Dientry oleh Puslitbang Hutan - 27 October, 2020 - 177 klik
Tiga Aspek Iptek dan Inovasi Puslitbang Hutan Dukung PEN di Lahan Gambut

" Tiga kajian yang dilaksanakan peneliti Puslitbang Hutan dalam mendukung PEN yaitu Kajian Implementasi Multisistem Silvikultur menuju Ekosistem Gambut Berkelanjutan; Kajian Strategi Konservasi Biodiversitas Ekosistem Gambut; dan Kajian Pembangunan Wisata Alam Ekosistem Gambut "

[FORDA] _Mendukung agenda Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (Puslitbang Hutan), Badan Litbang dan Inovasi (BLI) mengambil peran dengan menerapkan Iptek dan inovasi di lahan gambut.

Bernaung dalam tema “Kajian Kubah Gambut dan Penerapan Metode Paludikultur dalam Rehabilitasi dan Restorasi Lahan Gambut” yang menjadi peran BLI, terdapat tiga kajian yang dilaksanakan peneliti Puslitbang Hutan. Kajian tersebut yaitu Kajian Implementasi Multisistem Silvikultur menuju Ekosistem Gambut Berkelanjutan; Kajian Strategi Konservasi Biodiversitas Ekosistem Gambut; dan Kajian Pembangunan Wisata Alam Ekosistem Gambut.

Dalam arahannya, Kepala Puslitbang Hutan, Kirsfianti L. Ginoga mengatakan, kegiatan kajian ini merupakan aksi nyata terhadap upaya PEN dengan prinsip Padat Karya, Padat Modal, dan Padat Hasil.

“Padat karya berarti aplikasi Iptek dan inovasi dilakukan dengan pelibatan masyarakat. Padat modal artinya memanfaatkan alokasi SDM, anggaran, dan substansi secara efektif dan efisien. Sementara padat hasil harus memberikan output yang signifikan, dampak yang bermanfaat bagi masyarakat dengan adanya kegiatan ini,” ujar Kirsfianti.

Di bawah koordinasi Dr. Darwo, Kajian Kajian Implementasi Multisistem Silvikultur menuju Ekosistem Gambut Berkelanjutan dilaksanakan berkolaborasi dengan IPB University.

“Tujuan kajian ini adalah menyusun model implementasi multisistem silvikultur menuju lansekap gambut produktif yang mampu menjamin manfaat ekonomi, ekologi dan sosial secara berkelanjutan,” tutur Dr. Darwo.

Sementara itu, Prof. R. Garsetiasih, koordinator kegiatan Kajian Strategi Konservasi Biodiversitas Ekosistem Gambut, menyampaikan bahwa output utama dari kajian ini adalah rekomendasi strategi pengelolaan biodiversitas ekosistem lahan gambut secara berkelanjutan, yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini juga didukung oleh tim dari Universitas Gadjah Mada.

Dari sisi jasa lingkungan khususnya ekowisata, Dr. Endang Karlina yang memimpin Kajian Kajian Pembangunan Wisata Alam Ekosistem Gambut, berharap kajian ini dapat menjadi rekomendasi alternatif untuk peningkatan sumber usaha dan penghasilan masyarakat, PAD dan devisa.

“Selain sisi ekonomi, hal ini juga dapat meningkatkan motivasi masyarakat terhadap kelestarian gambut, destinasi wisata dan pengelolaan wisata alam berkelanjutan,” ujar Endang.

Berlokasi di Kawasan Eks Pembukaan Lahan Gambut (PLG), Provinsi Kalimantan Tengah, pelaksanaan kegiatan kajian ini telah dimulai sejak bulan September dan terus berlanjut hingga Desember 2020. Selain survei dan pengolahan data, kegiatan ini juga akan membangun plot-plot percontohan yang dikerjakan bersama-sama dengan masyarakat atau kelompok tani sekitar kawasan. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan penghasilan masyarakat, khususnya di masa pandemi Covid-19.***

Editor : Risda Hutagalung