Dientry oleh Risda Hutagalung - 12 February, 2020 - 257 klik
Percepat RHL, Menteri LHK Minta Laboratorium DAS dan Persemaian Permanen Terintegrasi

Balitek DAS (Solo, Februari 2020) _Untuk mempercepat proses rehabilitasi hutan dan lahan berbasis penelitian dan pengembangan di DAS Solo, dalam arahannya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar meminta agar integrasi antara laboratorium Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) dengan Persemaian Permanen yang dikelola oleh Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Solo segera ditingkatkan.

“Antara Laboratorium Tanah dan Hidrologi Balitek DAS serta Persemaian Permanen BPDAS-HL Solo sebaiknya dijadikan satu manajemen sehingga menjadi Laboratorium DAS Terintegrasi,” ujar Menteri Siti dalam kunjungannya ke Laboratorium Tanah dan Air Balitek DAS di Solo, Senin (10/2/2020).

Sebelumnya, Kepala Balitek DAS, Gunawan menyampaikan bahwa saat ini Balitek DAS memiliki dua laboratorium yaitu Laboratorium Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (Lab PJ dan SIG) dan Laboratorium Tanah dan Hidrologi. Lab ini telah menghasilkan beberapa teknologi yang dapat mendukung kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan diantaranya: Teknologi Pemetaan Kesesuaian Lahan Berdasarkan Jenis Tanaman (Jati, Sengon, Akasia, Mahoni, Agathis dan jenis lain); Teknologi Monitoring dan Evaluasi Kinerja DAS; Teknologi Pengendalian Erosi Jurang; Teknologi Mitigasi Banjir, Tanah Longsor dan Banjir Bandang; serta Teknologi Monev DAS dengan Data Minimal.

“Balitek DAS juga didukung oleh SDM yang mumpuni di bidang rehabilitasi lahan dan konservasi tanah yaitu sebanyak 31 orang peneliti. Masing-masing peneliti memiliki keahlian yang beragam seperti ilmu tanah, hidrologi, konservasi, silvikultur, penginderaan jauh dan keahlian lainnya,” jelas Gunawan kepada Menteri Siti yang juga didampingi Wakil Menteri, Alue Dohong. 

Pada kesempatan yang sama, Suratman, Kepala BPDAS-HL Solo menyampaikan bahwa produksi bibit persemaian permanen saat ini mencapai kurang lebih 1,3 juta bibit per tahun dengan berbagai macam jenis pohon. 

“Agar distribusi pohon lebih efektif dan tepat sasaran, BPDAS-HL membutuhkan dukungan riset dari Balitek DAS terutama di bidang kesesuaian lahan untuk jenis-jenis tanaman konservasi baik tanaman pohon berkayu maupun tanaman buah,” ujar Suratman. “Selain itu, BPDAS-HL juga memerlukan rekomendasi lokasi yang tepat untuk dilakukan kegiatan konservasi sipil teknis guna penanggulangan erosi jurang,” tambahnya.***

Penulis : Tim website