Dientry oleh Risda Hutagalung - 22 November, 2019 - 75 klik
Biopot dan Briket Benih di BP2TPTH Tarik Perhatian Mahasiswa Kehutanan Universitas Jambi

BP2TPTH (Bogor, November 2019) _Pertengahan November lalu, Kamis (14/11/2019), 49 mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Jambi berkunjung ke Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan (BP2TPTH). Dalam kunjungan praktikum peminatan silvikultur ini, mahasiswa tertarik pada biopot, salah satu produk unggulan BP2TPTH.

Topik biopot dalam video profil balai dan hasil litbang dan inovasi yang juga ditayangkan di sela-sela sambutan Kepala Sub Bagian Tata Usaha BP2TPTH, Rudy Suryadi, S.Hut, mewakili kepala balai ini ternyata menarik perhatian mahasiswa untuk dibahas di sesi diskusi.

Diantaranya, Viska Diana, salah satu mahasiswa bertanya, apakah biopot yang dikeringkan tidak berpengaruh dengan akar tanaman? menanggapi pertanyaan ini, Ir. Eliya Suita, salah satu tim pembuatan biopot menjelaskan bahwa biopot sudah memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan untuk bibit, karena 1 biopot setara dengan 3 kg pupuk kandang.

Pertanyaan lain juga disampaikan oleh Nurvatoni, apa kelebihan memakai biopot? “Menggunakan biopot dan briket benih mampu memperbaiki kualitas lingkungan yaitu mengurangi penggunaan sampah plastik. Karena biopot berfungsi sebagai wadah bibit sekaligus media tumbuh pengganti polybag,” jelas Dr. Yulianti, peneliti lainnya menanggapi.

Selain biopot, briket benih, produk unggulan BP2TPTH lainnya juga menarik perhatian mahasiswa untuk dibahas. Dijelaskan, penggunaan biopot dan briket benih mampu memperbaiki kualitas lingkungan karena mengurangi sampah plastik, berfungsi sebagai wadah bibit sekaligus media tumbuh. Produk ini terdiri dari campuran bahan organik, berupa kompos, arang sekam dan bahan lainnya yang dapat ditambahkan tanah, kapur dan tapioka sebagai perekatnya.

Hadir sebagai dosen pendamping, Richard Robintang Napitupulu, S.Hut, M.Sc, dan Rizky Ayu Hardiyanti, S.Hut, M.Si berharap bantuan para peneliti tentang segala sesuatu yang bisa mereka peroleh dan pelajari dari balai ini.“Bogor sebagai salah satu pusat pendidikan sehingga kami dari Universitas Jambi datang ke sini, sebagai kesempatan untuk menambah ilmu dan pengetahuan,” ujar Richard.

Kepada peneliti dan jajaran BP2TPTH yang hadir, Richard menjelaskan, Fakultas Kehutanan Universitas Jambi bisa dibilang masih tergolong baru. ”Pada tahun 2009 masih berada di bawah fakultas pertanian dan tahun 2014 baru melepaskan diri, sehingga fakultas kami belum memiliki labolatorium yang memadai,” tambahnya.

Adapun agenda kunjungan ini diisi dengan 3 pemaparan materi dari peneliti BP2TPTH yaitu Penerapan Teknologi Perbenihan dan Budidaya Tanaman Hutan dalam Peningkatan Keberhasilan Kegiatan RHL oleh Dr. Ir Yulianti, M.Si; Pembangunan dan Pengelolaan Sumber Benih oleh Ir. Danu, M.Si; dan Sosial Ekonomi Perbenihan oleh Dr. Kresno Agus Hendarto, S.Hut, M.M. dan dilanjutkan dengan sesi diskusi.

Dijelaskan, teknologi perbenihan meliputi produksi benih, teknik pengelolaan pasca panen dan teknik persemaian dan pembibitan. “Dalam teknik pengelolaan pasca panen ada 3 tahapan yang perlu dilakukan yakni pengujian benih: uji langsung dan tak langsung; pengendalian hama penyakit pada benih; dan peningkatan produktivitas pertumbuhan yang bisa dilakukan dengan priming dan iradiasi sinar gamma,” papar Dr. Yulianti.

Terkait pengelolaan sumber benih, Danu menjelaskan, BP2TPTH memiliki sumber benih bersertifikat yang berlokasi di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Parungpanjang yaitu Gempol dan Mahoni. “Sumber benih adalah tegakan pohon yang terdiri dari 25 pohon dari jenis yang sama di dalam hutan tanaman atau hutan alam yang memproduksi benih,” jelas Danu.  

Sesi diskusi ditutup dengan pemberian cinderamata dari Universitas Jambi untuk BP2TPTH yang diwakili oleh Dr. Yulianti. Sebaliknya juga dilakukan penyerahan souvenir dari BP2TPTH untuk adik-adik mahasiswa yang telah mengajukan pertanyaan.

Pada kesempatan ini, para mahasiswa juga sangat antusias berkeliling mengujungi 3 labolatorium yang dimiliki BP2TPTH, yaitu labolatorium pengujian mutu benih, labolatorium hama penyakit dan labolatorium kultur jaringan. Dalam kunjungan yang didampingi peneliti dan teknisi litkayasa ini, mahasiswa dapat mempraktikkan secara langsung apa yang telah dijelaskan sebelumnya.***YN