Dientry oleh Risda Hutagalung - 29 January, 2020 - 94 klik
Wamen LHK: Informasi Ilmiah Sangat Strategis Mendukung Kebijakan

Bogor, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa, 28 Januari 2020.
Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong pada Selasa (28/01/2020) mengunjungi Kampus Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK yang ada di Gunung Batu Bogor. Kedatangan Wamen Alue Dohong kali ini bertujuan untuk melihat langsung suasana kampus BLI yang asri serta hasil kerjanya dalam mendukung setiap pengambilan keputusan pemerintah. 
 
Kepala BLI KLHK, Agus Justianto menyambut kedatangan Wamen Alue Dohong dan menyampaikan kepada Wamen Alue Dohong bahwa Kampus BLI Gunung Batu merupakan pusat penelitian yang sangat bersejarah. Bangunannya sendiri sudah dibangun sejak tahun 1892, dan resmi menjadi pusat penelitian sejak tahun 1913. "Banyak peninggalan terkait kehutanan yg cukup tua dan terawat dengan baik di kampus BLI Gunung Batu ini", tutur Agus Justianto.
 
BLI KLHK sendiri memiliki empat pusat penelitian antara lain Pusat Penelitian dan Pengembangan (puslitbang) Hutan, Puslitbang Hasil Hutan, Puslitbang Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim, serta Puslitbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan yang ada di Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Selain empat pusat penelitian tersebut, terdapat juga beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) berupa balai penelitian yang ada di beberapa wilayah Indonesia.
 
Dalam visitasinya, Wamen LHK, Alue Dohong menyempatkan melihat beberapa lokasi yang ada di Kampus BLI Gunung Batu ini. Beberapa tempat atau fasilitas yang ditinjau adalah lokasi penangkaran rusa, herbarium botani hutan, laboratorium persemaian dan koleksi tanaman hutan tropis, laboratorium mikrobiologi atau ndonesian Tropical Forest Culture Collection (INTROF-CC), perpustakaan kayu hutan atau Xylarium Bogoriense, serta Teras Inovasi yang memamerkan berbagai produk hasil penelitian dan inovasi dari para peneliti.
 
Wamen Aleu Dohong terkesan dengan kampus BLI Gunung Batu ini, baik suasananya yang asri, juga hasil kinerja yang sangat baik dari para peneliti kehutanan. Wamen Alue Dohong menerangkan bahwa KLHK dalam setiap kebijakannya, selalu didasari dengan informasi ilmiah yang benar. Maka dari itu, BLI KLHK memegang peranan yang strategis dalam setiap pengambilan keputusan.
 
"Tanpa scientific information yang benar, kabijakan akan kurang tepat. Selain menyangkut kebijakan, scientific information dari BLI juga penting untuk implementasi di lapangan", terang Wamen Alue Dohong.
 
Wamen Alue Dohong juga mengingatkan kepada Kepala BLI KLHK dan para stafnya untuk tidak bekerja sendiri. "Presiden menekankan untuk kerja lintas sektoral, tidak boleh sendiri-sendiri", ucap Wamen Alue Dohong.
 
Dirinya berterima kasih dan memberikan apresiasi, karena semua eselon I di KLHK telah saling bekerja sama, khususnya BLI yang telah memberikan dukungan penelitiannya dalam berbagai program nasional.
 
Setelah mengunjungi Kampus BLI KLHK di Gunung Batu, Bogor, Wamen LHK dan Kepala BLI mengunjungi Puslitbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan yang ada di Serpong. Rencananya, di Puslitbang ini akan didirikan laboratorium untuk penelitian Merkuri. Keberadaan laboratorium ini sangat penting untuk mendukung upaya pemerintah dalam pengurangan dan penghapusan penggunaan merkuri di Indonesia. Pada tahun 2021, Perundingan Internasional tentang Merkuri atau yang dikenal dengan Conference of the Parties (COP) Minamata akan diselenggarakan di Indonesia.(*)