Dientry oleh Tuti - 23 November, 2016 - 738 klik
Hasil Riset BP2TSTH Mendapat Apresiasi dari Industri Kertas Besar di Indonesia

BP2TSTH (Bandung, 23/11/2016)_Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) menyampaikan hasil penelitian mengenai potensi jenis kayu lokal, geronggang, sebagai alternatif pengganti Acacia crassicarpa di HTI pulp lahan gambut; serta potensi bambu Sumatera sebagai bahan baku viscose rayon pada acara International Symposium on 2nd Resource efficiency in Pulp and Paper Technology 2016 di Bandung, Selasa-Kamis (15-17 Nov). Kedua hasil riset tersebut mendapat apresiasi industri kertas besar di Indonesia dan kalangan keilmuan lainnya.

“Potensi geronggang (Cratoxylon arborescen) dari sudut pandang pertumbuhan dan karakter kayu & pulp-nya yang comparable dengan crassicarpa, terutama jika jenis lokal ini nantinya dikembangkan melalui program pemuliaan dan diharapkan akan memiliki karakter petumbuhan yang menjanjikan seperti crassicarpa,”kata Eka Novriyanti, S. Hut., M.Si., Ph.D., Peneliti BP2TSTH saat menyampaikan paparannya.

Paparan ini sejalan dengan paparan dari invited speaker, Dr. Eko Bhakti Hardiyanto dari Universitas Gajah Mada. Beliau mengatakan bahwa perlu penemuan jenis tanaman baru yang memiliki karakter setara dan dapat menggantikan akasia, terutama untuk jenis Acacia crassicarpa yang sejauh ini merupakan satu-satunya jenis akasia yang mampu tumbuh baik di areal gambut.

“Perlunya ditemukan jenis alternatif untuk pulp yang tumbuh di lahan gambut juga untuk mengantisipasi PP No 71/2014 yang membatasi kedalaman air tanah di lahan gambut menjadi 0.4 m,”tambah Eko.

Dalam kesempatan tersebut, Eko juga merekomendasikan mix cycle antara tanaman akasia dan eucalyptus di HTI pulp.

“Dalam hal ini, 2-3 rotasi areal ditanam dengan akasia, dan pada rotasi berikutnya ganti ditanam dengan eucalyptus, demikian seterusnya,”jelas Eko.

Disadari bahwa dalam budidaya akasia masih ada permasalahan yaitu penurunan produkttifitas dengan meningkatnya rotasi dan juga masalah serangan hama penyakit yang cukup mengkhawatirkan. Tetapi, akasia juga memiliki kelebihan, yaitu memiliki pertumbuhan luar biasa dan berat jenis kayu yang ideal untuk pulp, serta mampu mengikat nitrogen melalui asosiasinya dengan mikoriza sehingga pada dapat menyediakan supply N di tanah bagi eucalyptus pada rotasi berikutnya.

Symposium RepTech yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) diikuti oleh  berbagai kalangan stakeholder di bidang pulp dan kertas di Indonesia,  dan juga dihadiri oleh peserta dari 7 negara lain: Malaysia, China, Jepang, Thailand, Canada, Amerika Serikat dan Perancis.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari ini menampilkan 7 orang keynote speaker yang menyampaikan temuan dan isu-isu terbaru terkait dengan perkembangan bidang pulp dan kertas di dunia pada plenary session, 12 invited speaker dan puluhan paper presenter yang memaparkan temuan atau reviewnya di parallel session, serta 3 presentasi dari pihak sponsor penyelenggara.

Selain paparan dari berbagai speaker, symposium RepTech yang kedua ini juga dimeriahkan dengan kunjungan ke industri pulp dan kertas, PT. Pindo Deli yang merupakan anak perusahaan Sinar Mas Group. PT. Pindo Deli merupakan produsen printing paper dengan berbagai merek dagang seperti ‘bola dunia’, ‘office print’, dan lain-lain. Dari pabrik ini juga dihasilkan kertas tisu dengan beragam merek dagang; ‘Paseo’ dan ‘Nice’ adalah diantara merek cukup familiar di Indonesia.

Pada akhir acara, peserta diajak berkunjung ke objek wisata Sari Ater. Kunjungan ini juga merupakan upaya promosi wisata alam Indonesia bagi peserta symposium RepTech dari manca negara. ***EN/DR.

 

Informasi Lebih Lanjut:

BALAI LITBANG TEKNOLOGI SERAT TANAMAN HUTAN

url : http://bptsth-kuok.litbang.dephut.go.id  atau  http://www.balithut-kuok.org

 Jl. Raya Bangkinang Kuok Km. 9, Bangkinang, Riau 28294, Telp. 0762 - 7000121, Fax.  0762 - 7000122