Dientry oleh Muhamad Sahri Chair - 10 March, 2021 - 412 klik
KLHK Dorong 'Smart Farming Berbasis Alam' Pemuda Tani Indonesia

" Kami berharap, Pemuda Tani HKTI turut berkontribusi dalam mengedukasi petani. Perubahan iklim ini sudah menjadi masalah global sehingga harus dilakukan bersama-sama dalam penyelesaiannya "

[FORDA]_Untuk mewujudkan green economy dengan akselerasi smart farming, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong petani melakukan praktik pertanian berbasis alam dan ramah lingkungan. Demikian diungkapkan Dr. Agus Justianto, M.Sc, Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI), dalam Talkshow Strategi Mewujudkan Green Economy dengan Akselerasi Smart Farming di Era Industri 4.0, Selasa 9 Maret 2021.

“Membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi; KLHK membuka akses, kapasitas, kesempatan memanfaatkan kawasan hutan dan sumberdaya alam secara lestari“ ujar Agus Justianto.

Lebih lanjut Agus Justianto menekankan bahwa diperlukan paket stimulus, insentif, akses ekonomi, pengetahuan/pendidikan yang tepat untuk menghindari deforestasi dan menciptakan keseimbangan antara solusi alam sekaligus sebagai upaya pengentasan kemiskinan.

Dalam talkshow yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Pusat Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPP Pemuda Tani HKTI), Agus Justianto juga mengungkapkan bahwa dalam kegiatan produksi pangan, perubahan iklim merupakan tantangan besar yang harus dihadapi oleh petani. Untuk itu petani harus didukung dalam kemampuan beradaptasi dan memahami perubahan iklim.

“Kami berharap, Pemuda Tani HKTI turut berkontribusi dalam mengedukasi petani. Perubahan iklim ini sudah menjadi masalah global sehingga harus dilakukan bersama-sama dalam penyelesaiannya” lanjut Agus Justianto.

Sementara itu Agus Justianto dalam paparannya mengungkapkan berbagai Inovasi dan IPTEK telah dihasilkan oleh KLHK khususnya pada BLI untuk mendorong pertanian ramah lingkungan.

Agroforestry/Silvopasture/Silvofishery merupakan salah satu dukungan iptek untuk menciptakan ketahanan pangan adaptif terhadap perubahan iklim, meningkatkan ekonomi, ekologi dan sosial masyarakat.

Pada kesempatan tersebut hadir juga sebagai narasumber Dr. Ir. Apik Karyana, M.Sc, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, dan Ir. Misran, M.M selaku Sekretaris Ditjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari. Sebagai moderator, Rina Sa’adah selaku Ketua Umum DPP Pemuda Tani HKTI.

Apik Karyana mengungkapkan bahwa KLHK melalui Perhutanan Sosial telah memberikan manfaat lahan sekitar 4,375 juta ha dan menghimpun kurang lebih 4 ribu kelompok tani.

Hal tersebut diharapkan agar mampu mewujudkan swasembada pangan dan mensejahterakan petani khususnya di sekitar kawasan hutan dengan tetap memperhatikan lingkungan dan kearifan lokal.

Menanggapi tentang milenial yang enggan menjadi petani dan fenomena kembalinya kaum muda ke desa akibat dampak pandemi Covid-19, Apik mengungkapkan hal tersebut menjadi peluang untuk akselerasi smart farming.

“Kaum milenial yang adaptif terhadap penguasaan teknologi akan mempercepat terwujudnya pertanian masa depan“. Ujar Apik.

Lebih lanjut Apik mencontohkan keberhasilan Bangka Belitung dalam mengintegrasikan pertanian dan pariwisata, agrotourism, dengan menawarkan local wisdom dan potensi pangan lokal (kuliner).

Sedangkan Misran mengungkapkan bahwa KLHK telah memetakan dan mengatur tata ruang pemanfaatan hutan untuk produksi pangan. Bantuan-bantuan ekonomi produktif akan diberikan sepanjang memiliki legalitas. Dengan demikian, akan diperoleh kepastian kegiatan produksi pangan sekitar kawasan hutan.

Dalam akhir paparanya, Misran juga mengungkapkan bahwa tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan yang sifatnya fisik, namun peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan pun menjadi fokus perhatian.

Talkshow Strategi Mewujudkan Green Economy dengan Akselerasi Smart Farming di Era Industri 4.0, ini merupakan talkshow Seri I DPP Pemuda HKTI bertempat di Studio Media Center DPP Pemuda HKTI Jalan Cemara No. 19 Menteng Jakarta.

Talkshow diselenggarakan sebagai kiprah pemuda dalam mendukung program pemeritah dalam sektor pertanian khusunya pangan. Talkshow dihadiri oleh pengurus DPP Pemuda Tani seluruh Indonesia melalui virtual meeting.

Sektor pangan nasional menjadi sangat krusial untuk dikelola dengan pendekatan “smart farming” yaitu pertanian yang merujuk pada penggunaan teknologi dan inovasi mulai dari hulu sampai hilir. Tujuan utamanya untuk optimalisasi hasil baik kuantitas maupun kualitas dan efisiensi penggunaan sumberdaya baik manusia maupun alam.

Dukungan dan bantuan dari kementerian/Lembaga terkait seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjadi sangat penting dalam mengakselerasi penerapan smart farming khususnya pada petani sekitar kawasan hutan. **IR

Penulis : Indah Rahmawati
Editor : Yayuk Siswiyanti