Dientry oleh Rizda Hutagalung - 19 November, 2018 - 705 klik
BP2LHK Aek Nauli Jadi Narasumber Pelatihan Pengembangan Lebah Madu di Desa Muara Medak

BP2LHK Aek Nauli (Muara Medak, November 2018)_Dalam rangka pengembangan ekonomi produktif masyarakat khususnya Kelompok Tani, 13 - 16 November 2018 lalu, Pemerintah Desa Muara Medak, Kec. Bayung Lencir, Kab. Musi Banyuasin, Prov. Sumatera Selatan mengadakan  kegiatan Pelatihan Pengembangan Lebah Madu. Dalam kegiatan ini Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli hadir sebagai narasumber.

Kepala Desa Muara Medak, Marudut H. Panjaitan, pada pembukaan acara mengucapkan terima kasih kepada BP2LHK Aek Nauli yang sudah menugaskan pegawainya menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Pengembangan Lebah Madu.

“Dengan pelatihan ini, saya berharap kelompok tani yang menjadi peserta bisa menjadi kelompok tani percontohan, dan madu yang dihasilkan dari budidayanya nantipun bisa menjadi unggulan desa Muara Medak,” kata Marudut.

Pada kesempatan yang sama, dalam sambutannya, Kepala BP2LHK Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si, menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan bukan hanya sekedar formalitas saja, tapi harus sungguh-sungguh diikuti sehingga nantinya benar-benar berhasil diterapkan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami sudah bawakan ahli lebahnya, silahkan belajar dan berkonsultasi. Jadikan desa ini menjadi salah satu daerah yang mampu mensupport kebutuhan madu secara nasional, minimal di Sumatera Selatan,” kata Pratiara.

Pada hari pertama, acara dilaksanakan dengan pemberian materi teori. Aam Hasanuddin, S.Hut, Teknisi Litkyasa BP2LHK Aek Nauli yang menjadi narasumber menjelaskan tentang jenis-jenis lebah madu dan potensinya; peralatan budidaya lebah madu; teknik panen, pasca panen, dan pemasaran; serta desain peralatan dan penetuan lokasi yang tepat untuk budidaya lebah madu.

“Stok madu di pasar masih terbatas/sangat kurang, padahal madu sangat baik untuk tubuh karena merupakan sumber vitamin yang kaya akan nutrisi. Jadi kalau bisa dibudidayakan dengan baik, saya yakin madu yang dihasilkan akan sangat mudah dipasarkan dan akan semakin meningkatkan pendapatan bagi bapak-bapak sekalian,” kata Aam di sela-sela pemberian materi.

Para peserta cukup responsif mengikuti kegiatan ini. Diskusi dan pembelajaran berlangsung lancar. Salah satu peserta, Abu Tholib menyampaikan bahwa apa yang disampaikan oleh narasumber sudah sangat gamblang, rinci dan menarik sekali. Ilmu yang didapat nantinya semoga bisa bermafaat bagi masyarakat desa.

“Kami senang sekali ikut pelatihan ini. Kami harap semoga Bapak Aam tidak bosan dan bisa sering datang ke desa kami untuk memberikan pelatihan dan bimbingan lagi,” kata Abu.

Kegiatan pelatihan pada hari berikutnya adalah praktik cara pembuatan alat dan sarang lebah madu ternak (stup). Peserta diajari dan praktik langsung untuk membuat glodok, frame, dan stup yang baik, serta cara menjebak dan memindahkan lebah madu liar di lapangan. Diharapkan dengan praktik langsung, peserta bisa langsung mandiri dan tidak takut lagi ketika memindahkan lebah liar, meskipun tanpa memakai baju pelindung.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta. 15 orang dari Kelompok Tani Peduli Api Bunga Tanjung dan 15 orang lagi dari Kelompok Tani Sido Jadi.***MB

Penulis : Tim website