Dientry oleh Dyah Puspasari - 30 December, 2020 - 288 klik
BLI Luncurkan Buku Vademecum Kehutanan Indonesia 2020

" Memuat berbagai aspek konsep dasar dan advance kehutanan secara ringkas, buku ini dapat menjadi panduan bagi para rimbawan dan siapa saja yang memerlukan informasi konseptual dan praktis tentang hutan dan kehutanan Indonesia. "

[FORDA]_Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meluncurkan Buku Vademecum Kehutanan Indonesia 2020, di Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (30/12). Peluncuran dilakukan oleh Kepala BLI, Dr. Agus Justianto, dalam acara refleksi akhir tahun KLHK bertajuk “SOIFO 2020, HINTS LHK dan SEEK 2021”, yang dihadiri oleh Menteri LHK, Wakil Menteri LHK dan seluruh jajaran pejabat tinggi KLHK, serta diikuti secara virtual oleh berbagai elemen LHK di seluruh penjuru Indonesia. 

2020 merupakan tahun terakhir keberadaan institusi penelitian dan pengembangan di KLHK dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2020 tentang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Berdasarkan peraturan tersebut, tugas dan fungsi BLI yang melaksanakan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di lingkungan KLHK dikoordinasikan oleh Badan Standardisasi Instrumen LHK sampai dengan diintegrasikan ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional. 

Karenanya, buku vademecum ini menjadi sebuah legacy di penghujung masa bakti BLI, yang selama lebih dari satu abad (1913-2020) telah mengabdikan sains dan teknologi untuk kelestarian hutan Indonesia. 

“Kita telah menyelesaikan Vademecum Kehutanan Indonesia 2020, bagi yang mempelajari ilmu kehutanan, pasti sangat paham,” ujar Agus pada akhir paparannya tentang “Reorientasi Litbang dan Inovasi ke dalam BRIN serta Penguatan Standar dan Pengawasan Substansi. Agus kemudian mengajak peserta acara untuk menyaksikan tayangan video vademecum.

Buku vademecum ini disusun atas inisiasi BLI bersama Biro Perencanaan KLHK, dengan tujuan memperbarui Vademecum Kehutanan 1976. Memuat berbagai aspek konsep dasar dan advance kehutanan secara ringkas, buku ini dapat menjadi panduan bagi para rimbawan dan siapa saja yang memerlukan informasi konseptual dan praktis tentang hutan dan kehutanan Indonesia. 

Menteri LHK, Dr. Siti Nurbaya, dalam sambutan tertulisnya pada buku ini menyampaikan bahwa Buku Vademecum Kehutanan Indonesia 2020 akan memberikan ruang luas untuk memahami dasar-dasar pengelolaan hutan dan kawasan hutan. Menteri Siti mengajak semua pihak untuk terus menggali dan menelusuri, terus aktif mencari, berpikir dan bertanya, tidak berpuas diri dan berhenti pada jawaban yang diperoleh dan fakta dari lapangan. 

Perjalanan buku vademecum kehutanan ini cukup panjang. Dimulai pada 1971 dengan Almanak Kehutanan, kemudian terbit Vademecum Kehutanan Indonesia 1976. Buku ini pernah menjadi rujukan utama bagi para mahasiswa tingkat sarjana kehutanan, bahkan menjadi instrumen membangun nilai-nilai korsa rimbawan. 

Sains dan teknologi terus menjadi bagian dalam perkembangan vademecum kehutanan. Mulai dari Manual Kehutanan 1992, Panduan Kehutanan 1998 dan 1999, draf Panduan Kehutanan Indonesia 2014, hingga Vademecum 2020 ini. Ke depan, informasi dalam buku ini akan dikembangkan menjadi sistem manajemen ilmu pengetahuan pengelolaan hutan berbasis sains dan teknologi terkini, serta arus dinamika pengelolaan hutan Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bahwa sains dan teknologi menjadi landasan dalam pengambilan keputusan dan praktik-praktik pengelolaan hutan. 

Para pihak menyambut baik kehadiran buku ini. Salah satunya dari Dr. Boen M Purnama, Penasehat Senior Asosiasi Pengusahaan Hutan Indonesia (APHI) yang juga pernah menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan pada 2005-2010. 

“Berdasarkan pengalaman kami yang berkecimpung dibidang kehutanan selama lebih dari 3O tahun, buku Vademecum ini sangat bermanfaat, baik bagi para pengambil keputusan di pusat dan di daerah, bagi para pendidik, peneliti, praktisi dan mahasiswa kehutanan serta  para pihak pemangku kepentingan,” ungkap Dr. Boen M Purnama, yang disampaikan melalui video singkat dari telepon genggamnya. 

Buku ini nanti dapat diakses secara lengkap oleh semua pihak. Pada pertengahan Januari 2021, buku Vademecum Kehutanan Indonesia 2020  ini sudah tersedia dan dapat diunduh melalui laman www.forda-mof.org.*(DP&TS)

Penulis : Dyah Puspasari & Tutik Sriyati
Editor : Yayuk Siswiyanti