Dientry oleh BP2TSTH Kuok - 30 July, 2020 - 96 klik
Kadisparbud Kampar: BP2TSTH Kuok Potensial jadi Objek Ekowisata Baru di Kampar

" BP2TSTH sangat strategis sebagai eco edu tourism dalam perspektif lokasi dan komoditi sebagai objek wisata baru di Kabupaten Kampar "

[FORDA] _Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) kembali dikunjungi tamu penting. Dalam rangka menggali potensi wisata baru di Kabupaten Kampar, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Kampar, Ir. Zulia Dharma berkunjung ke BP2TSTH, Selasa (28/7/2020).

Dalam kunjunganannya, Kadisparbud menyampaikan bahwa komposisi lingkungan di areal BP2TSTH potensial dan sudah layak dikemas sebagai objek wisata berkonsep ekowisata. “kegiatan berwisata nantinya tidak hanya untuk kalangan umum tapi bisa menggait kalangan milenial dengan maraknya sekolah alam. Mereka tidak hanya berwisata tapi mendapatkan ilmu dari lokasi ini,” ujar Zulia.

“Menggeliatnya pariwisata di Kabupaten Kampar ini tidak terlepas dari peran media yang mana dengan media sosial setiap orang kini adalah reporter,” tambahnya sembari melihat produk-produk di spot galeri inovasi BP2TSTH didampingi Kepala Subag. Tata Usaha BP2TSTH, Juliswan, SE dan Kepala Seksi Data, Informasi dan Sarana Penelitian, Agus Yanto, SH.

Kadisparbud Kampar juga sempat menyinggung tentang perputaran uang dari sektor pariwisata pada tahun 2019, yang mencapai 36 miliar rupiah lebih dengan kunjungan wisatawan sebanyak 1,6 juta orang. menurutnya, perputaran ini memiliki dampak sosial kepada masyarakat baik itu secara ekonomi maupun infrastruktur. Geliat sektor pariwisata ini terbagi atas objek wisata alam, wisata religi maupun jasa lingkungan lainnya

Menanggapi hal tersebut, Agus Yanto menyampaikan bahwa saat ini BP2TSH tengah meluncurkan program revitalisasi arboretum yang mengusung konsep eco edu tourism. “Revitalisasi arboretum BP2TSTH mencakup launching SiKePo (Sistem Kenal Pohon), pembangunan taman trigona dan eco bee park, taman diskusi selulosa dan lainnya,” jelas Agus.

Lebih lanjut agus memaparkan bahwa skema revitalisasi arboretum yang sedang dijalankan ini menggandeng pendanaan mitra. “Seperti taman lebah yang berproses membangun dengan hibah dari Coporate Social Responsibility (CSR) Bank Negara Indonesia (BNI),” ungkapnya.

Juliswan menambahkan, arah revitalisasi arboretum ini dibarengi dengan upaya melengkapi infrastruktur yang mengikutinya. “Pemberlakuan one gate system yang telah kita jalankan merupakan upaya kita menata lingkungan dan mengantisipasi meningkatkan kunjungan pasca semakin tereksposenya balai ini,” ujar pria yang akrab disapa Iwan ini.

Di akhir kunjungannya ke BP2TSTH, Kadisparbud diajak berkeliling melihat pembangunan taman lebah, menikmati suasana asri di taman diskusi selulosa dan gazebo, hingga menikmati madu kelulut di taman trigona.

Saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Kepala BP2TSTH, Priyo Kusumedi, S. Hut, MP menyampaikan apresiasi atas kinerja tim diseminasi dan multi pihak yang berperan aktif. “Upaya kita membuat institusi ini dikenal publik mulai terlihat. Selain program yang bersinergi dengan pemerintah daerah, kinerja SDM BP2TSTH senantiasa dinanti masyarakat,” pesannya singkat.***

Penulis : Eko Sutrisno
Editor : Risda Hutagalung