Dientry oleh Author - 24 September, 2010 - 1683 klik
Gelar TTG Nasional XII Yogyakarta

 

GELAR TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) NASIONAL XII

Jogja Expo Center 22 – 26 September 2010

Jogjakarta

 

 

“Kita harus mendorong inovasi dan menguasai teknologi agar bisa memberi manfaat bagi masyarakat luas. Ini sejalan dengan peran teknologi sebagai solusi untuk kesejahteraan rakyat,” demikian sepenggal sambutan dari Presiden RI yang dibacakan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dalam pembukaan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional XII 2010, Rabu (22/9). Acara pembukaan yang digelar di halaman Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta tersebut dihadiri juga Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

 

Mengusung tema ”Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Rakyat”, pameran ini menampilkan berbagai macam inovasi teknologi dan produk-produk tepat guna terbaru yang sangat membantu kegiatan masyarakat. Diikuti sekitar 54 peserta dari semua provinsi se-antero nusantara yang menampilkan produk teknologi unggulan dari wilayah masing-masing, menjadikan pameran ini semakin memiliki keragaman teknologi yang luar biasa. Pameran yang berlangsung hingga 26 September 2010 ini secara total diikuti 386 gerai dari pemerintah provinsi, kabupaten, kota, dunia usaha, dan perguruan tinggi.

 

Badan Litbang Kehutanan turut berpartisipasi dalam pameran tersebut dengan menampilkan teknologi tepat guna kehutanan antara lain teknologi mitigasi banjir dan tanah longsor dilengkapi dengan Alat Penakar Hujan Sederhana (ATHUS), teknik cepat pemilihan jenis pohon hutan rakyat, teknologi pemanfaatan limbah kayu menjadi berbagai produk yang bermanfaat (cuka kayu, arang kompos dan briket, perekat tannin, dll), teknologi rekayasa produksi gaharu dan produk-produk gaharu, teknologi pengendalian hama dan penyakit tanaman, budidaya dan pemuliaan tanaman hutan, teknologi budidaya dan pengolahan madu serta ulat sutera, dll.

 

Dalam rangka turut mendukung alih teknologi tepat guna di Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) yang dibentuk oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa – Kementerian Dalam Negeri, pada kesempatan TTG Nasional XII tersebut, Badan Litbang Kehutanan menyumbangkan peralatan teknologi tepat guna hasil rekayasa Badan Litbang Kehutanan, yaitu:

 

1.      Alat Takar Hujan Sederhana (Athus), yaitu alat yang merupakan bagian dari sistem mitigasi bencana banjir. Alat tersebut akan diserahkan untuk 20 (dua puluh) unit pilot Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) yang ada di 8 (delapan) provinsi di Indonesia.

2.      Sidik Cepat Pemilihan Jenis Pohon Hutan Rakyat, yaitu alat sederhana yang dapat membantu masyarakat pedesaan khususnya pengelola hutan rakyat untuk memilih jenis yang paling sesuai dengan kondisi setempat. Jumlah alat yang akan diserahkan sejumlah 100 (seratus) buah untuk 20 (dua puluh) unit pilot Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) yang ada di 8 (delapan) provinsi di Indonesia.

 

Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada Dinas Kehutanan Provinsi DIY pada pembukaan TTG Nasional XII dan dilanjutkan dengan penyerahan dan penjelasan pemakaian alat kepada perwakilan Posyantek seluruh Indonesia pada pertemuan khusus.

 

Badan Litbang Kehutanan juga mengambil peran dalam Lokakarya TTG Nasional XII dengan menyampaikan materi “Konsep One Village One Product (OVOP) dalam Pengembangan Tanaman Obat Indonesia (TOI): Rencana Perintisan Pilot OVOP TOI di Jawa Tengah”, dengan pembicara Dr. Bambang Trihartono, Kepala Pusat Litbang Hutan Tanaman.