Dientry oleh BP2TSTH Kuok - 21 July, 2020 - 102 klik
Strategi Media Sosial BP2TSTH dalam Penyebaran Informasi Litbang

" Melalui konten-konten media sosial yang mempublikasikan kegiatan kelitbangan BP2TSTH, komunikasi dua arah antara pengguna dan tim penelitian berjalan efektif "

[FORDA]_Era 4.0 menuntut semua kalangan termasuk instansi pemerintah harus aktif menjalankan digitalisasi. Hal ini sejalan dengan tujuan mulia Undang-undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Bagaimana negara menghadirkan produk-produk dan atau kebijakan berbasis litbang sebagai solusi masalah bagi masyarakat. Kepala Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok, Priyo Kusumedi, S.Hut., MP., mengatakan bahwa dengan makin bagusnya jaringan internet, media sosial menjadi bentuk nyata dari media baru untuk mendekatkan informasi kepada khalayak dengan jangkauan sangat luas dan mudah diakses oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun.

“Media sosial berperan sangat strategis dalam penyebaran informasi bagi masyarakat luas. Sejak awal dibangun, sosial media diperuntukkan sebagai wadah bagi para penggunanya agar dapat dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan bertukar informasi dan ide di komunitas dan jejaring virtual,” kata Priyo. Proses transformasi ini tentunya tidak mudah. Faktor-faktor krusial yang harus dipersiapkan guna mengikuti perkembangan zaman meliputi kapabilitas sumber daya manusia (SDM), kesiapan sarana dan prasarana, kecakapan penguasaan teknologi informasi dan kematangan subtansi yang akan dipublikasikan.

Lebih lanjut Priyo mengatakan, saat ini, semua informasi publik ada dalam genggaman semua orang, sehingga kita harus mengikuti perkembangan zaman saat ini untuk menggunakan media sosial sebagai sarana diseminasi dan publikasi hasil litbang.

Hasil nyata dari postingan media sosial resmi BP2TSTH Kuok diantaranya adalah beberapa kali mendapatkan kunjungan kerja dari mahasiswa, pelajar, dan institusi lainnya. Umumnya komunikasi yang terbangun dikarenakan keingintahuan mereka sebagai user. Selain itu, BP2TSTH acap kali mendapatkan pesan dan pertanyaan dari pengguna di akun media sosial tersebut.

Salah satu dampak positif postingan media sosial, baru-baru ini BP2TSTH Kuok dikunjungi Unit Pelaksana Teknis Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (UPT PPM) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau. Kedatangan rombongan bermaksud mengadakan kolaborasi dalam skema pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Bengkalis dengan topik budidaya lebah madu. Penyambutan dan jamuan dilakukan di spot galeri inovasi dan dihadiri langsung oleh kepala BP2TSTH, beserta jajarannya. “Kedatangan kami ke Kuok ini tidak lain adalah menyambangi salah satu institusi litbang yang telah berkiprah dan menguasai iptek perlebahan yang kami ketahui dari postingan media sosia BP2TSTH Kuok.” Ujar Mohd. Fuad selaku kepala UPTPPM DLHK Provinsi Riau.

Lebih lanjut Fuad mengatakan, “kami kumpulkan referensi lain di website dan koran lokal terkait perlebahan di Provinsi Riau dan hasilnya hampir 80% merujuk pada Balai ini.” Tutup Fuad.

Sejalan hal tersebut, dalam sambutannya Priyo mengucapkan selamat datang dan terimakasih karena berkenan mengunjungi serta menjadikan institusi kami sebagai rujukan teknis berbasis litbang.

"Postingan di akun resmi BP2TSTH dari semua platform digital berkonsep hasil litbang yang dihasilkan dan update terkini aktifitas SDM dalam rutinitas kelitbangannya. Allhamdulillah jika mekanisme ini dapat menjangkau semua kalangan pengguna terlebih ditengah kondisi pandemi seperti ini," tegas Priyo sembari menjelaskan detail beragam produk kelitbangan yang ditata rapi di galeri inovasi.

Pengelolaan website dan akun resmi BP2TSTH dibawah pengawasan Seksi Data, Informasi dan Sarana Penelitian (DISP).  Agus Yanto,SH selaku kepala seksi DISP menjelaskan "tuntutan diseminasi pada saat ini beralih ke konsep digitalisasi sehingga tim pengelola saat ini mengemas hasil kelitbangan BP2TSTH bertransformasi dengan konsep bahasa populer" ucapnya ditemui secara terpisah.

Sebelumnya kunjungan terkait paket iptek perlebahan dilakukan oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Hutan Mandah, KPH Hutan Sorolangun, Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pekanbaru, komunitas hingga personal masyarakat. Kecenderungan ketertarikan pengguna tersebut pada komoditi yang dapat diaplikasikan pada masyarakat seperti madu, gaharu dan kayu geronggang.**ES

 Informasi lebih lanjut ke: 

Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok
Jl. Raya Bangkinang Kuok Km. 9, Bangkinang, Riau 28294
Telp. 0762 - 7000121, Fax.  0762 – 7000122
E-mail: data.informasi01@gmail.com

Penulis : Eko Sutrisno
Editor : Muhamad Sahri Chair