Dientry oleh Muhamad Sahri Chair - 18 September, 2019 - 339 klik
Arusutamakan Litbang, Kepala BLI Dorong BLI Jadi Policy Think Tank KLHK

BLI (Cisarua, September 2019) _”Pengarusutamaan Penelitian dan Pengembangan dalam Pengambilan Keputusan Pengelolaan Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan” yang merupakan tema Rakornis 2019 harus menjadi salah satu sarana untuk penguatan perencanaan Badan Litbang dan Inovasi (BLI) dalam mendukung pencapaian Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2020 dan Renstra BLI 2020-2024. Demikian arahan Dr. Agus Justianto Kepala BLI saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) BLI Tahun 2019 di Hotel Royal Safari Garden, Cisarua, Bogor, Rabu (18/9/2019).

“BLI harus menjadi Policy Think Tank, tegas Agus. Hal ini sesuai dengan arahan Menteri LHK bahwa setiap keputusan kebijakan lingkungan hidup dan kehutanan sudah seharusnya didasarkan kepada hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan. Dengan demikian BLI diharapkan dapat memegang peran penting dalam pencapaian program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Agus mengemukakan, saat ini banyak tantangan dan persoalan yang dihadapi dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia. “Untuk merespon tantangan pengelolaan LHK, program litbang perlu diarahkan untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut baik di tingkat nasional, regional maupun masyarakat yang sekaligus mendukung capaian IKU KLHK,” lanjut Agus.

Selain itu, untuk mengantisipasi tantangan tersebut, menurut Agus, BLI harus bisa bekerja sama dengan generasi milenial. “Bersama generasi milenial, kita harus tetap bisa melaksanakan litbang dan inovasi. Walaupun generasi milenial tidak bisa diatur, tidak bisa bekerja dengan jam tetap dan selalu menuntut fleksibilitas dalam bekerja, pola kerja yang remote working, flexible schedule dan flexible job,” kata Agus.

Sebagai informasi, Rakornis kali ini menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, antara lain Sekretaris Jenderal KLHK, Sekretariat Negara cq Fasilitasi Kerjasama Teknik, Direktorat Jenderal Anggaran, Dirjen, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pulse Lab. Jakarta, Kementerian Keuangan, Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), serta Kepala Biro Umum KLHK.

Berbeda dari biasanya, hari kedua Rakornis ini diisi dengan pemberian motivasi dengan menghadirkan Tim INSPIRIT (Inspirasi Tanpa Batas) sebagai fasilitator. Melalui empat fase: Fase Inspirasi, Fase Imajinasi, Fase Inovasi, dan Fase Inisiasi, tim motivator memandu seluruh peserta agar termotivasi memberi yang terbaik bagi institusi BLI.

“Adanya fasilitator ini juga sekaligus mengantisipasi terkait budaya dan perilaku milenial dalam suasana yang lebih rileks, komunikasi yang tidak ada sekat, sehingga komunikasi akan tercapai,” kata Agus yang berharap, Rakornis ini bisa berkontribusi dalam mendukung SDM yang berkualitas sebagai salah satu Sasaran Strategis KLHK dalam mendukung pencapaian RPJMN Periode 2020-2024.

Pasca dibuka, pada Rakornis ini diluncurkan aplikasi FORDA REPORTLINE, yaitu sebuah aplikasi penyampaian dan pemantauan dokumen pelaporan sekaligus sebagai media evaluasi kegiatan litbang lingkup BLI. Setelahnya, dilakukan sosialisasi Forum Peneliti Badan Litbang dan Inovasi (FOR-BLI) oleh Dr. Subarudi, M.Sc, salah satu peneliti selaku pengurus.

“Forum Peneliti BLI ini bertujuan meningkatkan komunikasi antar peneliti yaitu dari peneliti dan untuk peneliti,” kata Subarudi di hadapan sekitar 380 orang peserta dan undangan yang hadir yaitu Kepala Pusat Data dan Informasi Sekretariat Jenderal KLHK, Dr. Ir. Mahfudz, MP, Sekretaris BLI 2013 – 2016, Ir. Trijoko Mulyono, MM, Profesor Riset BLI, Kepala Pusat Litbang, Kepala Balai Besar Litbang, Kepala Balai Litbang, Pejabat Eselon 3 dan 4 lingkup BLI, Koordinator RPPI, Tim Penilai Proposal Penelitian dan Pengembangan (TP4), peneliti, dan staf terkait lingkup BLI.***RH