Dientry oleh Dyah Puspasari - 18 February, 2020 - 1242 klik
Terindeks Scopus, IJFR Makin Bereputasi

BLI (Bogor, Februari 2020)_Indonesian Journal of Forestry Research (IJFR), jurnal ilmiah Badan Litbang dan Inovasi (BLI), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sejak 4 Februari 2020 secara resmi telah terindeks Scopus. Hal ini mengukuhkan posisi IJFR sebagai jurnal ilmiah terindeks global bereputasi tinggi, setelah pada 2017 lalu dinyatakan sebagai Jurnal Ilmiah Bereputasi Internasional oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). 

Baca juga: IJFR Berhasil Raih Status Jurnal Internasional 

Scopus merupakan pangkalan data abstrak dan sitasi terbesar dunia dari literatur penelitian peer-review, serta lembaga pengindeks global bereputasi tinggi yang dimiliki oleh penerbit terkemuka dunia, Elsevier. Scopus menyediakan sistem penilaian untuk mengukur dampak signifikan yang dimiliki sebuah jurnal ilmiah. 

“Ini menjadi kebanggaan kita, karena IJFR akan diakses banyak pihak di tingkat global,” ujar Dr. Agus Justianto, Kepala BLI (12/2). Capaian ini menurut Agus, merupakan prestasi di tingkat internasional dan juga global, sekaligus tantangan bagi para peneliti dan jajaran BLI untuk memanfaatkan jurnal tersebut dengan mengisi sebanyak-banyaknya jurnal ilmiah. 

“Saya berharap, dengan IJFR sudah terindeks Scopus, akan menambah minat para peneliti untuk menulis,” pungkasnya. 

Kunjungi: Indonesian Journal of Forestry Research (IJFR) 

Jurnal terindeks memungkinkan tingkat akses metadata jurnal semakin tinggi oleh pengguna. Indeks sitasi seperti yang dilakukan Scopus, tidak hanya mencakup metadata dari jurnal (judul artikel, abstrak, penulis, dll), melainkan juga melacak sitasi dari artikel. Indeks sitasi ini merupakan indeks yang paling diinginkan oleh para penulis karena menganugerahkan Impact Factor (IF) dari jurnal. 

“Artikel-artikel yang diterbitkan dalam IJFR cukup banyak disitasi dalam jurnal-jurnal yang sudah diindeks Scopus,”jelas Tim Evaluasi Scopus melalui email (4/2). Dijelaskan mereka bahwa IJFR telah menjalani proses review oleh Scopus Content Selection and Advisory Board (CSAB) dan memenuhi kriteria untuk diindeks dalam Scopus. 

“Selamat terindeks Scopus. Enam bulan masuk metadata Scopus, 6 bulan -1,5 tahun masuk The SCImago Journal & Country Rank (SJR), ”ucap Dr. Lukman, S.T., M.Hum., Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Jurnal Ilmiah, Deputi Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), saat dihubungi melalui telepon genggamnya. 

SJR adalah portal yang mencakup jurnal-jurnal dan indikator ilmiah negara yang dikembangkan dari informasi yang terkandung dalam basis data Scopus (Elsevier B.V.). Indikator-indikator ini dapat digunakan untuk menilai dan menganalisis bidang ilmiah serta menunjukkan visibilitas dari jurnal-jurnal yang terdapat dalam basis data Scopus tersebut. 

Lebih lanjut Lukman menjelaskan bahwa capaian tersebut akan mendapat penghargaan dari Kemenristek, serta menaikkan peringkat IJFR di Science and Tecnology Index (SINTA) yang dikembangkan oleh Kemenristek. 

“Saya naikkan grade ke peringkat 1,”tegasnya. 

Menurut data SINTA, sebagai pusat indeks, sitasi, dan informasi kepakaran berbasis web yang terbesar di Indonesia, saat ini terdapat 61 jurnal terbitan Indonesia yang sudah terindeks Scopus dan masuk dalam kategori peringkat 1 (SINTA 1, S1).  IJFR yang saat ini berada pada kategori peringkat 2 (SINTA 2, S2) akan segera menjadi kategori S1.  

Sementara berdasarkan pantauan pada laman SJR, Indonesia saat ini menduduki peringkat 48 dari 239 negara  dengan 38 jurnal Indonesia terindeks Scopus yang sudah masuk dalam SJR.  Jurnal-jurnal kategori S1 lainnya dalam SINTA sedang dalam proses masuk dalam SJR yang membutuhkan waktu sekitar 6 bulan -1,5 tahun sejak diterima oleh Scopus. 

Indonesian Journal of Forestry Research, merupakan jurnal ilmiah BLI-KLHK, dengan kebijakan akses terbuka yang mencakup aspek penelitian kehutanan secara luas yang berkontribusi pada ilmu pengetahuan dan implementasinya. Salah satu fokus IJFR yaitu membangun keunikan sains hutan tropis Indonesia namun terbuka untuk para penulis baik dari dalam dan luar Indonesia.  Selain telah terindeks Scopus, IJFR juga telah terindeks oleh DOAJ, CABI, Google Schoolar, cross ref, SINTA, Indonesia One Search (IOS), dll.*(DP & TS)

Note:
Foto (drone) Hutan Bulukumba, Sulawesi Selatan (2019) oleh Sekretariat BLI

Penulis : Dyah Puspasari & Tutik Sriyati