Dientry oleh Dyah Puspasari - 03 July, 2020 - 695 klik
Lomba Video 107 Tahun FORDA, Ini Pemenangnya

" Lomba Video 107 Tahun FORDA telah menemukan pemenangnya. Tiga video terpilih menjadi yang terbaik, berdasarkan penilaian juri independen, dari total 21 (dua puluh satu) video yang dinilai "

[BLI]_Lomba Video 107 Tahun FORDA telah menemukan pemenangnya. Tiga video terpilih menjadi yang terbaik berdasarkan penilaian juri independen, dari total 21 (dua puluh satu) video yang dinilai. 

Video “Bambu, Bahan Pengendali erosi Jurang Kecil yang Murah dan Efisien”, karya tim Balai Litbang Teknologi Pengelolaan DAS (BP2TPDAS) Solo, terpilih menjadi terbaik pertama. Menyusul video “Herbarium Wanariset” dari Balai Litbang Teknologi Konservasi SDA (BP2TKSDA) Samboja dan video “Agroforestri Bambu” dari Balai Litbang Teknologi Agroforestry (BP2TA) Ciamis. 

Lihat video: Bambu, Bahan Pengendali erosi Jurang Kecil yang Murah dan Efisien 

Tahun ini, tepatnya 16 Mei 2020, FORDA atau Badan Litbang dan Inovasi (BLI) memasuki usia 107 tahun. Untuk memberikan makna lebih pada momen penting institusi riset di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini, Sekretariat BLI melombakan video-video capaian terbaik unit kerja yang dipublikasikan di media sosial. 

Lihat video: Herbarium Wanariset 

Dr. Sylvana Ratina, Sekretaris BLI menyampaikan bahwa video capaian tersebut memuat informasi iptek dan inovasi yang berpengaruh pada branding institusi. Selain itu, juga telah memberikan manfaat yang cukup signifikan bagi publik. 

Lihat video: Agroforestri Bambu

Atas prestasi 3 unit kerja BLI dalam lomba tersebut, Sylana mengucapkan selamat dan penghargaan. Selain itu apresiasi juga disampaikan kepada seluruh unit kerja yang telah menuangkan iptek dan inovasi yang dihasilkan dalam bentuk audio-visual yang menarik serta dimuat dalam media sosial. Hal ini diharapkannya akan semakin meningkatkan jangkauan dan kemanfaatan iptek dan inovasi yang dilakukan BLI.  

Sebagai bentuk penghargaan, Dr. Agus Justianto, Kepala Badan Litbang dan Inovasi memberikan piagam kepada para pemenang. Dalam surat yang ditujukan kepada para pemenang, Agus mengharapkan agar semua unsur BLI terus berkarya dan meningkatkan kapasitas untuk kemajuan institusi. 

Pemberian penghargaan ini diharapkannya akan semakin menumbuhkan daya kreativitas seluruh unit kerja  BLI dalam mempromosikan iptek dan inovasi yang dihasilkan setiap unit kerja BLI.  Selain piagam penghargaan, maka tiga video terbaik pada 107 tahun FORDA ini, akan dimuat di media sosial Badan Litbang dan Inovasi, sebagai bentuk apresiasi. 

Menurut Ari Bima Putra, videografer beraliran alam (nature), sang juri lomba, penentuan pemenang dilakukan berdasarkan 3 kriteria utama, yakni kualitas, konten dan kreativitas. 

Kualitas memuat indikator kejelasan suara, keharmonisan musik latar dan pengisi suara,  gambar yang fokus dan stabil serta pencahayaan yang tepat. Sementara konten memperhatikan penyajian informasi apakah cukup terstruktur dan mudah dipahami penonton. Selain itu, variasi antara pengisi suara dan wawancara cukup seimbang, sehingga video lebih interaktif. 

Menurut videografer yang telah menyelami lama dunia videografer bahkan sampai tingkat internasional ini, kreativitas video dilihat dari aspek penyuntingan, efek suara dan sudut pengambilan gambar. Hal lain yang juga menjadi kriteria penilaian adalah penggunaan anak judul (subtitle) dalam video. Keberadaan anak judul dapat membantu penonton, terutama yang berkebutuhan khusus dalam hal pendengaran, untuk lebih mudah dan cepat memahami konten video. Ini menjadikan video bersifat inklusi.*(DP).

Penulis : Dyah Puspasari