Dientry oleh Dyah Puspasari - 22 October, 2019 - 172 klik
BP2TSTH Kuok Dukung Penguatan Industri Material Kehutanan Masa Depan

BP2TSTH (Yogyakarta, Oktober 2019)_Mengemban amanah melakukan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi serat, Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok turut berkontribusi dalam upaya penguatan industri material kehutanan masa depan. Dalam Seminar Nasional Research Update Fakultas Kehutanan UGM, Kamis (17/10), peneliti BP2TSTH Kuok memaparkan kemajuan risetnya dalam bidang teknologi serat, termasuk produk hasil hutan non kayu.

Yeni Aprianis,S.Si., M.Sc, peneliti bidang pengolahan hasil hutan pada BP2TSTH Kuok memaparkan capaian dan status terkini penelitian kayu gerunggang (Cratoxylon arborescens). Kayu ini merupakan native species di lahan gambut yang potensial sebagai alternatif penghasil serat.  “Geronggang mempunyai peluang sebagai bahan baku serat alam karena memiliki karakteristik kayu dengan panjang serat 1.216 µm dan kandungan selulosa sebanyak 41,99% pada tanaman geronggang yang berumur 5,5 tahun,” jelas Yeni.

“Sifat kayu geronggang ini memiliki peluang sebagai “si serat alternatif masa depan,” ungkapnya penuh semangat.

Selain kajian sifat kayu, tim peneliti BP2TSTH saat ini tengah melakukan kajian sosial kayu gerunggang, pemanfaatan kayu berbasis kearifan lokal masyarakat melayu di Pulau Bengkalis dan potensi biofarmaka dari daun, kulit batang dan akar pohonnya. Secara ekologis, jenis kayu ini bernilai sangat penting karena fungsi hidrologisnya dalam memegang dan menyimpan air sehingga dapat mencegah kebakaran hutan.

Salah satu peserta seminar, Dr. Fanny Hidayati dari Fakultas Kehutanan UGM menyampaikan bahwa data geronggang ini sangat menarik untuk dipublikasi secara global karena ada keunikan sifat fisis-kimia kayu geronggang beserta potensinya, selain itu jenis ini masih terbuka peluang riset pemuliaan untuk memperbaiki kualitas kayu secara genetis.

Baca juga: Hasil Riset BP2TSTH Mendapat Apresiasi dari Industri Kertas Besar di Indonesia

Selain memaparkan hasil kajian kayu gerunggang, BP2TSTH Kuok melaui tim perlebahannya menyampaikan penelitian produk hasil hutan non kayu berserta turunannya serta perilaku lebah hutan (Apis dorsata).  Tim peneliti yang terdiri atas Avry Pribadi, S.Si, MS., Michael Enggar Wiratmoko, S.Hut., dan Syasri Jannetta, SP., memaparkan sintesa hasil penelitian perlebahan yang dilaksanakan pada tahun 2000 hingga 2014

Avry menyampaikan, terjadinya alih fungsi hutan saat ini telah menyebabkan penurunan koloni dan perilaku lebah dorsata dan morfologi pohon sumber pakannya, seperti pohon sialang. “Fenomena yang menunjukkan trend penurunan hasil ini, perlu menjadi kekhawatiran kita semua,” pungkas Avry pada sesi akhir presentasinya.

Hasil kajian ini sejalan dengan tema seminar dan juga akan menjawab tantangan yang dihadapi industri kehutanan ke depan. Dr. Muhammad Ali Imron, Wakil Dekan UGM Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan strategi penguatan industri material khususnya dibidang kehutanan, karena memiliki potensi sebagai alternatif material berbasis alam di masa depan. Industri material kehutanan yang berorientasi pada material masa depan, menurutnya perlu diperkuat. Eksplorasi dan peluang diversifikasi hasil hutan baik kayu dan non kayu terutama material untuk industri kehutanan dan bisnis kehutanan berbasis ekowisata merupakan inovasi yang patut dilakukan.*(YA)