Dientry oleh Dyah Puspasari - 29 April, 2019 - 1152 klik
BSU Cendana: Setahun Berkiprah, Makin Terjangkau dan Bermanfaat

BLI (Bogor, April 2019)_Di usianya yang baru genap satu tahun Bank Sampah Unit (BSU) Cendana sudah punya kiprah luar biasa. Dengan tema “setahun kami berkiprah, makin terjangkau dan bermanfaat”, mereka telah punya kontribusi nyata mengurangi beban sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA). Dalam setahun, total sampah anorganik yang berhasil dikumpulkan 9,7 ton atau rata-rata 800 kg/bulan. Dengan pendapatan mencapai Rp 16.578.100,-.

BSU Cendana didirikan dan dikelola oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Bank sampah ini resmi beroperasi di Kota Bogor pada 20 April 2018, dan berlokasi di Sekretariat DWP BLI, Jl. Gunung Batu No.5 Bogor. Ini merupakan bank sampah pertama yang dikelola oleh DWP dengan bisnis model seperti bank umum, yaitu adanya cabang-cabang yang disebut bank sampah sub unit (BSSU). Keberadaan BSSU ini bertujuan untuk semakin menjangkau nasabah sehingga memudahkan mereka menyetorkan sampahnya.

“BSU Cendana telah memiliki lima BSSU, sehingga memiliki 6 titik layanan termasuk di BSU Cendana. Jumlah total nasabah sebanyak 170, dengan tingkat partisipasi aktif 75%,” jelas Ny. Neni Satria Astana, Direktur BSU Cendana, dalam sambutannya pada perayaan setahun BSU Cendana, di Gedung Soediarto BLI, Bogor, Kamis (25/4).

Kehadiran bank sampah ini dalam jangka panjang diharapkan dapat membentuk budaya masyarakat yang bersih dan peduli lingkungan. Sementara untuk jangka pendek,di akhir 2019, target BSU Cendana adalah memiliki 10 titik layanan dengan jumlah nasabah mencapai 500. Untuk mencapai itu, Ny. Neni menjelaskan strategi yang dilakukan BSU Cendana adalah melakukan pendekatan ke RT dan RW setempat, mengadakan sosialisasi ke masyarakat dalam acara pengajian, arisan, dan pertemuan bersama siswa-siswi di sekolah.

Target jangka pendek berikutnya adalah mendiversifikasikan manfaat setoran sampah, selain sebagai tabungan juga barter barang kebutuhan RT dan sebagai pusat kerajinan/produk 3R; melakukan pengolahan sampah organik, untuk swasembada pupuk dan kebun organik; serta berkolaborasi dengan peneliti BLI dalam memasarkan produk hasil penelitian pengolahan limbah berupa biofertilzer dalam bentuk cuka kayu dan arang kompos bioaktif (arkoba).

Sejalan dengan Eco Office

Inisiatif DWP-BLI membangun dan mengelola bank sampah sangat diapresiasi oleh pimpinan tertinggi BLI, termasuk juga oleh Menteri LHK, Dr. Siti Nurbaya, yang telah mengunjungi dan menyaksikan aktivitas setoran sampah di BSU Cendana pada 13 Maret 2019 lalu.

Kepala BLI, Dr. Agus Justianto, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris BLI, Dr. Sylvana, menyampaikan sangat mendukung penuh kegiatan bank sampah terutama karena sejalan dengan program eco office yang sedang diterapkan di tingkat BLI. Berbagai hasil iptek pengolahan limbah organik menjadi arkoba dan cuka kayu yang dihasilkan BLI juga telah dimanfaatkan oleh DWP-BLI untuk mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang dilakukannya.

“Semangat Dharma Wanita Persatuan Badan Litbang dan Inovasi untuk berkontribusi dalam penanganan sampah, tentunya patut dicontoh dan diapresiasi,” kata Sylvana membacakan sambutan Kepala BLI.

Ayo Kurangi Sampah

Apresiasi yang tinggi juga disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Rosa Vivien Ratnawati, M.Sc. Dalam sambutannya Vivin menyampaikan keberadaan bank sampah sudah sangat baik dalam membantu pemerintah mengelola sampah. Ibu-ibu jadi melakukan pemilahan sampah, yang anorganik ke bank sampah, yang organik bisa diolah jadi kompos.

“Namun akan sangat baik jika pengurangan sampah juga bisa dilakukan. Ibu-ibu pengajian tidak usah lagi pakai gelas plastik, bawa thumbler kemana-mana. Untuk piringnya bisa pakai piring rotan beralas daun. Kita semua harus berkontribusi,” imbuh Vivin dalam sambutannya. Tindakan ini tentunya akan mendukung target Indonesia 2025 untuk mencapai 30% sampah terkurangi, 70% sampah tertangani.

Lebih lanjut Vivin menyampaikan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah salah satunya ditangan para ibu. Hal ini karena sampah terbesar berasal dari rumah tangga. Peran ibu sangat penting untuk meminimalkan penggunaan plastik, meminimalkan sampah rumah tangga, mengolah sampah organic menjadi kompos, dan upaya-upaya lain untuk meminimalkan sampah di rumah tangga.

“Saya harap mindset mengurangi sampah ada di kepala kita semua. Saya mengajak ibu dan bapak sekalian, ayo kurangi sampah, supaya Indonesia bersih 2025” tegas Vivin. Di akhir sambutanya, Vivin mengucapkan selamat ulang tahu kepada BSU Cendana, dan berharap kegiatan pengelolaan sampah dapat terus ditingkat dan ditularkan kepada unit kerja lainnya di KLHK.

Acara perayaan setahun BSU Cendana yang juga sekaligus memperingati Hari Kartini 2019 ini dihadiri oleh sekitar 230 orang yang terdiri atas para nasabah, pejabat struktural BLI, anggota DWP dan Perwita DKH Bogor, Wakil Ketua PKK Kota Bogor dan para undangan lainnya. Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan pembacaan puisi oleh ananda Gwen, lagu “Ayo ke Bank Sampah” oleh DWP-BLI dan pagelaran angklung oleh Perwita BLI.

Selain itu, juga dipaparkan materi arkoba dan cuka kayu oleh Dra. Sri Komarayati, APU, untuk memotivasi para nasabah untuk mengolah sampah organik.  Pada kesempatan ini BSU Cendana memberikan penghargaan kepada para nasabah berpestasi dalam keaktifan menyetor sampah, memilah sampah terbaik dan jumlah setoran sampah. Semoga kegiatan ini dapat menambah semangat nasabah untuk memilah sampah mulai dari sumbernya, dan dapat menarik calon nasabah baru untuk ikut mengelola sampah melalui bank sampah.*(DP)

Penulis : Dyah Puspasari