Dientry oleh Risda Hutagalung - 07 January, 2020 - 443 klik
Rekomendasi dan Solusi DAS Hulu - Hilir Balitek DAS-BLI Terkait Banjir Jakarta

Balitek DAS–BLI (Solo, Januari 2020) _Menanggapi bencana banjir di Jakarta dan sekitarnya yang terjadi di awal tahun 2020 lalu, Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) - Badan Litbang dan Inovasi (BLI) – Kementerian LHK, Rabu (2/1/2020) melakukan analisis yang menghasilkan beberapa rekomendasi dan solusi terkait DAS hulu hingga hilir. 

Hasil analisis menyimpulkan bahwa kejadian banjir di Jakarta merupakan kejadian yang berulang. Banyak cara telah dilakukan, seperti perbaikan saluran drainase dan rehabilitasi DAS di hulu tetapi belum membuahkan hasil yang memuaskan.  

Terkait penyebabnya, disimpulkan, banyak hal yang menjadi faktor, antara lain karena daerah resapan di Jakarta makin berkurang, kurangnya kesadaran masyarakat dalam melakukan konservasi tanah dan air, dan adanya penurunan muka tanah antara 0,18 – 2,45 cm/tahun. 

Selain itu, belum optimalnya pelaksanaan dan penegakan aturan yang berkaitan dengan lingkungan hidup, sungai, DAS, dan konservasi tanah dan air juga jadi penyebab banjir awal tahun itu. Keadaan tersebut diperparah dengan bentuk lahan daerah Jakarta yang berupa dataran rendah sehingga 40% wilayah Jakarta berada di bawah muka air laut. 

"Kondisi tersebut dipicu intensitas hujan yang tinggi di daerah Jakarta sehingga sering kebanjiran. Berdasarkan data BMKG, pada tanggal 1 Januari 2020, curah hujan di beberapa tempat mencapai lebih dari 300 mm/hari. Padahal curah hujan harian di Jakarta 100 mm saja pada tahun 2001 telah menyebabkan banjir. Dengan demikian dipastikan bahwa curah hujan harian 300 mm membuat banjir di Jakarta dan bisa menyebar ke beberapa wilayah," kata Dr. Irfan B. Pramono, M.Sc., Peneliti Balitek DAS. 

Lebih lanjut, Irfan menyatakan bahwa pada dasarnya hutan bermanfaat untuk mengurangi terjadinya banjir pada intensitas hujan tertentu. Apabila intensitas hujan telah melebihi 65 mm/kejadian hujan, maka penutupan hutan sudah tidak dapat menahan banjir. 

Terkait hasil tersebut, Balitek DAS memberikan beberapa rekomendasi dalam mengurangi kejadian banjir di Jakarta yaitu pentingnya konservasi air dan tanah yang bertujuan untuk penyerapan air ke dalam tanah sebanyak-banyaknya. Pemanfaatan riparian atau zona peralihan antara sungai dan daratan yang dimanfaatkan untuk tanaman di tepi sungai, sosialisasi dan pendidikan dini untuk perilaku sadar lingkungan bagi masyarakat juga direkomendasikan. 

Rekomendasi lainnya, yaitu pembangunan sistem tata kelola sampah mulai dari tingkat RT, pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan sampah, penerapan insentif dan disinsentif terhadap upaya pengelolaan lingkungan serta konservasi tanah dan air, dan penegakan aturan yang berkaitan dengan lingkungan hidup, sungai, DAS, serta konservasi tanah dan air. 

Selain itu, Balitek DAS juga memberikan solusi yang bisa dilakukan untuk setiap wilayah DAS. Solusi untuk di daerah hulu DAS dilakukan dengan: 1) Pembangunan rorak (jebakan air), 2) Pembangunan Embung, 3) Sumur resapan dan biopori (untuk kelerengan yang kurang dari 25%), 4). Dam penahan, dan 5). Dam Pengendali. 

Sementara itu, solusi di bagian tengah DAS melalui: 1) Pembangunan Riparian zone, 2) Sumur resapan (khusus DAS Ciliwung), 3) Revitalisasi Situ, dan 4) Kolam penampungan di pinggir sungai. Sedangkan solusi di daerah hilir DAS dapat melalui cara: 1) perbaikan saluran drainase, dan 2) pembangunan polder. 

"Penanganan kejadian dan dampak banjir di Jakarta tidak bisa dilakukan secara sepihak, tetapi harus secara simultan oleh semua pihak terkait dalam upaya struktural dan non struktural," pungkas Irfan. 

Terkait itu, dalam arahannya, Kepala Balitek DAS berharap hasil analisis ini menjadi kontribusi nyata instansi yang dipimpinnya dalam menjawab persoalan yang ada. 

"Kejadian ini menjadi hot issue saat ini. Ini menjadi tugas kita sebagai salah satu lembaga PUI (Pusat Unggulan Iptek) mitigasi bencana berbasis DAS untuk menganalisis dan memberikan rekomendasi atas kejadian ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini nanti bisa menjadi kontribusi Balitek DAS kepada BLI maupun KLHK dalam menjawab isu yang ada," kata Ir. Gunawan Hadi Rahmanto, M.Si.***

Foto ilustrasi: Gang-gang kecil sekitar Tanjung Anom selalu menjadi langganan banjir karena letaknya yang cekung

 

Penanggungjawab:

Kepala Balai Litbang Teknologi Pengelolaan DAS

Ir. Gunawan Hadi Rahmanto, M.Si - 08125315787

E-mail: gunawan_litbang@yahoo.co.id

Website : http://dassolo.litbang.menlhk.go.id

Jl. Jend. A. Yani Pabelan Kotak Pos 295, Surakarta 57012, Telp. 0271 - 716709, Fax. 0271 – 716959

 

Informasi lebih lanjut:

Kepala Bagian Evaluasi, Diseminasi dan Perpustakaan - Sekretariat Badan Litbang dan Inovasi

Dr. Yayuk Siswiyanti - 081385872163