Dientry oleh Dyah Puspasari - 20 February, 2020 - 696 klik
Merintis Kerja Baru Bareng Parlemen

BLI (Jakarta, Februari 2020)_Memanggil peran konkrit iptek dan inovasi di tapak, DPR RI Komisi IV menyuarakan untuk melakukan sinergi agenda legislatif dengan inovasi lingkungan hidup dan kehutanan (LHK). Hal ini mengemuka dalam Rapat Kerja (Raker) DPR RI Komisi IV dengan Menteri LHK di Jakarta (19/2). 

Mengemban amanah menindaklanjuti aspirasi rakyat dalam bidang pertanian, LHK, dan perikanan, DPR Komisi IV menggandeng Badan Litbang dan Inovasi (BLI) untuk membangun program bersama pemberdayaan masyarakat di tingkat tapak. Pembangunan tapak dipandang sangat penting, mengingat masih terdapat desa tertinggal sebanyak 14.461 desa (19,17%), dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 25,14 juta penduduk dari 263,9 pendududuk Indonesia (10%), dimana 12,85% berada di desa (area rural) (BPS, 2019). 

Rencana kerja dan program jangka pendek 2020 serta jangka menengah 2020-2024 mulai diformulasikan. Mengusung tema “Membuka Kesempatan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat melalui Sinergi Legislatif dan Inovasi LHK”, DPR Komisi IV dan BLI akan melakukan pendampingan iptek dan inovasi pada zona-zona agroecological untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. 

Dokumen usulan program bersama tersebut diserahkan oleh Dr. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari Dess, M.Sc., anggota DPR Komisi IV kepada Dr. Agus Justianto, Kepala BLI, dalam rangkaian rapat kerja, disaksikan oleh Menteri LHK dan pimpinan Komisi IV. Dokumen tersebut sebagai mandat dari Komisi IV kepada BLI-KLHK. 

“Badan Litbang agar meningkatkan koordinasi antara kehutanan, pertanian dan perikanan, serta merencanakan program konkrit,” pesan Dr. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari Dess, M.Sc., anggota DPR Komisi IV. 

“Kami mengapresiasi Komisi IV yang mendukung litbang. Usulan agenda tersebut akan kami tindaklanjuti,”ucap Dr. Siti Nurbaya, Menteri LHK, menyambut dukungan Komisi IV tersebut. 

Program ini dirancang melekat pada agenda pemerintah dengan arahan DPR RI Komisi IV. Dalam pelaksanaannya BLI dan Komisi IV akan menjalin kerjasama dan sinergi antara lain dengan pemerintah daerah dan swasta. 

Didesain dengan prinsip partisipatif dan mengungkit hal kecil yang berdampak tinggi (participatory, small things, high impacts), dalam pelaksanaannya akan dilakukan langkah-langkah strategis. Beberapa diantaranya adalah diseminasi inovasi terbaru, melakukan pendampingan pada inisiatif ramah lingkungan, membuka dialog dan kesempatan bagi masyarakat, menyuarakan kepentingan masyarakat dalam agenda legislatif, menggali persoalan lapangan dan menemukan solusi, serta memastikan program tidak hanya terkirim (sent) melainkan juga diterima dengan baik (delivered). 

Fokus program antara lain akan pada pengelolaan sampah, antisipasi banjir dan longsor, rumah tangga iklim, kampung wisata, pasokan air baku konsumsi rumah tangga, sudut pustaka LHK desa, nutrisi dan keamanan pangan, green school, green smart village, bio sanita, sentra industri rumah tangga, serta rumah bisnis. Komunitas target selain masyarakat, juga memperkuat pelibatan gender, anak sekolah, pemuda (youth), termasuk tokoh masyarakat. Semuanya akan dilakukan di tingkat tapak.*(YS & DP)

Foto (drone): Salah satu perkampungan di Kabupaten Bogor, oleh Sekretariat BLI