Dientry oleh Dyah Puspasari - 18 November, 2019 - 249 klik
Kunjungi BP2TSTH Kuok, KPHP Sarolangon Jambi Jajaki Kerjasama Penerapan Hasil Litbang

BP2TSTH (Kuok, November 2019)_Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pemangkuan Hutan Produksi (KPHP) Unit VIII Hilir Sarolangon Provinsi Jambi, melakukan kunjungan kerja ke Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman HUtan (BP2TSTH) Kuok (6/11). Kegiatan ini dalam rangka kordinasi pengelolaan hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan menjajaki rencana kerjasama penerapan hasil litbang.

Tim KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun ingin mengetahui lebih detail mengenai pengelolan lebah madu dan test kit madu serta beberapa hasil litbang yang telah dihasilkan oleh BP2TSTH Kuok

“Berawal dari berita website BP2TSTH, bahwa peneliti BP2TSTH Kuok berhasil temukan cara praktis uji kemurnian madu, pihak KPHP mulai mencari informasi megenai BP2TSTH dan menemukan fakta menarik bahwa Litbang Kuok juga sudah lama berkecimpung dalam penelitian madu. Oleh karena itu, kami tertarik untuk melakukan kunjungan dan berharap dapat menjalin kerjasama di bidang budidaya madu dan pengujiannya atau hasil litbang lainnya,” ungkap Nikmawati, Kepala Seksi PPH, KPHP Sarolangun.

Baca juga: Peneliti Litbang Kuok Temukan Cara Praktis Uji Kemurnian Madu

Wati mengatakan bahwa saat ini KPHP Unit VIII Hilir Sarolangun sudah membina masyarakat sekitar hutan dalam melakukan budidaya lebah Apis melifera dan Apis dorsata.

Apis melifera didatangkan dari Jawa dan sudah mampu menghasilkan sekitar 1.5 sampai 6 kwintal perbulan yang sudah berlangsung dalam satu tahun terakhir. KPHP yang bertindak sebagai penampung, juga turut membantu memasarkan produk-produk lainnya seperti minyak sereh wangi, virgin coconut oil, lilin aromatherapy, sabun serai wangi, dan lainnya,”jelas Wati

Priyo Kusumedi, Kepala BP2TSTH dalam sambutannya menawarkan kerjasama dengan KPHP dalam budidaya lebah Trigona itama yang saat ini permintaan madunya juga sangat tinggi dan harganya jauh lebih mahal. Trigona itama yang termasuk jenis stingless bee, tidak menyengat dan aman kalau ditempatkan di sekitar rumah dengan menyediakan aneka pakan dalam pot dari jenis bunga-bungaan.

“Madu Trigona itama bisa menjadi usaha tambahan bagi petani sekitar hutan untuk meningkatkan penghasilan. Oleh kerena itu, diharapkan kunjungan tersebut menjadi pintu gerbang dalam menjalin kerjasama ke depannya,”ujar Priyo.

Sambil berkeliling melihat kondisi Trigona itama yang ada di BP2TSTH Kuok, pihak KPHP juga menyaksikan demo cara praktis pengujian kemurniam madu di laboratorium. Dalam hal ini Opik Taupik Akbar selaku peneliti menjelaskan cara kerja test kit tersebut yang mampu mengidentifikasi zat tambahan dalam madu palsu dalam hitungan detik untuk madu yang di campur amilum serta hitungan menit untuk madu yang dicampur gula tambahan.

Pada sesi diskusi, Annton Napdian, staf KPHP Sarolangun juga mempersilahkan apabila ada peneliti BP2TSTH Kuok yang ingin melakukan penelitian di KPHP Sarolangun. Penelitian dapat dilakukan dalam bentuk apa saja mulai dari pengolahan produk atau lainnya dengan melihat potensi yang ada di Sarolangun. Oleh karena itu, pihak BP2TSTH menyambut baik niatan tersebut. Diharapkan perjanjian kerjasama tersebut dapat terwujud dalam waktu dekat.

Selain itu, Priyo juga menyarankan agar KPHP Sorollangun untuk membuat nilai tambah terhadap produk-prodyk yang dihasilkan dengan cara branding produk yang dihasilkan, marketing yang lebih menarik, dan menggunakan media sosial seperti FB, twiiter, IG, dan website untuk memasarkan produk hasil hutannya agar lebih dikenal oleh masyarakat dan bisa meningkatkan pendapatan KPHP dan masyarakat sekitar.

Menutup diskusi, Priyo berharap agar kunjungan ini bisa ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama dan hasil kunjungan KPHP bermanfaat dan bisa diimplementasikan di wilayah kerjanya.***OTA