Dientry oleh Risda Hutagalung - 20 November, 2019 - 349 klik
Tiga Peneliti BP2TPTH – BLI Wakili Indonesia di 1th Early Career Academics Forum SANFRI Young Scholar Team di China

BP2TPTH Bogor (November, 2019) _Peneliti Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK kembali berkiprah di forum internasional. Tiga orang peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan (BP2TPTH) terpilih mewakili Indonesia dalam SANFRI Young Scholar Team: The First Early Career Academics Forum, yaitu forum peneliti muda bidang kehutanan se-ASEAN dan China yang dilaksanakan di Kota Pu’er, Provinsi Yunnan, Republik Rakyat China. Ketiga peneliti tersebut adalah Dr. Dede Jajat Sudrajat, S.Hut., M.T., Ratna Uli Damayanti, S.Hut., M.Si., dan Desmiwati, S.Sos., M.E. 

“Kami sangat senang mendapat kesempatan ini, peluang baik ini akan kami manfaatkan sebagai sarana pembelajaran bersama, pertukaran pengalaman, sharing informasi dan berbagi pengetahuan mengenai penelitian kehutanan dari negara masing-masing, baik dari sisi teknis mengenai kehutanan, maupun dari sisi sosial, ekonomi dan kebijakan kehutanan,” ungkap Desmiwati, salah satu peneliti yang mengikuti kegiatan tersebut. 

“Semoga ini menjadi langkah baik untuk jejaring internasional kita dan bisa terus meningkatan kapasitas selaku peneliti kehutanan,” tambahnya. 

Menyambut baik terpilihnya tiga peneliti dari instansi yang dipimpinnya ini, Kepala BP2TPTH, Drs. Jonny Holbert Panjaitan berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas peneliti guna memperkuat efektivitas penelitian yang ada. Harapan ini sesuai dengan tujuan dibentuknya SANFRI. 

“SANFRI sendiri dibuat dengan tujuan untuk memperkuat efektivitas dan efisiensi penelitian kehutanan di Asia Tenggara dan China melalui pertukaran informasi, pengembangan kapasitas dan kolaborasi antar lembaga,” ujar Jonny. 

Jonny menceritakan, kegiatan ini merupakan inisiasi dari Asia-Pacific Network for Sustainable Forest Management and Rehabilitation (APFNet), yang telah melaunching program Sino-ASEAN Network of Forestry Research Institutes (SANFRI) pada tahun 2018. 

“Dan saya ikut duduk sebagai Streering Comitte perwakilan dari Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia,” ujar Jonny yang juga merupakan anggota SANFRI di Indonesia.  

“Untuk mendukung tujuan tersebut, SANFRI telah berupaya dengan menyediaan platform bagi lembaga penelitian kehutanan untuk bertukar informasi penelitian dan berbagi sumber daya penelitian, mendukung pengembangan kapasitas para peneliti kehutanan dan membantu peneliti kehutanan menerjemahkan ide mereka ke dalam proyek penelitian konkret,” lanjutnya. 

Sedikit kilas balik, tahun 2019 ini SANFRI melakukan seleksi untuk para peneliti muda dari negara ekonomi ASEAN dan Cina untuk menjadi anggota “SANFRI Young Scholar Team”. Tiga peneliti BP2TPTH tersebut lolos seleksi dan diundang mengikuti The First Early Career Academics Forum ini mulai 28 Oktober hingga 4 November 2019.

The First Early Career Academics Forum dihadiri 8 negara yaitu, Cambodia, China, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Thailand dan Vietnam. Peserta yang terdaftar sebagai anggota dari perwakilan negara-negara tersebut sebanyak 24 orang. Selain anggota dari forum tersebut, pertemuan ini juga dihadiri oleh 3 orang dari APFNet dan 3 orang dari Steering Committee

Pertemuan ini dilakukan selama 4 hari. Hari pertama peserta melakukan kunjungan ke Wanzhangshan Forest Farm untuk melihat bagaimana manajemen pengelolaan hutan negara yang bertujuan untuk konservasi. Hari kedua dan ketiga adalah presentasi oleh Keynote Speaker dan anggota SANFRI Young Scholar Team. Tiga topik yang diangkat yaitu forest cultivation; forest management; serta social forestry and forestry policy

Hari terakhir, hari keempat, peserta melakukan kunjungan ke Puwen Tropical Forestry Research Institute, dan Xishuangbanna Tropical Arboretum untuk melihat demplot-demplot penanaman mereka dan perlakuan terhadap tanaman kehutanan di sana.***Dsm