Dientry oleh Muhamad Sahri Chair - 27 December, 2019 - 426 klik
Menteri LHK Apresiasi Herbarium Wanariset Samboja

Balitek KSDA (Samboja, Desember 2019). “Herbarium ini adalah aset yang sangat berharga bagi kepentingan nasional. Tidak hanya sebagai aset kehutanan saja (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)", demikian disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, ketika mengunjungi Herbarium Wanariset, Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Konservasi Sumberdaya Alam (Balitek KSDA) di Samboja, Kalimantan Timur, 17/12.

Kunjungan Menteri LHK tersebut merupakan satu rangkaian dengan agenda kunjungan ke Persemaian Permanen BPDAS-HL Mahakam Berau, serta agenda peninjauan calon lokasi ibu kota negara bersama Presiden RI Joko Widodo.

Siti Nurbaya menyatakan kebanggaannya mempunyai Herbarium yang terawat dengan baik serta manajemen data informasi yang rapi. Selain melihat koleksi spesimen flora kalimantan yang ada, Menteri LHK yang akrab dipanggil Siti Nurbaya juga mencoba mengakses website herbarium yang sedang dikembangkan oleh Balitek KSDA sebagai e-herbarium pertama di Indonesia. E-herbarium ini berguna untuk penyebarluasan informasi koleksi spesimen yang ada, dan sebagai back up data koleksi spesimen fisik jika sewaktu-waktu mengalami kerusakan.

Selain itu, Kepala Balitek KSDA Dr. Ishak Yassir juga menyampaikan upaya penyebarluasan data informasi Herbarium Wanariset melalui sistem One Code WAN Data kepada Menteri LHK dan rombongan. Inisiatif Balitek KSDA tersebut mendapatkan apresiasi dari Siti Nurbaya, hal ini sejalan dengan keinginan Presiden Jokowi untuk membangun artificial intelligence (AI) dalam pelaksanaan sisem pemerintahanan. Siti Nurbaya berharap nantinya One Code Wan Data ini dapat diaplikasikan pada konsep forest city di lokasi rencana ibu kota negara baru.

Siti Nurbaya juga berpesan agar aset berupa data dan informasi mengenai flora Kalimantan ini dapat terus dijaga dan dikembangkan. “Dengan adanya herbarium ini, kedepan dapat membantu upaya penegakan hukum yang sedang giat dilaksanakan oleh Kementerian LHK. Selain itu, keberadaaan data flora yang ada akan sangat bermanfaat untuk menunjang kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) persiapan pembangunan ibu kota negara di Kaltim.” ujar Menteri LHK.

Dalam kunjungan tersebut, Siti Nurbaya didampingi oleh Sekretaris Jenderal LHK, Bambang Hendroyono, Direktur Jenderal Planalogi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Sigit Hardwinarto, (Plt) Inspektorat Jenderal LHK Ibu Laksmi Wijayanti, (Plt) Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai – Hutan Lindung, Hudoyo, serta beberapa Direktur lingkup KLHK, Kepala Pusat Pengendalian dan Pengelolaan Ekoregion Kalimantan, serta Kepala-Kepala UPT KLHK lingkup Provinsi Kaltim. Hadir juga mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menemui Menteri LHK di Ruang Rapat Balitek KSDA.