Dientry oleh Dyah Puspasari - 11 December, 2019 - 264 klik
BLI: Relevan, Akurat, Berkualitas

BLI (Jakarta, Desember 2019)_Relevan, akurat dan berkualitas. Tiga kata yang mengemuka dalam rumusan misi brand Badan Litbang dan Inovasi (BLI) yang dihasilkan dalam workshop Pembangunan Branding BLI Tahap II, di Jakarta (10/12). 

“Memproduksi pengetahuan dan inovasi yang relevan, akurat dan berkualitas untuk penguatan kebijakan nasional dan tata kelola lingkungan hidup dan tata kelola keanekaragaman hayati yang seimbang, berkeadilan dan berkelanjutan” 

Didukung oleh 20 unit kerja, puluhan hutan penelitian di seluruh Indonesia, ratusan artikel ilmiah yang diterbitkan setiap tahun serta para peneliti berkompeten dibidangnya, BLI telah berkontribusi nyata dalam pembangunan kehutanan nasional termasuk lingkungan hidup, sejak 1913. Brand BLI yang sedang dibangun saat ini menawarkan analisis cepat, inovasi relevan terkini dan solusi akurat yang komprehensif, sehingga BLI akan terus menjadi harapan bagi pembangunan nasional berkelanjutan. 

“Pembangunan branding ini sangat-sangat luar biasa penting,” tegas Dr. Sylvana Ratina, Sekretaris BLI, dalam sambutannya saat membuka workshop. Hal ini terutama karena diseminasi hasil juga merupakan tugas pokok dan fungsi yang diemban BLI, selain melakukan penelitian dan pengembangan bidang lingkungan hidup dan kehutanan (LHK). Badan Litbang dan Inovasi dituntut mampu menunjukkan eksistensinya dalam kinerja LHK. 

Setiap unsur BLI, menurut Sylvana, mempunyai tugas mendiseminasikan hasil karya BLI, baik kepada pengguna internal dan eksternal KLHK. “Apalagi di era ini, kita harus cepat-cepat memberikan respon proaktif dan progresif, ”lanjutnya. 

Dalam workshop yang dihadiri anggota komite branding BLI tingkat Pusat dan Balai ini, melalui proses partisipatif, berhasil dirumuskan berbagai komponen penting pembangunan branding BLI. Sasaran audiens, misi, para pesaing, elemen brand (bentuk, warna, huruf dan tagline), kualitas dan manfaat brand, serta voice, message dan personality brand BLI dihasilkan dari workshop ini, termasuk menyusun latihan strategi komunikasi. 

“Proses partisipatif ini sangat menarik untuk meningkatkan kapasitas bersama tentang branding,” ungkap Dani Munggoro, fasilitator workshop dari Inspirasi Tanpa Batas. Melalui proses ini, menurut Dani, pihak lembaga akan memahami akar atau filosofi branding yang sedang dibangunnya. 

Dari proses partisipatif tersebut, terdapat 6 sasaran yang berhasil diidentifikasi yaitu para pengambil kebijakan setingkat menteri, parlemen, direktur jenderal (sasaran premium), milenial dan zilenial (sasaran masa depan), akademisi, bisnis, petani dan komunitas NGO/LSM. Penetapan sasaran ini sangat penting karena menentukan strategi komunikasi yang akan diterapkan untuk menjalankan misi dan mencapai visi. 

Sementara bentuk brand BLI dihasilkan dari setiap peserta yang bersama-sama menuangkan imajinasinya tentang visual BLI dalam bentuk simbolik. Simbol search yang menggambarkan penelitian, simbol lampu sebagai inovasi, simbol pohon dan daun yang mencerminkan kehutanan, simbol lingkaran/bumi sebagai lingkungan hidup, adalah yang paling banyak muncul dari setiap peserta.  Ini kemudian menjadi inspirasi untuk memformulasikan konsep logo BLI. Konsep ini memperhatikan prinsip simbolis, organik, sederhana, proporsional dan mudah diingat, yang juga dihasilkan dari diskusi peserta.

Kegiatan yang diselenggarakan pada 9-10 Desember 2019 ini merupakan workshop tahap kedua proses pembangunan branding BLI. Setelah sebelumnya di pertengahan November 2019, proses pemahaman konsep branding dibangun bersama dengan seluruh unit kerja BLI. 

Baca juga: Perkuat Posisi BLI, Perkuat Brand Institusi dan Inovasi 

Di akhir acara, Dani menyarankan, bahwa brand BLI yang ‘relevan, akurat dan berkualitas’ ini mulai diterapkan mulai dari skala kecil dan terus menerus. Untuk itu Komite Branding BLI agar segera merancang strategi komunikasi dan memaparkan hasilnya kepada pimpinan tertinggi BLI, termasuk mengangendakan peluncuran branding BLI ini ke publik.*(DP)