Dientry oleh Risda Hutagalung - 02 December, 2019 - 107 klik
Studi Banding ke Aek Nauli, BDLHK Makassar Ubah Mindset Pengelolaan KHDTK

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, November 2019) _Sebagai salah satu Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yang pertama merintis pengembangan wisata ilmiah, KHDTK Aek Nauli telah mendapat banyak perhatian bahkan menjadi rujukan, baik dari perorangan maupun lembaga, seperti perguruan tinggi, balai litbang, maupun balai diklat yang juga mempunyai KHDTK. 

Kali ini, Rabu (27/11/2019), Kepala Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) Makassar, Dr. Edi Sulistyo HS., S.Hut., M.Si bersama lima orang staf nya datang berkunjung dan diterima langsung oleh Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si. 

Dalam diskusi santai, Edy menyampaikan bahwa tujuan mereka ke BP2LHK Aek Nauli adalah untuk menggali informasi bagaimana cara pengelolaan kawasan dan mengembangkan kegiatan di KHDTK Aek Nauli, sehingga juga bisa diadaptasikan dan diaplikasikan pada KHDTK yang dimiliki oleh BDLHK Makassar. 

“Kami punya KHDTK seluas 600 ha, tapi tidak produktif, hanya dikelola seadanya sebagai tempat lokasi diklat sesekali waktu, sehingga lebih banyak terbengkalai,” kata Edy. 

“SDM kami pun hampir 60% masuk usia pensiun, sehingga susah untuk diajak bergerak cepat melaksanakan program. Karena itu kami datang kesini untuk belajar, supaya kami bisa merubah mindset pegawai bahwa potensi yang kami punya terutama KHDTK bisa dikembangkan lebih baik dan lebih maju lagi, bukan hanya sekedar pindah tempat tidur untuk diklat,” tambah Edy. 

Menanggapi hal tersebut, Pratiara menyampaikan beberapa hal terkait KHDTK Aek Nauli, seperti kondisi sebelumnya dan juga awal dimulainya penyusunan program wisata ilmiah. 

“Awalnya tidak mudah, KHDTK kami terutama arboretumnya dulu juga tidak terurus, penuh semak dan pohon bergelimpangan. Tapi kami tetap optimis, dengan melihat peluang posisi kantor kami yang menjadi salah satu pintu masuk ke Danau Toba, secara bertahap kami berupaya meningkatkan dan melengkapi sarana untuk program wisata ilmiah, dan Alhamdulillah hasilnya bisa kelihatan sekarang,” kata Pratiara. 

Kemudian Pratiara juga menyampaikan beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh BP2LHK Aek Nauli, jumlah pengunjung, dan juga apa yang  sering dilaksanakan oleh pengunjung di KHDTK Aek Nauli. 

“Yang paling besar gaung dan efeknya adalah ketika kami mengadakan kegiatan Media Visit bulan Mei 2019, dimana program wisata ilmiah di KHDTK Nauli menjadi pemberitaan di beberapa media nasional maupun lokal, baik TV maupun Koran,” kata Pratiara. 

“Hal tersebut membuat jumlah pengunjung naik signifikan, terutama yang camping, bahkan untuk tahun depan sudah ada organisasi kepemudaan yang pesan tempat untuk camping di Aek Nauli sebanyak 2.500 orang. Intinya selain peningkatan fasilitas, kita juga harus banyak promosi,” tambah Pratiara. 

Edy dan rombongan antusias sekali dalam kunjungan ini, karena pikiran mereka jadi lebih terbuka terhadap hal-hal baru terkait bagaimana mengelola KHDTK. 

“Terima kasih, banyak yang kami dapatkan dari sini, jauh-jauh dari Makassar ke sini bukan perjalanan yang sia-sia. Apa yang kami dapat akan kami coba terapkan di KHDTK kami. Kami salut dengan pengelolaan KHDTK Aek Nauli, meskipun jauh dari kota tapi dikelola dengan baik. Arboretumnya bersih dan asri, plus spot wisata ilmiahnya banyak, menarik, dan makin berkembang,” pungkas Edy. 

Selanjutnya di akhir kunjungan, rombongan berkesempatan melihat langsung ke lapangan spot wisata ilmiah di KHDTK Aek Nauli, seperti kebun kemenyan, galeri lebah, penangkaran rusa, plot bambu, dan juga konservasi gajah ANECC.***MB