Dientry oleh BP2TSTH Kuok - 22 December, 2020 - 652 klik
Dua Unit Kerja BLI KLHK Raih Penghargaan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi 2020

" Unit kerja yang berhasil membangun zona integritas diharapkan akan menjadi role model bagi unit kerja lainnya untuk menuju WBK dan WBBM, sebagai upaya dalam mewujudkan birokrasi yang semakin bersih, akuntabel, berkinerja tinggi, efektif, efisien, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas "

[FORDA] _Di penghujung tahun 2020, Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali mengukir prestasi. Senin (21/12/2020), dua unit kerjanya berhasil meraih penghargaan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2020 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Keduanya yaitu Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok dan Balai Litbang Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam (Balitek KSDA) Samboja menerima penghargaan tersebut bersama dua unit kerja KLHK lainnya. Secara virtual di hadapan peserta dari seluruh kementerian dan lembaga pemerintah, anugerah ini diterima keduanya secara simbolis dari Menteri PAN-RB yang didampingi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Wakil Ketua Ombudsman.

Pemberian predikat ZI menuju WBK dan WBBM merupakan sebuah apresiasi yang dianugerahkan Kementerian PAN-RB kepada instansi pemerintah yang mampu berusaha lebih untuk membangun unit kerja percontohan yang berintegritas dan melayani dengan prima. Unit percontohan ini diharapkan menjadi agen-agen perubahan, untuk mendorong kemajuan reformasi birokrasi di Indonesia.

“Kegiatan ini dimaksudkan agar momentum Hari Anti Korupsi Sedunia bisa menjadi pemicu bagi seluruh instansi Pemerintah untuk melakukan aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi secara konkrit, sistematis, dan berkelanjutan, melalui penerapan program reformasi birokrasi yang telah ditetapkan,” ujar Menteri PAN-RB, Tjahjo Kumolo dalam sambutannya di Hotel Fairmont Jakarta sesaat sebelum penyerahan penghargaan.

Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin dalam arahannya menyampaikan bahwa pemberian penghargaan ini bertepatan dengan momentum Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang belum lama ini diperingati.

“Unit kerja yang berhasil membangun zona integritas diharapkan akan menjadi role model bagi unit kerja lainnya untuk menuju WBK dan WBBM, sebagai upaya dalam mewujudkan birokrasi yang semakin bersih, akuntabel, berkinerja tinggi, efektif, efisien, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas,” tutur Wapres Ma’ruf.

Terkait itu, Plt. Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan - Kementerian PANRB, Jufri Rahman mengatakan pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM merupakan langkah akselerasi guna mencapai sasaran reformasi birokrasi.

“Secara umum, targetnya adalah peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi, pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta peningkatan pelayanan publik. Setiap instansi pemerintah diwajibkan membangun percontohan (pilot project) pelaksanaan reformasi birokrasi pada tingkat unit kerja melalui pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM,” ujar Jufri.

Jufri mengatakan bahwa pimpinan dan jajaran unit kerja peraih WBK dan WBBM harus mampu menumbuhkan budaya kerja birokrasi yang antikorupsi, berkinerja tinggi, dan peningkatan pelayanan publik secara baik di lingkungan kementerian/lembaga/pemerintah daerah.

“Tujuan akhir kita bukan hanya unit kerja yang bagus, tetapi tujuannya adalah Indonesia yang baik. Kita bekerja untuk Indonesia, dimulai dari yang kecil untuk mencapai tujuan yang jauh lebih besar,” tambah Jufri.

Tidak hanya bagi unit kerja, pada acara ini juga diberikan penghargaan pada para pemimpin perubahan yaitu kementerian/lembaga/pemerintah daerah yang berhasil membangun zona integritas secara masif. Predikat dan penghargaan tersebut diharapkan sesuai dengan slogan yang digaungkan Kementerian PAN-RB: Making Change, Making History.

 

Kiprah BP2TSTH Kuok

Menyambut baik apresiasi tersebut, Kepala BP2TSTH Kuok, Priyo Kusumedi menyampaikan bahwa capaian ini tidak terlepas dari komitmen BP2TSTH Kuok untuk mewujudkan WBK dan WBBM khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan layanan publik pada enam area perubahan. Enam area perubahan tersebut yaitu: manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Mulai dari awal kita fokus pada capaian kinerja hal ini dengan dibuktikan dengan adanya empat penghargaan dari KPPN Pekanbaru antara lain LK Terbaik 2019, LPJ Bendahara Terbaik 2019, Duta Perbendaharaan 2020, dan Penghargaan Terbaik Kedua untuk Penilaian Kualitas Pelaporan Keuangan dan Kinerja Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Periode Triwulan III Tahun 2020,” ungkap Priyo.

Selain itu, tambahnya, BP2TSTH juga mendapat penghargaan Terbaik Kualitas dan Kepatuhan Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Masa dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bangkinang TA. 2019.

“Tidak lupa kita juga kita membangun dan meningkatan layanan publik, dan inovasi-inovasi pelayanan publik yang mendekatkan diri kepada pengguna antara lain munculnya galeri inovasi, taman lebah, taman trigona, dan revitalisasi arboretum dengan menggunakan teknologi informasi berbasis QR Code “SIKEPO: Sistem Kenal Pohon” untuk memudahkan pengenalan jenis pohon dan jenis lebah di arboretum Kuok,” jelas Priyo.

Menurutnya, perbaikan dan peningkatan layanan ini berdampak pada meningkatnya kunjungan para pengguna ke BP2TSTH Kuok meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19.

 

Kiprah Balitek KSDA Samboja

Senada dengan BP2TSTH Kuok, Kepala Balitek KSDA Samboja, Dr. Ishak Yassir mengatakan, capaian ini merupakan komitmen seluruh jajaran Balitek KSDA Samboja. Komitmen mencapai Zona Integritas untuk mewujudkan WBK dan WBBM ini sejalan dengan semangat nilai dasar rimbawan yaitu jujur, tanggung jawab, ikhlas, disiplin, visioner, adil, peduli, kerja sama, dan profesional.

Beberapa upaya yang dilakukan Balitek KSDA di antaranya penggunaan aplikasi-aplikasi untuk mendukung kinerja balai, pembangunan aplikasi pelaporan dan keuangan, serta optimalisasi website dan media sosial balai sebagai media komunikasi kepada publik. Selain itu Balitek KSDA juga membangun sistem informasi e-Herbarium sebagai upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat.

“Penggunaan teknologi informasi ini akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses manajemen, serta mendukung keterbukaan informasi publik,” kata Ishak.

Lebih lanjut Ishak menegaskan bahwa era bebas dari korupsi saat ini dan memberikan pelayanan yang berkualitas, bersih dan melayani bukan lagi menjadi sebuah tuntutan namun sebuah keharusan. Kuncinya adalah perubahan pola pikir dan budaya kerja ASN yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Terima kasih atas kerja keras dan dukungan rekan-rekan semua,” pungkas Ishak.***

Penulis : Farika Dian Nuralexa
Editor : Risda Hutagalung