Dientry oleh Risda Hutagalung - 30 June, 2020 - 115 klik
Teridentifikasi, Ini Jamur Penyebab Penyakit Pada Tanaman Kaliandra

" Teridentifikasi, jamur Rhizoctonia solani dan Fusarium sp. adalah penyebab penyakit lodoh pada semai kaliandra "

[B2P2BPTH] _Seperti diketahui, salah satu faktor yang menentukan berhasilnya pengelolaan hutan adalah tersedianya bibit tanaman kehutanan yang berkualitas. Namun serangan patogen yang menyebabkan penyakit di persemaian sering kali menjadi penyebab tidak terpenuhinya target bibit yang dibutuhkan. Terkait itu, Balai Besar Litbang BPTH (B2P2BPTH/Biotifor) melakukan penelitian terhadap penyakit lodoh pada semai kaliandra, salah satu tanaman hutan.

Hasilnya teridentifikasi bahwa penyebab penyakit lodoh yang menyebabkan kematian pada kecambah benih kaliandra adalah jamur Rhizoctonia solani dan Fusarium sp. Hasil ini diketahui setelah dilakukan isolasi pada kecambah kaliandra yang mati, dan dilakukan identifikasi pada isolat hasil isolasi tersebut secara mikroskopis dan makroskopis, serta dibuktikan dengan uji patogenesitas isolat jamur yang diperoleh dengan uji postulat koch.

“Insiden penyakit lodoh yang terjadi pada semai kaliandra dalam penelitian ini termasuk dalam post emergence damping off yaitu mulai nampak adanya serangan penyakit pada kecambah kaliandra umur 10 hari,” ujar Nur Hidayati, S.Hut.,M.Sc, peneliti B2P2BPTH beberapa waktu lalu.

Nur Hidayati menjelaskan bahwa penyakit lodoh adalah pembusukan pada benih/kecambah benih di bak tabur atau semai pasca penyapihan di polibag. Gejala yang ditunjukkan akibat penyakit ini adalah adanya pembusukan pada pangkal batang atau hypokotil akar sehingga semai menjadi layu dan mati. Hal ini merupakan gangguan yang disebabkan oleh munculnya jamur.

Penelitian ini menggunakan 30 gram benih kaliandra dan disemaikan. Kecambah benih kaliandra yang mati di persemaian karena penyakit lodoh diisolasi, Kemudian isolat diamati secara makroskopis dan mikroskopis, dilakukan uji Postulat Koch untuk mengidentifikasi penyebab penyakit yang menyebabkan kematian pada semai kaliandra.

Bahan yang digunakan untuk menumbuhkan jamur patogen di laboratorium adalah media Potato Dekstrose Agar (Oxoid), Sedangkan untuk mengamati morfologi jamur menggunakan mikroskop (merek Zeiss Axioplan 2 dengan perbesaran 40 kali).

“Metode pengamatan meliputi persiapan benih kaliandra, perkecambahan benih kaliandra, isolasi penyebab penyakit lodoh pada semai kaliandra, uji patogenitas isolat jamur hasil isolasi, pengamatan morfologi isolat dan identifikasi jamur penyebab penyakit lodoh,” terang Nur Hidayati.

Dalam pengamatan diperoleh data bahwa luas serangan penyakit pada kecambah benih kaliandra sebesar 59,03%. Angka ini merupakan persentase jumlah kecambah benih kaliandra yang terserang penyakit lodoh dibandingkan dengan jumlah semua kecambah benih kaliandra yang diamati. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam karya tulis ilmiah dengan judul Identifikasi Penyebab Penyakit Lodoh pada Semai Kaliandra, yang dimuat pada Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan, Vol. 12, No. 2, Desember 2018.

Beberapa sumber menyebutkan kaliandra adalah salah satu spesies yang sangat populer di Indonesia, terutama di masyarakat yang berada pada areal kawasan hutan di pulau Jawa Kaliandra merupakan tanaman serbaguna, diantaranya untuk konservasi lahan, reklamasi lahan marginal, hijauan pakan ternak, lebah, penyedia pupuk hijau dan bubur kayu (pulp) untuk membuat kertas.***(MNA & NH)

 

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan :

Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun Pakem Sleman DI Yogyakarta (Indonesia)

Email                     : breeding@biotifor.or.id

Website                 : www.biotifor.or.id

Instagram              : www.instagram.com/biotifor_jogja

Facebook               : www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294

E-Journal               : http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index