Dientry oleh Risda Hutagalung - 03 February, 2020 - 623 klik
Wamen LHK: Miliki Arboretum dan Iptek Dipterokarpa, B2P2EHD Strategis Dukung IKN Baru Berkonsep Forest City

B2P2EHD (Samarinda, Februari 2020) _Dengan pengalaman membangun arboretum dengan jenis-jenis dipterokarpa dan khas Kalimantan lainnya, disertai Iptek terkait konservasi, budidaya, pemuliaan, serta pemahaman akan pemulihan hutan dipterokarpa, menurut Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong, peran Balai Besar Litbang Ekosistem Hutan Dipterokarpa (B2P2EHD) strategis untuk mendukung Ibu Kota Negara (IKN) baru yang berkonsep Forest City dan Smart City.

“Arboretum ini dapat menjadi salah satu inspirasi arboretum dan hutan yang akan dibangun di IKN baru,” ujar Wamen Alue Dohong  saat berkunjung ke Arboretum Sempaja B2P2EHD di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (2/2/2020).

Wamen menyatakan sangat terkesan dengan kondisi miniatur hutan alam, dengan segala keunikan jenis dipterokarpa endemik Kalimantan. Menurutnya, kondisi ekosistem hutan di sana dengan nyanyian-nyanyian alamnya, telah menyerupai kondisi hutan alami. Sehingga selain untuk kepentingan riset dan edukasi yang telah dikembangkan oleh B2P2EHD, Wamen merekomendasikan arboretum ini sebagai healing forest bagi masyarakat yang berkunjung.

Sebagai informasi, arboretum ini adalah miniatur dari hutan hujan tropis dengan ragam spot menarik dengan luas 2,5 ha yang dibangun sejak 1986. Untuk kepentingan kunjungan di dalam kawasan tersedia track sepanjang 842 meter dengan kelerengan sampai dengan 40°. Lokasi ini merupakan salah satu destinasi unggulan dalam paket wisata ilmiah/widya wisata yang dikembangkan B2P2EHD sejak tahun 2017 lalu.

Kunjungan di Arboretum Sempaja ini merupakan rangkaian dari kunjungan Wamen LHK di Kalimantan Timur pada 31 Januari hingga 2 Februari 2020 di Kalimantan Timur. Dalam kunjungannya ke B2P2EHD Wamen Alue Dohong didampingi Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK Agus Justianto dan Staf Khusus Menteri Bidang Media Komunikasi LHK. Rombongan disambut oleh keluarga besar karyawan/ti B2P2EHD.

Pada kesempatan ini Wamen LHK beserta rombongan melakukan penanaman di arboretum.  Jenis yang ditanam adalah Shorea mecistopteryx yang merupakan jenis eksotik Kalimantan yang mempunyai nilai komersial tinggi tetapi sudah mulai terancam kelestariannya di alam. Jenis ini dikenal dengan nama tengkawang, yang semakin dikenal karena mempunyai nilai hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang tinggi dari buahnya, sehingga banyak dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

Penanaman ini menambah koleksi jenis arboretum yang telah mencapai sedikitnya 2.000 dengan 80 jenis pohon. Pada setiap pohon dalam arboretum ini dilengkapi dengan barcode, sehingga dengan mudah bisa diketahui identitas dan karakteristik jenis pohon melalui teknologi QR Code yang berbasis android. 

Selanjutnya, kepada rombongan Wamen disajikan hasil-hasil Iptek yang telah dihasilkan oleh para peneliti B2P2EHD, seperti pengembangan kemitraan, konservasi dan pemuliaan dipterokarpa, rehabilitasi lahan bekas tambang serta produk-produk HHBK dari dipterokarpa dan tanaman herbal.

B2P2EHD sebagai salah satu unit pelaksana teknis Kementerian LHK memiliki core riset menjadi pusat keunggulan Iptek (PUI) Pengelolaan Ekosistem Hutan Dipterokarpa yang merupakan tipe hutan dominan di Pulau Kalimantan. Tujuan akhirnya mendorong penyediaan Iptek tersebut untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di dalam dan sekitar hutan.***