Dientry oleh Risda Hutagalung - 20 February, 2020 - 71 klik
BLI KLHK Siap Dukung Inisiasi Kerja Sama Pengelolaan Mangrove Indonesia – UEA

P3H (Bogor, Februari 2020) _Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Agus Justianto menyatakan komitmennya siap mendukung kerja sama pengelolaan dan konservasi mangrove yang sedang diinisiasi pemerintah Indonesia dengan pemerintah Uni Emirat Arab. Hal ini disampaikannya mewakili KLHK dalam pertemuan Kementerian/Lembaga terkait dengan delegasi UEA di Jakarta (18/2/2020).

“Dengan Iptek yang dimiliki, KLHK melalui Badan Litbang dan Inovasi siap mendukung kerja sama ini,” ujar Agus di hadapan delegasi UEA, perwakilan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomar dan Investasi), Kementerian Luar Negeri, LIPI, dan BIG yang hadir.

Sebelumnya, Plh. Deputi Koordinator Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kemenkomar dan Investasi, Nani Hendiarti menyampaikan target kerja sama yang akan dicapai antara lain bentuk persemaian mangrove, konservasi mangrove, rehabilitasi mangrove, dan peningkatan kapasitas serta penelitian dan pengembangan.

Beberapa peluang kerja sama lainnya yang juga mengemuka dalam pertemuan ini diantaranya terkait studi fisiologi dari mangrove, Blue Carbon, pertukaran pelajar dan kesempatan sekolah tingkat master dan doktor, restorasi mangrove (teknologi, metode, alat), panduan dan kriteria untuk restorasi mangrove, edukasi mangrove, ekowisata mangrove, serta publikasi dan diseminasi (workhsop, expo).

Pada kesempatan itu, Mr. Ahmed Al Hashmi, pimpinan delegasi UEA menuturkan bahwa luas mangrove di Abu Dabi adalah 0,45 persen dari luas mangrove di Indonesia, dengan jenis yang sangat terbatas yaitu Avicennia marina. "Keterbatasan jenis ini dikarenakan tingkat salinasi dan tingkat kepanasan laut yang tinggi," jelasnya.

Melengkapi agenda Delegasi UEA di Indonesia, keesokan harinya (19/2/2020) dilakukan kunjungan ke hutan mangrove di Desa Karangsong, Indramayu. Lokasi ini merupakan salah satu Pusat Riset Mangrove yang telah diresmikan oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya tahun 2018 lalu.

Disambut para pelajar sekolah dasar, para delegasi UEA menikmati ekowisata mangrove yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan Pantai Lestari Masyarakat Karangsong sejak tahun 2008. Kegiatan wisata ini dimulai dari menyusuri sungai, berjalan di tengah hutan mangrove, mengamati satwa liar burung, hingga menikmati minuman olahan dari tanaman mangrove Sonneratia sp.

Di lokasi ini juga dilakukan penandatanganan Minutes of Meeting (MoM) antara Kemenkomar dan Investasi dengan delegasi UEA. Tidak ketinggalan, para delegasi juga melakukan penanaman pohon mangrove sebagai dukungan nyata terhadap konservasi mangrove.

Selain itu, hadir para guru dan pelajar sekolah dasar lingkup Kabupaten Indramayu yang telah menerapkan kurikulum pendidikan mangrove. Sebagaimana diketahui, kurikulum pendidikan mangrove merupakan inovasi peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (Puslitbanghutan) Badan Litbang dan Inovasi KLHK, Prof. Riset Hendra Gunawan bersama para mitra, yang telah mendapat rekor MURI pada tahun 2018.

Kepada delegasi UEA, masyarakat lokal juga mempromosikan berbagai produk dari mangrove, seperti sirup dari Soneratia sp (Pidada), kue bolu dari Avicennia sp, kopi mangrove dari karandang dan lain-lain. Selama kunjungan, delegasi UEA terlihat sangat antusias dan terlihat sangat tertarik pada produk-produk dari mangrove.

"Kami sangat senang melihat mangrove ini, begitu banyak jenis, sangat bagus, dan ini harus diketahui oleh seluruh dunia. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung konservasi mangrove ini, kepada masyarakat yang telah membangun ekonomi dan ekosistem mangrove, serta kepada para pendidik yang telah sangat berperan dalam edukasi mangrove," tutur Ahmed mengakhiri kunjungannya.

Turut hadir mendampingi delegasi UEA dalam kunjungan ini, Kepala Puslitbanghutan BLI KLHK, Kepala Dinas LH Kabupaten Indramayu, perwakilan Ditjen KSDAE KLHK, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, PT. Pertamina VI, dan kelompok masyarakat setempat.***