Dientry oleh Muhamad Sahri Chair - 30 December, 2019 - 249 klik
Dukungan BLI terhadap Early Warning System Bencana Lingkungan Kalimantan Timur

Balitek KSDA (Jakarta, Desember 2019)_Dalam rangka mendukung Early Warning System pengelolaan lingkungan hidup di Provinsi Kalimantan Timur, Badan Litbang dan Inovasi (BLI) melalui Pusat Litbang Kualitas, Laboratorium dan Lingkungan (P3KLL) menyerahkan mobil laboratorium ke unit kerja BLI yang berlokasi di Kalimantan Timur. Unit kerja BLI yang menerima mobil laboratorium tersebut adalah Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Konservasi Sumberdaya ALam (Balitek KSDA) Samboja.

Balitek KSDA Samboja menerima penyerahanan 1 (satu) unit mobil laboratorium secara simbolis di halaman kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta 23/12. Penyerahaan mobil laboratorium tersebut dilakukan oleh Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Dr. Agus Justianto, didampingi oleh Kepala P3KLL, Herman Hermawan. Mobil laboratorium yang diterima oleh Balitek KSDA ini nantinya akan digunakan untuk mendukung pengelolaan lingkungan hidup di Provinsi Kalimantan Timur. Selain Balitek KSDA, mobil laboratorium juga diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Banten, Jawa Timur, Sumatera Selatan dan juga Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera, Provinsi Riau.

Sebelumnya, Kepala BLI yang membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Siti Nurbaya, mengatakan bahwa laboratorium lingkungan akan menjadi ujung tombak untuk meyediakan data-data yang diperlukan dalam pengelolaan lingkungan, mengingat wilayah geografis Indonesia yang luas. Mobil laboratorium merupakan salah satu inovasi KLHK untuk memberikan respon yang cepat terhadap kejadian ancaman pencemaran lingkungan dan kerusakan lingkungan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Sementara itu, Kepala Balitek KSDA, Dr. Ishak Yassir didampingi seketaris DLH Kab. Kutai Kartanegara menyatakan kedepan perlu dibangun sinergi yang kuat dari stakeholder terhadap pengoptimalan pemanfaatan mobil laboratorium ini baik di tingkat Provinsi maupun di tingkat Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Timur.

Menurut Ishak, mobil laboratorium ini diharapkan akan dapat mendukung dan meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup di Provinsi Kalimantan Timur terutama didalam merespon secara cepat terhadap pengaduan lingkungan hidup, pengendalian pencemaran lingkungan dan kerusakan lingkungan, dan pembinaan dan pengawasan izin lingkungan dan PPLH.