Dientry oleh Risda Hutagalung - 14 November, 2020 - 23 klik
Pulihkan Lingkungan, Menteri LHK Resmikan KBD di Kampar, Riau

Dalam rangka pelaksanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) untuk pemulihan lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menginisiasi berbagai program RHL berbasis Pemberdayaan Masyarakat, salah satunya adalah Kebun Bibit Desa (KBD). Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengunjungi dan meresmikan langsung KBD yang ada di Desa Muktisari, Kec. Tapung, Kab. Kampar, Riau (13/11/20).
 
“Pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan harus sejalan dengan pemulihan lingkungan. Pembangunan KBD ini merupakan bagian dari upaya pemulihan lingkungan melalui penanaman pohon dan rehabilitasi hutan dan lahan” ucap Menteri Siti pada acara peresmian KBD yang dihadiri Gubernur Riau, Kapolda Riau, Bupati Kampar, Forkompinda, Tokoh dan masyarakat setempat. 
 
KBD adalah unit persemaian sederhana yang dibangun di Desa melalui fasilitasi UPT Ditjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) KLHK. Program KBD ini telah dimulai sejak tahun 2019, tercatat di wilayah kerja BPDAS Indragiri Rokan yang meliputi Provinsi Riau dan Sumatera Barat telah dibangun sebanyak 37 unit KBD pada tahun 2020 dengan jumlah bibit sebanyak 1.480.000 batang, termasuk salah satunya yang ada di Desa Muktisari.
 
“Kami sangat mengapresiasi kinerja dan kreatifitas kelompok Masyarakat di Desa Muktisari, terkhusus Kelompok Tani Hutan Sendang Berkah Aryasatya atau KTH SEBAR dalam pelaksanaan pembangunan KBD dan juga berbagai aktifitasnya di bidang lingkungan hidup dan kehutanan”, ungkap Menteri Siti. 
 
KBD di Desa Muktisari ini diharapkan dapat berkembang menjadi unit pembibitan mandiri yang mampu mensuplai kebutuhan bibit bagi masyarakat maupun mendukung  program Rehabiltasi Hutan dan Lahan. Selain itu, KBD Muktisari dapat menjadi contoh yang baik bagi Desa-Desa lain dalam pelaksanaan pembangunan KBD. 
 
Jenis bibit di KBD Muktisari diantaranya Petai, Matoa, Pinang, Mahoni, Cempedak, Manggis, Gaharu, Tampui, Durian, Aren, Nyamplung, dan Ketapang Kencana.
 
“Bibit-bibit KBD ini agar segera didistribusikan dan ditanam sehingga dapat menghijaukan lahan kritis dan lahan kosong di Desa Muktisari, dan memberikan hasil untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, lanjutnya. 
 
Pemulihan lingkungan dengan penanaman pohon adalah hal sangat penting. Selain KBD, KLHK juga telah membangun Persemaian Permanen di tiap provinsi di Indonesia dengan produksi bibit mencapai 1 juta per tahun. 
 
“Untuk skala yang lebih besar, kita juga sedang menyiapkan Kebun Bibit Nasional dengan produksi Bibit 5 - 10 juta bibit per tahun. Ini juga bagian dari upaya pemulihan lingkungan”, tambahnya. 
 
Pada kesempatan ini, Menteri LHK juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Daerah, TNI, POLRI, KTH, LSM, PKSM, Para Rimbawan serta seluruh lapisan masyarakat atas komitmen dan kerjasama yang baik dalam upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat. 
 
Sebagai bentuk apresiasi kepada pihak yang telah memberikan kontribusi positif dalam pembangunan bidang lingkungan hidup dan kehutanan di Provinsi Riau, Menteri Siti Nurbaya menyerahkan bantuan berupa truk pengangkut sampah sebanyak 4 unit dan motor pengangkut sampah sebanyak 25 unit yang didistribusikan kepada Pemerintah Kabupaten Kampar, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, POLDA Riau, KOREM 031 Wira Bima, Banser NU Riau dan DAOPS Manggala Agni, serta bantuan Pengembangan Perhutanan Sosial Nasional (Bang Pesona) kepada 12 Kelompok Masyarakat.
 
Distribusinya, Kab. Indragiri Hulu  mendapat 1 truk dan 5 motor sampah, Kab. Kuantan Singingi 1 truk dan 5 motor, Kab. Kampar 5 motor, Polda Riau 1 truk dan 2 motor, Korem Riau 1 truk dan 2 motor, Banser NU Riau 2 motor, Daop Manggala Agni di Riau (4 Daop) 4 motor. 
 
Gubernur Riau, Syamsuar, sangat mengapresiasi program KBD dan bantuan yang diserahkan Menteri LHK tersebut, karena dinilai sejalan dengan program Riau Hijau yang telah dicanangkannya. Syamsuar menyatakan KBD ini juga dapat menekan kejadian karhutla karena masyarakat yang telah menanam dari Bibit KBD dipastikan akan memelihara arealnya agar tidak terbakar dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraannya. 
 
“Pembangunan Riau tetap berwawasan lingkungan. KBD ini akan mengurangi kebakaran hutan dan lahan dan meningkatkan ekonomi masyarakat”, kata Syamsuar.
 
 
Penulis : PPID