Dientry oleh BP2TSTH Kuok - 25 September, 2020 - 192 klik
Diversifikasi Kelor: Pemenuhan Nutrisi yang Bernilai Ekonomi

" Untuk mempermudah pemanfaatannya, BP2TSTH Kuok mengolah daun kelor menjadi beragam produk diversifikasi. Ragam produk olahan kelor yang telah dihasilkan adalah teh daun, teh celup, tepung kelor dan sabun kelor "

Oleh: Syofia Rahmayanti - Peneliti Silvikultur BP2TSTH Kuok, dkk

Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Berbagai publikasi hasil penelitian mengungkap kandungan nutrisi kelor yang luar biasa, yaitu protein, vitamin A, B1, B2, C, E, kalsium, magnesium, zat besi, serta berbagai macam asam amino. Nutrisi tersebut dinyatakan lebih tinggi daripada kandungan buah dan sayuran lainnya.

Selain mengandung nutrisi tinggi, kelor juga mengandung serat dan klorofil yang tinggi disertai antioksidan. Daun kelor mengandung fenol dalam jumlah banyak yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas. Potensi kelor sebagai obat herbal atau obat tradisional yang membantu meringankan penyakit juga telah banyak dikaji.

Kelor juga potensial sebagai bahan baku dalam industri kosmetik, obat-obatan, perbaikan lingkungan dari cemaran dan menjaga kualitas air bersih melalui kandungan antimikrobialnya. Tidak heran kalau kelor disebut Miracle Tree dan Mother’s Best Friend karena kelor memiliki sifat fungsional bagi kesehatan serta mengatasi kekurangan nutrisi.

Semua bagian tanaman kelor baik daun, batang, akar maupun biji mengandung manfaat dan khasiat masing-masing. Daun kelor merupakan bagian tanaman yang paling banyak digunakan. Olahan sederhana daun kelor yang selama ini dilakukan adalah menyeduhnya sebagai teh dan memasak daun segar sebagai sayur.

Untuk mempermudah pemanfaatannya, Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok mengolah daun kelor menjadi beragam produk diversifikasi. Ragam produk olahan kelor yang telah dihasilkan adalah teh daun, teh celup, tepung kelor dan sabun kelor.

Teh daun dan teh celup dapat dikonsumsi sebagai minuman multi khasiat. Tepung kelor dapat ditambahkan ke berbagai macam jenis masakan seperti nasi goreng, mie rebus dan mie goreng, jus buah atau smoothies, pudding, kue, keripik, coklat, ataupun dikonsumsi dalam bentuk pil. Sabun kelor dapat membantu meningkatkan kesehatan kulit.

Beragam produk ini secara ekonomi memiliki harga yang cukup terjangkau yaitu berkisar Rp. 10.000 hingga Rp. 20.000. Berdasarkan hasil analisa usaha yang dilakukan tim BP2TSTH, produk teh kelor memiliki Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 1,83 sedangkan produk sabun memiliki BCR sebesar 2,52.

Dari analisa tersebut, usaha di bidang pengolahan tanaman kelor ini dapat dikategorikan layak untuk peningkatan ekonomi. Pengolahan tanaman kelor menjadi produk dapat dilakukan dalam industri rumah tangga maupun melalui skema pemberdayaan. 

Pengolahan daun kelor ini dilakukan secara sederhana dan dapat dilakukan oleh ibu rumah tangga dengan input teknologi minimalis. Daun kelor yang dipanen umumnya daun kelor yang masih berwarna hijau. Setelah dipanen, daun-daun tersebut dipisahkan dari tangkainya kemudian dicuci agar bersih.

Apabila akan diolah sebagai teh, bahan baku ini harus dikering-anginkan untuk menguapkan air sisa pencucian dan melayukannya terlebih dahulu. Setelah kering, daun ini akan menjadi teh daun. Untuk menghasilkan produk teh celup, tepung kelor maupun kapsul, bahan baku ini harus dihaluskan dan disaring baru kemudian dikemas.

Teknis pembuatan diversifikasi produk lainnya berupa sabun padat, sabun cair maupun shampoo dilakukan sebagaimana umumnya pembuatan produk tersebut. Komoditi kelor untuk produk pembersih ini hanya sebagai zat tambahan.

Pemanfaatan dan pengolahan daun kelor menjadi beragam produk ini diharapkan memudahkan masyarakat mengonsumsi kelor dengan beragam pilihan. Dengan demikian dapat menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan nutrisi keluarga, sehingga mampu menekan angka gizi buruk di masyarakat. Nutrisi yang baik berkontribusi pada generasi penerus, dan mempersiapkan gizi pangan mendorong upaya pencerdasan generasi muda.*** 

Informasi teknis silakan hubungi: herykurniawan2012@gmail.com

 

Penulis : Yelza Hamna, Syofia Rahmayanti & Herry Kurniawan
Editor : Risda Hutagalung