Dientry oleh Risda Hutagalung - 29 June, 2020 - 90 klik
Inisiasi Pembentukan Forum Cempaka Sulawesi Utara Berlanjut ke FGD

" Focus Group Discussion (FGD) tahap pertama ini telah menghasilkan kesepakatan bahwa seluruh stakeholder berkomitmen membentuk forum cempaka di Sulawesi Utara dalam rangka mendukung kelestarian dan pengembangan cempaka. Pada FGD selanjutnya akan dibahas struktur organisasi forum cempaka dan program kegiatan yang akan dijalankan. "

[BP2LHK Manado] _Inisiasi pembentukan Forum Cempaka Sulawesi Utara terus berlanjut. Baru-baru ini, Kamis (25/6/2020), Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado - Badan Litbang dan Inovasi KLHK bekerja sama dengan International Tropical Timber Organization (ITTO) dan Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) virtual yang diikuti stakeholder cempaka, antara lain lembaga pemerintah pusat maupun daerah, akademisi, pelaku usaha bibit dan kayu cempaka, petani cempaka, dan LSM.

Mengapresiasi BP2LHK Manado dan Dinas Kehutanan Provinsi Daerah Sulawesi Utara atas FGD “Inisiasi Pembentukan Forum Cempaka Sulawesi Utara” ini, Wakil Bupati Minahasa Utara, Ir. Joppi Lengkong, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya membangun minat masyarakat untuk menanam cempaka.

“Hal terpenting yang harus diperhatikan dalam mendukung program pelestarian cempaka adalah membangun minat masyarakat untuk menanam cempaka dan penetapan lokus sebagai area pengembangan cempaka yang didukung oleh penerbitan PERDA,” pesan Joppi.

Sebelumnya, dalam arahannya ketika membuka acara, Sekretaris BLI, Dr. Ir. Sylvana Ratina, M.Si mengatakan bahwa inisasi pembentukan forum cempaka didasari oleh adanya beragam kepentingan baik minat maupun kapasitas dalam pengelolaan sumberdaya cempaka oleh stakeholder serta diperlukannya sebuah alat koordinasi dan komunikasi yang efektif.

”Dalam forum ini sangat diharapkan para pemangku kepentingan dapat bertemu untuk bertukar informasi, pengalaman dan gagasan dalam rangka mengidentifikasi kendala dalam pengembangan cempaka. Kemudian dapat menghasilkan tindakan manajemen yang tepat untuk mendukung pelestarian cempaka,” kata Sylvana.

Sylvana juga berharap Forum Cempaka yang terbentuk nanti dapat memposisikan diri sebagai partner/mitra produktif bagi pemerintah daerah yang berkontribusi untuk memberi saran dan masukan terhadap upaya pelestarian dan pengembangan cempaka di Sulawesi Utara.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara, Drs. Marhaen Tumiwa, M.Pd menyampaikan bahwa sinergi antara petani cempaka, pengusaha kayu cempaka, akademisi, peneliti, dan pemerintah tentunya berdampak pada pengembangan kayu cempaka yang lebih optimal.

“Forum cempaka dapat melakukan koordinasi secara periodik antara Dishut Sulut, ITTO, dan BP2LHK Manado agar forum dapat berjalan dan tidak terhenti usai pembentukan, terlebih lagi diharapkan kerja sama terus berlanjut hingga dapat mencapai misi yang kita dambakan,” kata Marhaen.

Setelah arahan dan pembukaan, National Consultan ITTO, Tri Budi Miharjo, S.Hut, M.Si memaparkan meterinya dan dilanjutkan diskusi yang dipandu Sekretaris Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Rainer Dondokambey, S.Hut. Antusias mengikuti acara sampai akhir, para peserta FGD juga banyak yang menyampaikan saran atau masukan serta ide-ide kreatif dalam sesi diskusi.

FGD tahap pertama ini telah menghasilkan kesepakatan bahwa seluruh stakeholder berkomitmen membentuk forum cempaka di Sulawesi Utara dalam rangka mendukung kelestarian dan pengembangan cempaka. Pada FGD selanjutnya akan dibahas  struktur organisasi forum cempaka dan program kegiatan yang akan dijalankan.

Sebagai informasi, pembentukan forum Cempaka di Provinsi Sulawesi Utara merupakan salah satu target dari kegiatan kerja sama BP2LHK Manado dengan International Tropical Timber Organization (ITTO) melalui proyek ITTO PD 646/12 REV.3 (F) “Initiating the Conservation of Cempaka Tree Species (Elmerrillia sp.) through Plantation Development with the Local Community Participation in North Sulawesi, Indonesia” yang pelaksanaanya didukung oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara.

Cempaka wasian (Magnolia tsiampacca dan Magnolia sulawesiana) adalah salah satu jenis pohon yang akrab dengan masyarakat Sulawesi Utara dan merupakan jenis lokal di Sulawesi Utara yang bernilai ekonomi tinggi. Pemanfaatan kayu wasian utamanya adalah sebagai bahan baku rumah panggung/kayu khas Minahasa, alat musik tradisional “kulintang” dan furnitur. Tingginya Permintaan rumah panggung di pasar nasional maupun internasional yang tidak diimbangi dengan penanaman kayu cempaka menyebabkan pasokan bahan baku cempaka terus menurun.***

 

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado

Jl. Raya Adipura Kel. Kima Atas, Kec. Mapanget, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Indonesia)

 

Email :

bp2lhkmanado@gmail.com


Website :

www.manado.litbang.menlhk.go.id

www.balithut-manado.org

 

E-Jurnal :

http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JWAS