

Penulis : Muhamad Nurdin Asfandi
Editor : Risda Hutagalung