Dientry oleh BP2TSTH Kuok - 27 April, 2021 - 30 klik
Prinas 2021, Satker BLI Berkolaborasi Kembangkan Kayu Bernilai Tinggi di Sumatera

" Kegiatan ini merupakan upaya memberikan alternatif solusi berbasis science pada permasalahan tingginya tingkat eksploitasi namun harus dihadapi dengan rendahnya potensi permudaan dan budidaya secara alami. Disamping itu, dari jenis-jenis kayu bernilai tinggi ini akan diupayakan pemanfaatan hasil non kayu sebagai potensi guna pemanfaatan lestari dapat tercapai "

[FORDA] _Satuan kerja (satker) lingkup Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BLI KLHK) kembali berkolaborasi dalam Program Prioritas Nasional (Prinas) tahun 2021. Dilaksanakan di Sumatera, tema yang diangkat pada kegiatan kali ini adalah “Pengembangan dan Potensi Pemanfaatan Lestari Jenis Kayu Bernilai Tinggi”. Empat satker yang ambil bagian dalam kegiatan ini yaitu Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Palembang, Pusat Litbang Hasil Hutan (P3HH), BP2LHK Aek Nauli dan Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH).

Kegiatan Prinas ini disebut unik karena berorientasi pada lokasi yang menjadi objek penelitian selama ini yaitu Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK). KHDTK terpilih adalah KHDTK Kemampo yang berada di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. KHDTK ini berada di bawah pengelolaan BP2LHK Palembang selaku koordinator kegiatan kolaborasi ini.

Sebagaimana tertuang pada proposal, kegiatan ini merupakan upaya memberikan alternatif solusi berbasis science pada permasalahan tingginya tingkat eksploitasi namun harus dihadapi dengan rendahnya potensi permudaan dan budidaya secara alami. Disamping itu, dari jenis-jenis kayu bernilai tinggi ini akan diupayakan pemanfaatan hasil non kayu sebagai potensi guna pemanfaatan lestari dapat tercapai.

Berbagai hal terkait kegiatan ini telah dilakukan, diantaranya penandatangan perjanjian kinerja oleh seluruh penanggung jawab sub kegiatan, rapat koordinasi, persiapan teknis hingga orientasi lapangan ke KHDTK Kemampo yang berjarak sekitar 40 Km dari kantor Balai Litbang LHK Palembang. Pada luasan 250 ha tersebut, lokasi demplot yang ditinjau rombongan meliputi demplot pulai, pelawan, merbau dan calon lokasi untuk pembangunan demplot kemenyan dan sikkam.

Secara umum kunjungan ini menginterpretasikan kondisi existing sebagai modal pelaksanaan masing-masing sub kegiatan yang akan dilakukan oleh multipihak yang terlibat. Di sela-sela kunjungan, Peneliti BP2TSTH mengungkapkan peran strategis BP2TSTH dalam kolaborasi ini. Selain mengangkat potensi HHBK nya, pada tahun-tahun berikutnya BP2TSTH juga akan mengusahakan jenis-jenis bernilai tinggi yang menjadi objek penelitian ini sebagai material maju.

“Kami mengupayakan untuk melestarikan jenis-jenis bernilai tinggi yang ditemukan di Sumatera dan yang menjadi objek penelitian ini melalui pendekatan teknologi,” ungkap Eka Novriyanti, S.Hut, M.Si, Ph.D, Peneliti BP2TSTH. “Pelawan, merbau dan kulim dengan potensinya sebagai fitofarmaka akan kita akselerasikan menjadi nano carrier untuk mekanisme drug delivery system. Proses ini masih panjang, namun melalui skema kolaborasi tentunya bukan hal mustahil sehingga orientasi hutan akan bergeser dari kayu ke hasil hutan ikutan,” tambahnya.

Sebelumnya, Ratih Damayanti, S.Hut,M.Si,Ph.D, menekankan mengenai tujuan dan output kegiatan Prinas tahun 2021 untuk menjadi perhatian bersama. “Dikarenakan ini prioritas nasional maka seyogyanya di akhir kegiatan kita lakukan kegiatan alih teknologi. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kita dapat mendiseminasikan informasi dan paket Iptek yang diperoleh ke pengguna di tingkat tapak. Sehingga output dan outcome akan maksimal berdampak,” kata Peneliti P3HH ini.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan Imam Muslimin, S.Hut,M.Si, Peneliti Balitbang LHK Palembang selaku koordinator kegiatan yang menjelaskan konsep kolaborasi kegiatan ini. “Kegiatan prinas yang akan kita lakukan secara bergotong-royong ini akan menghasilkan sebuah hasil akhir yang kompleks. Kita yang terlibat tentunya mempunyai target yang berbeda, namun secara keseluruhan merupakan satu kesatuan proses dalam pencapaian yang saling melengkapi. Kami berharap Bapak dan Ibu yang terlibat dengan segala kemampuannya mengoptimalkan resources dengan existing yang ada saat ini,” tegas Imam.  

Berbagi pengalaman, Dr. Ahmad Dany Sunandar, S.Hut, M.Si menyampaikan beberapa poin penting dalam pelaksanaan kolaborasi Prinas. “Berdasarkan pengalaman kami beberapa tahun mengelola kegiatan Prinas yang lalu, komitmen di awal merupakan langkah fundamental yang menentukan. Kami mengapresiasi atas langkah Balai Litbang LHK Palembang untuk melaksanakan koodinasi teknis hingga orientasi lapangan,” ujar peneliti BP2LHK Aek Nauli ini.

Saat dikonfirmasi secara terpisah, Priyo Kusumedi, S.Hut,MP selaku Kepala BP2TSTH menyatakan dukungannya secara institusi dalam kelancaran pelaksanaan kegiatan Prinas 2021 ini. “Mewakili institusi, saya mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan Prinas tahun 2021 ini. Kolaborasi yang terjadi pada kegiatan ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, yaitu pelaksanaan penelitian dan pengembangan dilakukan secara kemitraan,” ujar Priyo melalui aplikasi Whatsapp.

“Peran yang diambil pada sub kegiatan oleh tim peneliti BP2TSTH secara tidak langsung menjalankan core research BP2TSTH. Semoga keilmuan yang diaplikasikan melalui sentuhan teknologi di bidang serat ini dapat berdaya guna untuk kalangan akademis, peneliti maupun masyarakat secara umum,” tambahnya.

Seperti diketahui, program Prinas ini selain berkontribusi dalam program pemerintah pusat juga mengupayakan kolaborasi stakeholder. Diharapkan adanya sinergitas antar multipihak berbasis riset ini mampu menjawab permasalahan di tengah masyarakat. Litbang berkarya, insan ilmiah berkader.*** 

Further information:

Research and Development Center for Forest Plant Fiber (BP2TSTH) Kuok

Jl. Raya Bangkinang Kuok Km. 9, Bangkinang, Riau 28294

Tel. 0762 - 7000121, Fax. 0762 - 7000122

E-mail: [email protected]

Penulis : Eko Sutrisno
Editor : Risda Hutagalung