Dientry oleh Risda Hutagalung - 11 November, 2019 - 199 klik
Lagi, BP2LHK Aek Nauli jadi Lokasi Studi Lapangan SMA BIM Medan

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, November 2019) _Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli kembali jadi lokasi studi lapangan SMA Bangun Insan Mandiri (BIM) Medan, Kamis (7/11/2019). Studi lapangan kali ini diikuti oleh 47 orang siswa/i Kelas X dan didampingi oleh 5 orang guru. 

Kedatangan siswa/i tersebut diterima oleh Kepala Seksi Data, Informasi, dan Kerjasama, Ismed Syahbani, S.Hut, mewakili Kepala BP2LHK Aek Nauli. Dalam sambutannya, Ismed memaparkan potensi yang terdapat di BP2LHK Aek Nauli, terutama yang terkait dengan program wisata ilmiah yang sedang dikembangkan. Ismed berharap siswa/i peserta studi lapangan mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru selama mengikuti kegiatan di Aek Nauli. 

“BP2LHK Aek Nauli merupakan balai yang melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Namun, beberapa tahun belakangan BP2LHK Aek Nauli juga memiliki program wisata ilmiah, dimana selain berwisata pengunjung juga mendapatkan ilmu pengetahuan. Wisata ilmiah tersebut diantaranya wisata ilmiah panen madu, panen getah kemenyan, pembuatan asap cair, panen getah pinus, konservasi gajah jinak, serta atraksi memanggil siamang,” kata Ismed. 

Dalam kesempatan yang sama, Roy Gun Tampubolon, S.Si, M.Pd, Kepala SMA BIM Medan menyampaikan bahwa kegiatan studi lapangan ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya di BP2LHK Aek Nauli. Roy menyampaikan bahwa pada kunjungan pertama pada bulan Januari lalu, siswa/i mendapatkan banyak pengalaman, karena itu  mereka kembali lagi ke BP2LHK Aek Nauli dengan membawa siswa/i dari kelas yang berbeda. 

Lebih lanjut Roy menyampaikan tujuan studi lapangan ini yaitu untuk memperkenalkan Kaldera Toba yang ada di Sumatera Utara beserta kearifan lokalnya. Roy juga berharap siswa/i dapat mengetahui seberapa pentingnya hutan bagi kehidupan manusia, sehingga mau melestarikan dan merawat hutan. 

“Siswa/i membutuhkan pengetahuan mengenai hal-hal menarik yang terdapat di daerah sebagai bahan pembelajaran serta promosi mengenai potensi yang terdapat di Sumatera Utara,” tutur Roy. 

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai teknik budidaya, pemanenan, hingga produk turunan dari kemenyan oleh Cut Rizlani Kholibrina, S.Hut, M.Si; budidaya lebah madu dan produk turunannya oleh Eko Febriyanto; serta teknik pengolahan asap cair dan manfaatnya oleh Pidin Mudiyana, A.Md. Setelah pemaparan materi tersebut, siswa/i diajak untuk melihat dan praktek langsung ke lapangan. 

Siswa/i beserta guru sangat antusias mengikuti studi lapangan karena praktik yang dilaksanakan merupakan hal yang baru bagi mereka. Bahkan, salah seorang guru SMA BIM, Christin, dengan semangat memegang alat penyadapan dan mempraktikkan langsung cara penyadapan getah pohon kemenyan. 

Selain itu, juga ada hal yang berbeda pada studi lapangan kali ini, yaitu siswa/i ditugaskan membuat vlog (video dokumentasi) mengenai setiap kegiatan yang dilaksanakan. Hal ini dilakukan agar siswa/i tidak bosan selama mengikuti studi lapangan dan juga  untuk mengikuti tren kaum mileneal sekarang ini.***NNN