Dientry oleh Dyah Puspasari - 20 November, 2019 - 164 klik
BLI Luar Biasa! Kesan Mahasiswa Universitas Tasmania Australia

BLI (Bogor, November 2019)_”FOERDIA is incredible!” ujar Ginger Rankin, salah seorang mahasiswa Universitas Tasmania (UTAS) Australia saat berkunjung ke Kampus Badan Litbang dan Inovasi (BLI) di Bogor (19/11).  “I have such an amazing time, learning about all research program in place. It's very informative and really inspiring me,”kata mahasiswa dari jurusan sosiologi dan geografi UTAS tersebut. 

 

Ini adalah kali keempat kunjungan mahasiswa UTAS dan Bina Nusantara (Binus) Jakarta ke Kampus BLI sejak 2018. Dalam kerangka program International Internship, kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa pada aspek konservasi hutan tropis Indonesia dan pemanfaatan hasil hutannya, termasuk aspek budaya. Keduanya menjadi salah satu fokus dalam program internship tersebut.

Baca juga: Mahasiswa Tasmania Belajar Membangun Kesadaran Pentingnya Hutan Tropis di BLI

Mewakili Sekretaris BLI, Gadang Pamungkas, S.Hut, M.Si., Kepala Bidang Kerjasama dan Diseminasi Pusat Litbang Hutan (P3H) menyambut kehadiran rombongan. Dalam sambutannya, Gadang berharap bahwa kunjungan ini akan menambah pengetahuan dan wawasan para mahasiswa dari berbagai bidang studi tersebut. Bagi institusi BLI sendiri, kegiatan ini merupakan upaya BLI melebarkan jangkauan promosi iptek dan inovasi yang dihasilkan kepada audiens manca negara.

Sharna Stinson, perwakilan mahasiswa UTAS, sangat mengapreasiasi fasilitasi yang diberikan BLI dalam kunjungan ini. ‘’Terima kasih atas kesempatan kunjungan di institusi ini, kami berharap mendapatkan banyak informasi dan pembelajaran langsung yang bermanfaat,’’ pungkas Stinson.

Di awali kunjungan ke Ruang Display Hasil Hutan, 18 mahasiswa UTAS dan Binus diajak mengenal produk-produk iptek olahan hasil hutan. Dipandu oleh Jamaludin Malik, S.Hut, M.Si, PhD, salah satu peneliti Pusat Litbang Hasil Hutan (P3HH), mahasiwa mendapatkan berbagai informasi tentang berbagai produk olahan hasil hutan mulai dari panel kayu sawit, bambu lamina dan beberapa produk furniture berbahan baku kayu olahan.

Selanjutnya di Laboratorium INTROF-CC (Indonesian Tropical Forests Culture Collections), mahasiswa mengamati aktivitas penelitian mikofauna di P3H. Para peneliti mikroba P3H, Sarah Faulina dan Luciasih Agustini, menjelaskan jenis, fungsi dan pemanfaatan mikroflora dan mikrofauna dalam rehabilitasi tanah. Tidak hanya untuk kepentingan konservasi dan rehabilitasi, mikroba dapat digunakan dalam rekayasa pembentukan gaharu sehingga ketergantungan pasar terhadap produk gaharu alami dapat dikurangi.

Materi selanjutnya adalah teknologi budidaya ulat sutera. Dra. Lincah Andardari, M.Si., menjelaskan tentang pengembangan tanaman murbei superior, sebagai pakan ulat sutera.  Murbei superior ini memiliki fisik daun lebih lebar dan lebih disukai ulat sutera. Para mahasiswa terlihat sangat antusias mengamati aktivitas ulat sutera dalam berbagai umur. Saat kunjungan ke penangkatan rusa, Ir. Mariana Takandjandji, M.Si menjelaskan beberapa teknologi penangkaran meliputi jenis dan komposisi pakan, teknik pengaturan kandang dan reproduksi rusa.

Isaac, salah seorang mahasiswa UTAS jurusan bisnis manajemen, terkesan terhadap berbagai capaian IPTEK BLI selama kunjungan lapang. “Very much so, 110 %. When I leave today, I will have more knowledge about Indonesian culture, animal conservation and deforestation,” pungkasnya.* (RAH).