Dientry oleh Dyah Puspasari - 22 May, 2020 - 287 klik
Desain “New Normal” BLI untuk Meningkatkan Publikasi Ilmiah Bereputasi Global

[BLI]_Badan Litbang dan Inovasi (BLI) menggelar FORDA Talks Special bertajuk “Seri Pendampingan Penulisan Naskah Jurnal Internasional”, Rabu (20/5) secara virtual. Ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peneliti BLI menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi global, sekaligus mempromosikan Indonesian Journal of Forestry Research (IJFR) milik BLI. Kegiatan Ini juga merupakan salah satu desain yang diterapkan BLI dalam menghadapi era “new normal”.

Baca juga: Dirgahayu FORDA, Bersiap Menghadapi “New Normal” 

“Perubahan definisi normal before and post Covid-19 ini akan ada suatu desain new normal,”ujar Sekretaris BLI, Dr. Sylvana Ratina, dalam sambutan pembukaan seri perdana pendampingan tersebut. “Perubahan desain dan mindset yang ternyata lebih efisien,” lanjutnya. 

Pertemuan virtual dipandang sangat efisien, karena selain tidak memerlukan dana transportasi, sewa ruangan dan konsumsi, juga dapat dihadiri oleh hampir 500 peserta. Desain new normal juga sebagai salah satu faktor atau kriteria reformasi birokrasi. 

“Peneliti lingkup BLI telah menunjukkan kapasitasnya sebagai penulis dalam publikasi ilmiah bereputasi global. Namun, belum semua peneliti BLI mampu menulis dengan baik di jurnal internasional maupun jurnal bereputasi global,” ujar Sylvana. 

Lebih lanjut Sylvana mengungkapkan bahwa saat ini diketahui terdapat 184 orang dari total 450 peneliti BLI yang telah mampu menulis di publikasi ilmiah bereputasi global dan terindeks dalam Science dan Technology Index (SINTA) Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN. Dari jumlah tersebut, 25% yang telah terindeks Scopus, salah satu pengindeks bereputasi global. Para peneliti yang terindeks Scopus penyebaran lokasinya tidak merata dan terkonsentrasi di pusat. 

“Diperlukan pendampingan penulisan naskah atau karya tulis ilmiah yang ditujukan untuk publikasi di jurnal internasional atau jurnal bereputasi global,” lanjutnya “Diharapkan peneliti dari UPT bisa terlibat dan betul-betul mengambil manfaat dari pendampingan ini  sehingga suatu saat terus berkembang karirnya baik nanti di KLHK atau pindah ke BRIN”. 

Sylvana mengatakan luaran dan sasaran dari kegiatan ini yaitu setiap peserta mampu membuat naskah jurnal sesuai standar jurnal bereputasi global pada umumnya dan standar IJFR khususnya. Apalagi IJFR, sebagai jurnal BLI telah terindeks Scopus, perlu peningkatan agar kualitas karya tulis ilmiah yang diterbitkan dapat terjaga sebagai salah satu jurnal bereputasi global. 

Baca juga: Terindeks Scopus, IJFR Makin Bereputasi 

Sylvana juga mengatakan bagi para fasilitator kegiatan ini merupakan amal jariyah.  “Dengan peningkatan pengetahuan terhadap penulisan publikasi ilmiah ini bisa mendorong peneliti lebih produktif, kemudian akan berefek pada kualitas tulisan dan berefek juga diambil manfaatnya oleh orang lain dan berefek manfaat yang sangat baik bagi institusi,” ujarnya optimis.  

“Kapasitas SDM jadi semakin baik yang bisa menjadi faktor pengukur adanya reformasi birokrasi,” pungkas Sylvana. Hal tersebut disampaikannya karena pada saat yang sama juga sedang berlangsung kegiatan Sosialisasi Reformasi Birokrasi lingkup BLI. 

Mekanisme Pendampingan 

Pendampingan ini dipandu oleh fasilitator, para peneliti senior BLI yang telah mempunyai reputasi internasional (mempunyai h-index Scopus), serta para editor/reviewer IJFR. Pada seri perdana ini, kegiatan dipandu oleh Dr. Haruni Krisnawati, Editor in chief  IJFR, yang memaparkan standar naskah jurnal internasional secara global dan mekanisme pendampingan virtual yang dilakukan BLI. 

Baca juga: E-journal BLI 

Pendampingan ini menurutnya akan dilakukan secara virtual dan rutin setiap minggu dengan durasi 2-3 jam. Kegiatan mencakup pemilihan jurnal yang akan dituju, penyesuaian isi naskah dengan ruang lingkup dan outline jurnal; review dan penyuntingan bahasa; menyusun cover letter, fasilitasi dan pendampingan pengiriman (submit) ke jurnal internasional terindeks Scopus/Thomson Reuters; konsultasi, pendampingan revisi, dan pengiriman kembali, melakukan proofread naskah hingga terbit. 

