Dientry oleh Dyah Puspasari - 23 October, 2019 - 468 klik
AIKO-KLHK Tampil Memukau di SAIK 2019

BLI (Pangkal Pinang, Oktober 2019)_Aplikasi AIKO-KLHK tampil memukau di ajang Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) 2019, yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung (23/10). Ratusan pelajar “bumi laskar pelangi”, dari kanak-kanak hingga sekolah menengah, antusias ingin mengetahui cara kerja aplikasi Alat Identifikasi Kayu Otomatis-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (AIKO-KLHK) tersebut. Banyak pertanyaan dari generasi muda ini tentang cara kerjanya, apa yang digunakan sebagai indikator jenis kayu, bagaimana membangun datanya, dan bagaimana bila ingin belajar.

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah, M.Si., sangat terkesan saat menyaksikan demo aplikasi AIKO-KLHK di booth Badan Litbang dan Inovasi (BLI). Kapasitasnya yang mampu mengidentifikasi jenis kayu dalam hitungan detik dan mencakup 823 jenis kayu perdagangan tropis Indonesia, membuat Fatah tertarik pada implementasinya.

“Apakah aplikasi ini sudah bisa diakses publik?” tanya Fatah. Kepala Biro Humas KLHK, Djati Witjaksono, M.Sc., yang mendampingi kunjungan wakil gubernur dan jajarannya ke booth KLHK, menjawab, “tersedia di google playstore”. Lebih lanjut dijelaskan Djati bahwa AIKO-KLHK untuk saat ini dirancang untuk perdagangan kayu tropis dan dimanfaatkan salah satunya untuk penegakan hukum.

Baca juga: AIKO-KLHK Kini Tersedia untuk Publik

Kini, KLHK memasuki periode aksi kerja baru. Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 telah dilantik beberapa jam lalu. Langkah-langkah korektif telah dilancarkan sejak 2015 untuk mengelola ragam kepentingan. Tantangan ke depan masih kental. Mengelola 120,6 juta ha kawasan hutan terus dekat dikawal dengan topangan-topangan inovasi-inovasi baru. Langkah-langkah mengkomunikasikan inovasi-inovasi bidang LHK terus digelar.

“Bangka Belitung dikenal dengan gudang sumberdaya alam timah, kini telah gencar memberi perhatian pada ramah lingkungan dan ekologi,” ujar Fatah. Iptek dan inovasi yang dipamerkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini menjadi salah satu input berharga untuk pembangunan Kepulauan Bangka Belitung.

Baca juga: Menyulap Lahan Bekas Tambang Timah menjadi Hutan

Dalam acara yang dihadiri lebih dari 6000 orang dari berbagai kalangan ini, BLI menampilkan aneka produk iptek dan inovasi. Selain AIKO-KLHK, produk gaharu dalam bentuk minyak dan sabun, minyak kayu putih, madu, pestisida nabati dan lainnya juga menarik perhatian pengunjung. Antusiasme juga terlihat pada beragam pertanyaan yang diajukan pengunjung baik melalui aplikasi AIKO maupun secara langsung.

Di Bumi Serumpun Sebalai ini, dalam 4 hari ajang festival SAIK 2019, AIKO dan inovasi-inovasi BLI kental mewarnai acara bertema “kolaborasi komunikasi untuk memperkuat persatuan dan kedaulatan bangsa” tersebut. Meminjam pesan ilmuwan Friedman “Esensi kekuatan professional adalah pada pada kapasitas menggunakan pengetahuan”.

Dalam ajang pameran kehumasan yang digelar di Alun-alun Taman Merdeka Pangkal Pinang tersebut, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, mengajak para pihak untuk lebih mengenal kehumasan lembaga negara, instansi dan pemerintah daerah. Widodo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontributor dan partisipan SAIK. Selain pameran, kegiatan ini juga meliputi pertemuan Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) tingkat nasional, Anugerah Media Humas (AHM), festival media pertunjukan rakyat tingkat nasional dan public service exihibition.*(YS)