Dientry oleh BALITEK DAS Solo - 03 August, 2020 - 203 klik
Balitek DAS dan BTN Gn. Merbabu Berkolaborasi Rancang Pemulihan Ekosistem

" Lima aspek kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan dalam kolaborasi tersebut yaitu aspek restorasi ekosistem, rehabilitasi dan konservasi recharge area dengan jenis-jenis pohon penyimpan air, pengembangan tata kelola sumber daya air, valuasi ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. "

[FORDA] _Balai Litbang Teknologi Pengelolaan DAS (Balitek DAS) terus menunjukkan kiprahnya. Tahun 2020 ini, Balitek DAS digandeng Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNMb) untuk berkolaborasi merancang restorasi ekosistem kawasan taman nasional tersebut.

Sebagaimana diketahui, pemulihan ekosistem ini diperlukan untuk menjaga kelestarian dan fungsi ekosistemnya. Salah satu fungsi ekosistem TN Gunung Merbabu yang penting bagi kehidupan adalah penyediaan air bagi daerah hilirnya seperti Boyolali, Solo, Klaten, Salatiga dan Semarang.

Lima aspek kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan dalam kolaborasi tersebut yaitu aspek restorasi ekosistem, aspek rehabilitasi dan konservasi recharge area dengan jenis-jenis pohon penyimpan air, aspek pengembangan tata kelola sumber daya air, aspek valuasi ekonomi TN. Gn. Merbabu, dan aspek pemberdayaan masyarakat melalui program ‘Sabuk Merbabu’.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan bersama, kegiatan teman-teman TN Gn. Merbabu dan Balitek DAS, kita membantu dan mendorong percepatan kegiatan rehabilitasi dan restorasi kawasan di TN Gn. Merbabu,” ujar Slamet Sumanto, MSi selaku Plt. Kepala Balitek DAS saat diskusi teknis persiapan kegiatan, Senin (27/7/2020) di Resort Wonolelo TN Gn. Merbabu, Boyolali.

“Apa yang bisa kami bantu dan dukung akan kami lakukan untuk perbaikan ekosistem. Sebagai pihak manajemen, kami akan mengawal kolaborasi ini, sedangkan pelaksanaan kegiatan di tangan teman-teman BTN Gn. Merbabu dan rekan peneliti Balitek DAS,” tambah Slamet.

Menurut Slamet, output akhir dari kolaborasi ini nantinya adalah workshop dan demplot yang dapat direplikasi untuk kegiatan restorasi ekosistem di kawasan konservasi.

Tahun 2020 ini, TN Gn. Merbabu berencana untuk menyusun Rencana Pemulihan Ekosistem (RPE). Sementara untuk kelanjutan kegiatan di tahun 2021, salah satu aspek yang akan diukur adalah aspek valuasi ekonomi dan tata kelola sumber daya air.

"Valuasi ekonomi dan tata kelola sumber daya air di TN Gn Merbabu belum pernah dihitung sehingga dengan adanya kolaborasi dengan Balitek DAS diharapkan dapat mengetahui berapa nilai ekonomi air yang ada di Merbabu. Dengan demikian Merbabu sebagai penyangga recharge area wilayah Solo, Boyolali, Semarang tidak akan terbantahkan," ujar Nurpana Sulaksono, Kepala Seksi Wilayah I BTN Gn. Merbabu, pada kesempatan yang sama.

“Di sisi lain masalah pemberdayaan masyarakat, keberadaan satwa dan sejarah atau manuskrip TN Gn. Merbabu juga penting untuk diperhatikan,” tambah Nurpana.

Sebagai informasi, BTNGMb mengelola kawasan seluas 5.820,49 ha dengan puncak tertinggi mencapai 3.142 meter di atas permukaan laut (mdpl). Secara administratif TNGMb berada di Kabupaten Boyolali, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang. Adapun satwa yang ada di kawasan tersebut antara lain Surili atau rek-rekan, dan elang jawa.***(SR & AC)

 

Balai Litbang Teknologi Pengelolaan DAS (Balitek DAS)

Website :  https://balitekdas.id

Jl. Jend. A. Yani Pabelan Kotak Pos 295, Surakarta 57012, Telp.  0271 - 716709, Fax.   0271 – 716959

E-Journal | Instagram | Facebook | Twitter | Youtube |

Penulis : Salamah Retnowati dan Andy Cahyono
Editor : Risda Hutagalung