Dalam paparannya Haruni juga mengungkap fakta beberapa kendala peneliti dalam menulis naskah jurnal internasional. Kemampuan bahasa, cara penulisan, kurang percaya diri, referensi kurang, data kurang, bingung memilih jurnal dan prosedur submission, adalah beberapa diantaranya. 

Lebih lanjut, peneliti Puslitbang Hutan yang telah terlibat dalam pengelolaan IJFR sejak tahun 2008 tersebut membagi tip 7 langkah untuk menerbitkan naskah dalam jurnal ilmiah yaitu:

  1. Jangan terburu-buru mengirimkan artikel untuk publikasi.
  2. Pilih target publikasi jurnal yang sesuai.
  3. Baca terlebih dahulu tujuan dan ruang lingkup serta pedoman penulisan jurnal dengan cermat.
  4. Buat kesan pertama yang baik tentang judul dan abstrak Anda.
  5. Miliki tim editing yang profesional (bukan hanya mengoreksi) naskah, tetapi juga termasuk teks utama, daftar referensi, tabel dan gambar.
  6. Kirimkan surat pengantar berikut naskah yang akan direview.
  7. Respon komentar reviewer secara hati-hati. 

Haruni juga menjelaskan bahwa pengelolaan jurnal melibatkan eksternal peer-reviewer. Beberapa manuskrip atau naskah sering kali ditolak oleh reviewer. Haruni mengungkap kadang kala naskah ditolak secara instan karena tidak memiliki kebaruan, hanya karya deskriptif, tidak menarik (tidak mengarah ke manapun) dan desain penelitian tidak sesuai. 

“Jangan baper ketika naskah ditolak,”pesan Haruni. “Perlu trik ketika naskah ditolak,” lanjutnya. 

Selanjutnya Haruni membagikan pengalamannya ketika naskahnya ditolak pada jurnal internasional namun akhirnya dapat terbit dan saat ini justru menjadi artikel dengan jumlah sitasi yang tinggi. Haruni menjelaskan bahwa penulis masih bisa memanfaatkan kesempatan dengan merespon komentar reviewer dengan hati-hati dan menjelaskan bahwa riset tersebut penting dengan tetap mengakomodir saran dan masukan dari reviewer

Sebagai lanjutan seri perdana ini, seri kedua pendampingan ini akan diselenggarakan pada minggu pertama Juni 2020, dengan fasilitator Dr. Hesti Lestari Tata dan Prof. (Ris). Dr. Dr. Sri Suharti, peneliti pada Puslitbang Hutan. 

Baca juga: Agenda FORDA Talks BLI 

Layanan Internal, Menjangkau Eksternal 

FORDA Talks Special  kali ini awalnya hanya untuk peneliti lingkup BLI, namun ternyata menarik minat peserta luar BLI. Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Evaluasi Diseminasi, Publikasi dan Perpustakaan, Dr. Yayuk Siswiyanti selaku moderator. Yayuk mengatakan bahwa jumlah peserta yang registrasi sebanyak 155 orang dan lebih dari 25% diantaranya berasal dari luar BLI terdiri dari eselon I lain lingkup KLHK, perguruan tinggi, dinas lingkungan hidup, lembaga litbang lain maupun dari swasta. 

FORDA Talk Special merupakan bentuk pelayanan BLI dengan  jangkuan luar BLI dalam membahas jurnal internasional di era digital,” ujar Yayuk.  Lebih lanjut Yayuk mengatakan kegiatan akan dilaksanakan rutin tiap minggu dan terbuka bagi siapa saja. Pengalaman pengelolaan jurnal bereputasi global IJFR sangat berharga dan para peserta dapat mengambil manfaat sebanyak-banyaknya. Para fasilitator akan mendampingi penulisan naskah sampai bisa submit dan publish pada jurnal internasional. 

Antusiasme peserta yang tinggi terlihat ketika sesi diskusi dan tanya jawab membutuhkan waktu yang lebih banyak, kegiatan yang dijadwalkan hanya 1,5 jam sehingga berlangsung hampir 3 jam. Peserta dari berbagai satker BLI memberikan pertanyaan terkait pengalaman dan trik dalam penulisan jurnal internasional. 

“Materi dan diskusi sangat menarik, inspiratif, dan mampu menumbuhkan rasa percaya diri peneliti bahwa menulis di jurnal internasional itu adalah sesuatu yang dapat direalisasikan," komentar Sri Lestari, peneliti dari BP2LHK Palembang melalui aplikasi percakapan online.   

Apresiasi penyelenggaraan kegiatan dari peserta juga terlihat dengan banyaknya komentar pada group chat virtual meeting.  Salah satu peserta, Alamsyah dari BPKH BPKH Wilayah XXII Kendari menulis komentar “Terima kasih atas sharing ilmunya Bu, semoga bisa menjadi boosting spirit buat menulis.” (TS).

 

Unduh materi Seri I

Informasi lebih lanjut:

Sub Bagian Diseminasi, Publikasi dan Perpustakaan

Bagian Evaluasi, Diseminasi dan Perpustakaan, Sekretariat BLI

Narahubung: Tutik Sriyati (WA 0813-1126-5476, email: libforda@yahoo.com)